Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Bulan Madu Hancur


__ADS_3

Layla terbangun ketika merasakan cahaya matahari di sela-sela jendela. Ia merasakan sebuah pelukan hangat di pinggangnya dan ketika dia membalikan badannya bertapa bahagianya Layla melihat wajah suaminya yang tertidur pulas di sampingnya.


Layla mengingat kejadian semalam saat Adelio menyatakan perasaannya kepadanya. Membuat nya merasakan kebahagiaan yang selama ini ia idamkan. Jari lentiknya menyusuri wajah tampan Adelio dari mulai rahangnya sampai di bibirnya yang berwarna merah pucat. Ia mengelus nya dengan perlahan sampai tiba-tiba saja Adelio membuka matanya.


" Apa kau sudah puas melihat wajahku, Amore." ucap Adelio sambil memandang Layla.


Layla tergelak merasa malu terpergok menyentuh bibir Adelio langsung saja ia menarik jarinya kembali sebelum ada sebuah jari yang menghalanginya.


" Kamu tidak perlu malu Amore karena semua yang ada di tubuhku ini adalah milikmu, dan sebaliknya kau adalah milikku." ucap Adelio yang menindih Layla.


Melihat keadaan mereka yang masih polos membuat Layla wajahnya memerah. Apalagi melihat tubuh kekar Adelio yang pasti selalu di rawat oleh pemiliknya. Sampai Layla terpaku melihat sebuah luka yang ada di dada sebelah kiri Adelio.


" Apa ini sakit?" tanya Layla polos sambil mengelus dada Adelio yang ada bekas luka.


Sontak pertanyaan Layla membuat Adelio tertawa. Melihat Adelio menertawakan nya Layla dibuat kesal dengan sekuat tenaga dia mendorong tubuh Adelio dari atas tubuhnya.


Setelah itu dengan cepat-cepat Layla mengulung selimut untuk menutupi tubuh polosnya sebelum melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

__ADS_1


Adelio yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Padahal tidak usah di tutupi aku sudah melihat semuanya." ucap Adelio sambil berdiri mengenakan jubah tidur nya dan melangkahkan kakinya keluar kamar untuk membersihkan dirinya di kamar sebelah.


Sedangkan Layla yang mengetahui Adelio keluar dari kamar bisa bernafas lega. Ia tidak perlu malu untuk melihat nya lagi. Layla melirik cermin yang memperlihatkan tubuhnya yang banyak kissmark di bagian leher dan dada.


Layla tersenyum sambil memegang dadanya yang sedari tadi berdetak kencang.


" Apa ini yang di rasakan ketika seseorang jatuh cinta? Terasa menyenangkan." ucap Layla.


...****************...


Ketika ia menuruni tangga Layla bisa melihat Adelio yang sudah duduk sambil di temani secangkir kopi dan selembar koran. Layla sama sekali tidak menduga Adelio suka membaca koran padahal zaman sekarang orang lebih suka membaca berita di internet.


Adelio yang menyadari keberadaan Layla langsung menghentikan kegiatannya.


" Ayo kita sarapan sebentar lagi, kita harus ke bandara." ucap Adelio yang mengajak Layla untuk sarapan.

__ADS_1


Layla yang mendengarnya sempat terheran-heran bukannya liburan mereka masih tersisa empat hari lagi.


" Apa maksudnya bukannya kita masih ada empat hari berada di sini?" tanya Layla yang sudah berdiri di samping Adelio sambil melipat tangannya di depan dada.


" Kita tidak bisa berada di sini terlalu lama, bukannya kamu mengingat dua hari yang lalu sekelompok orang menyerangmu." ucap Adelio dengan tenang.


Mendengar itu seketika Layla mengingat kejadian yang hampir membuatnya menjadi kotor. Dengan kaku ia menggangguk kepalanya.


Adelio yang melihat ketakutan Layla berdiri dari duduknya dan memeluk nya sambil mengelus rambutnya dengan lembut.


" Maafkan aku yang membuat honey moon kita hancur. Tapi setelah ini berakhir aku janji kita akan honey moon. Kau mengerti." ucap Adelio.


" Baiklah, aku mencintaimu Lio terima kasih karena telah membuat hidupku berwarna." ucap Layla sambil tersenyum menatap Adelio.


Deg...


Adelio mendengarnya merasakan perasaan bahagia di dadanya. Ia tidak tahu efek jatuh cinta bisa sehebat ini. Sebenarnya ia sama sekali tidak mengetahui apa itu cinta selain terhadap keluarganya. Tapi sekarang ia bisa merasakannya melalui isterinya dirinya berjanji akan selalu melindungi keluarga barunya ini meskipun mempertaruhkan nyawanya.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2