Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Chapter 42


__ADS_3

" Kita akan membuat anak di sana." ucap Adelio sambil berbisik.


Setelah Adelio menjauhkan wajahnya di telinga Layla. Seketika wajah Layla merona hebat mendengar ucapan Adelio yang terkesan vulgar. Apalagi melihat tatapan Adelio yang seakan menggodanya Layla yang dibuat jengkel oleh nya langsung memukul Adelio dengan bantal di sampingnya.


Bugh...


Bugh...


" Lio kau mesum ARRGGH...." ucap Layla dengan kesal.


Adelio yang melihatnya hanya tertawa pelan sampai membuat para Pramugari melihatnya dibuat takjub. Karena baru pertama kalinya mereka melihat Pangeran yang dikenal dingin dan tidak pernah tersenyum selain kepada keluarganya. Baru ini mereka melihat Pangeran Adelio yang tersenyum kepada seorang perempuan yang merupakan isteri beliau.


Tapi Pramugari langsung mempercayai bahwa Pangeran Adelio sangat mencintai isterinya.


" Aduh...maafkan aku Amore." ucap Adelio sambil menatap Layla.


Layla yang melihat tatapan Adelio langsung menghentikan kegiatannya. Sampai tiba-tiba dibuat tersentak ketika Adelio menarik tangannya dan menjatuhkan tubuhnya di atas pangkuannya.


Wajah Layla kembali merona ketika melihat keadaannya yang saat ini berada di atas pangkuan Adelio. Apalagi mata sekelam malam itu menatapnya dengan datar tapi Layla bisa melihat pancaran kehangatan di dalamnya. Membuat seakan Layla terhipnotis dengan tatapan nya.

__ADS_1


Adelio juga menatap mata cokelat itu dengan tatapan penuh damba. Meskipun dirinya masih belum yakin dengan perasaannya sendiri. Tapi dirinya tidak bisa di pungkiri ada setitik perasaannya terhadap Perempuan yang sudah menjadi Isterinya saat ini.


Mereka saling menatap sampai tidak menyadari bahwa sedikit demi sedikit wajah nya semakin mendekat, dan tidak lama kemudian bibir mereka saling bersentuhan dengan lembut.


Layla tidak bisa melakukan apapun lagi selain mengantungkan tangannya di leher Adelio sambil membalas ciuman nya. Begitu juga Adelio yang seakan dibuat mabuk dengan ciuman kali ini tangannya merengkuh pinggang Layla dan mengelus nya.


" Ahh..Lio...hmm" desah Layla di balik ciumannya.


Adelio yang mendengar ******* Layla langsung menggendongnya dengan kakinya bergelantung di pinggangnya. Adelio tersenyum ketika merasakan bahwa Layla sama sekali tidak melawannya.


Akhirnya Adelio membawa Layla ke kamar dan menyalurkan semua hasrat nya terhadap isterinya. Dengan suasana berada di atas awan membuat mereka terkesan romantis.


...****************...


Dengan tubuh yang hanya di balut selembar selimut putih membuat kesan sexy di mata Adelio. Apalagi Adelio cukup bangga melihat jejak merah yang ada di leher dan dada Layla. Itu membuktikan bahwa sekarang Layla miliknya.


Adelio terus memperhatikan sampai tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Membuat sang pemilik kamar dibuat jengkel karenanya waktunya dengan sang Isteri nya terpotong. Dengan perlahan Adelio mengambil jubah tidurnya untuk menutupi tubuh polosnya sebelum berjalan membuka pintu.


Ceklek...

__ADS_1


" Ada apa?" tanya Adelio dengan datar kepada salah satu pengawal yang dibawanya.


" Maaf, Pangeran saya ingin memberitahu bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat." ucapnya dengan formal.


" HN." respon Adelio sebelum kembali menutup pintu dengan kencang.


Membuat pengawal tadi terkejut melihat sikap Pangeran yang tidak seperti biasanya.


" Memangnya aku melakukan kesalahan apa ya?" ucapnya.


Sedangkan Adelio membalikan badannya dan melihat Layla yang sudah terbangun sambil menggosok matanya.


" Amore jangan menggosok matamu nanti bisa sakit, kau paham?" ucap Adelio yang melarang Layla menggosok mata.


Seketika Layla tersentak kaku dan hanya bisa menggangguk kepalanya dengan pelan.


" Baiklah, sekarang kau harus memakai pakaian mu karena sebentar lagi pesawat akan mendarat." ucap Adelio yang berjalan ke walk in closet miliknya.


Sedangkan Layla memiringkan kepalanya bingung.

__ADS_1


" Memang nya sebenarnya dia akan membawaku kemana ya." ucap Layla dengan perasaan penasarannya yang tinggi.


Countine...


__ADS_2