
TIDAK." teriak Layla ketika melihat dengan matanya sendiri arah peluru pistol mengenai bahu Adelio.
Bruk...
Dan peluru yang di tembakan Adelio mengenai Mashimo di bagian dada tepat jantung nya. Mashimo pun ambruk dan meninggal seketika.
Adelio yang melihat musuhnya tumbang langsung menghampiri Layla membantunya melepaskan ikatannya. Layla yang ikatannya sudah lepas langsung memeluk Adelio sambil menangis terharu karena kini keadaannya sudah baik-baik saja.
Adelio yang melihat wanitanya menangis hanya bisa menepuk punggungnya dengan pelan sambil membisikkan kata penenang sampai membuat Layla tertidur.
Melihat Layla sudah tertidur Adelio langsung mengangkat tubuhnya pelan-pelan sambil berjalan keluar dari gudang tanpa mempedulikan lukanya yang masih berdarah.
Javier yang sudah berada di luar melihat kakaknya mengendong kakak iparnya dalam keadaan terluka langsung menghampirinya.
" Kakak sini aku akan membantu menggendong kakak ipar." tawar Javier menawarkan bantuan.
Tetapi sayangnya Adelio hanya mengacuhkannya dan berjalan melewatinya dengan santai menuju mobilnya.
Javier yang melihatnya hanya bisa mengecurutkan bibirnya dengan sikap dingin kakaknya.
__ADS_1
" Kakak tunggu biar aku yang membawa mobilnya." ucap Javier yang melarang Adelio untuk mengendarai mobilnya. Mengingat lukanya belum di obati.
Adelio menghela nafasnya dan melemparkan kunci mobil yang langsung di tangkap Javier. Kemudian Adelio langsung masuk ke dalam mobil duduk di samping Layla. Melihat mobil berjalan melewati New York. Adelio menaruh kepala Layla untuk bersandar di bahunya yang tidak terluka.
" Kakak ,kau hanya perlu menghabiskan waktu 10 menit untuk menghabisi nyawa Mashimo salah satu mafia terkenal nomor dua. Aku bangga kepadamu." ucap Javier yang menatap kagum Adelio.
Adelio hanya memberikan senyum tipis sambil melirik Layla dengan lembut.
" Mungkin ini adalah waktunya." ucap Adelio sambil melihat Javier yang sedang serius mengendarai mobil.
Sampai di Mansion Adelio langsung mengeluarkan Layla dengan menggendongnya dan untuk kedua kalinya Javier tidak di izinkan menyentuh Layla membuatnya sedikit kesal.
" Javier."
Mendengar suara seseorang memanggilnya membuat Javier membalikan badannya dan melihat Kakaknya sedang berdiri di tangga yang tampaknya sudah menaruh kakak iparnya ke dalam kamarnya.
Javier merasa gugup takut-takut Kakaknya mendengar ucapannya tadi.
" Ada apa kak?" tanya Javier dengan pelan.
__ADS_1
Adelio semakin mendekat dan mengangkat tangannya membuat Javier memejamkan matanya takut kakaknya akan memukul. Tapi sayangnya itu tidak terjadi karena Adelio hanya menepuk bahunya dengan bangga.
" Akhirnya kau lulus." ucap Adelio sambil tersenyum.
Membuat Javier yang mendengarnya kebingungan dengan ucapan Kakaknya. Adelio yang mengerti itu kemudian sedikit memundurkan langkahnya.
" Aku ingin mengangkat mu sebagai pemimpin Mafia menggantikan diriku." ucap Adelio dengan serius.
sembilan bulan kemudian....
Sudah beberapa bulan berlalu setelah kejadian itu Adelio memutuskan untuk keluar dari kehidupan Mafia dan menyuruh Javier menggantikan nya sebagai pemimpin.
Tentu saja Javier yang mendengarnya langsung berteriak senang dan menerima tawaran itu. Sejak itu juga Javier berusaha melatih dirinya untuk menjadi lebih baik dalam memimpin.
Adelio saat ini sedang duduk di taman sambil memperhatikan sesosok yang ada di pangkuannya. Sesosok bayi kecil berjenis kelamin perempuan yang sedang tertidur dengan nyaman di dekapannya.
Sebuah tepukan membuat Adelio membalikan badannya dan melihat Layla isterinya yang tersenyum kepadanya.
Kehidupan nya mulai berubah dengan kehadiran isteri dan malaikat kecilnya. Membuat semakin sempurna.
__ADS_1
End....