
"Aku mendengar jika pangeran Rong dan juga permaisuri An akan kembali hari ini." Ucap putra mahkota.
"Benar kakak, dan aku berharap permaisuri An tidak lagi bersedih." Ucap pangeran ke 3.
"Benar, meski kita telah mengetahui jika hari ini pangeran Rong akan kembali. Tetapi.... Para perdana menteri itu tetap bersikukuh pada keinginan mereka untuk menurunkan posisi permaisuri An."
"Aku khawatir jika seperti ini terus, pangeran Rong akan memutuskan hal yang membuat kita semua terkejut, dan tidak bisa melakukan apapun."
"Iya, melihat sifat pangeran Rong yang seperti itu. Hal seperti yang kau katakan kemungkinan akan terjadi."
Putra mahkota dan pangeran ke 3 merasa sangat khawatir akan keputusan yang akan di katakan oleh pangeran Rong, sebab dia merupakan pangeran yang di kenal kejam, sangat hebat dan juga mendapat dukungan dari banyak rakyat negara Chao.
"Semoga saja permaisuri An bisa membuatnya sedikit mengubah sifatnya itu." Ucap putra mahkota.
"Kakak pertama benar, karena saat ini hanya dia yang bisa mengubah pangeran Rong."
Putra mahkota mengangguk.
"Yang mulia putra mahkota, yang mulia kaisar meminta anda untuk menemuinya di istana raja." Ucap pelayan istana yang baru saja datang.
"Baik, aku mengerti."
Pelayan itu membungkukkan badannya lalu pergi meninggalkan putra mahkota dan pangeran ke 3.
"Sepertinya ayah kaisar juga mengkhawatirkan hal ini, aku akan menemui ayah kaisar dulu." Ucap putra mahkota.
"Baik, kak."
Putra mahkota berdiri lalu berjalan menuju istana raja, untuk menemui kaisar.
"Semoga saja permaisuri An bisa membuat Li tidak memutuskan sesuatu yang akan membuat negara ini menjadi kacau." Ucap pangeran ke 3.
Pangeran Rong adalah salah satu pangeran yang berperan penting dalam negara Chao, jadi tentu saja mereka merasa khawatir dengan apa yang akan di putuskan oleh pangeran Rong mengenai masalah yang ada di dalam istana.
...----------------...
"Salam kepada ayah kaisar dan ibu ratu." Ucap putra mahkota setelah tiba di aula istana raja.
"Duduklah." Ucap kaisar.
"Terima kasih ayah kaisar."
Putra mahkota berjalan dan duduk di depan kaisar dan juga ratu.
"Hari ini pangeran Rong akan kembali bersama dengan permaisuri An." Ucap kaisar.
"Benar, ayah kaisar. Beberapa pengawal telah berangkat menuju paviliunnya."
"Sejak kemarin para perdana menteri itu masih berlutut di depan istana. Jika permaisuri An melihat hal ini, takutnya dia akan merasa semakin merasa bersalah, dan akan membuat pangeran Rong memutuskan hal yang tidak kita inginkan."
__ADS_1
"Ayah kaisar benar, tetapi saya mendengar jika tadi pagi beberapa perdana menteri kehilangan buku catatan keuangan mereka, dan beberapa buku penting lainnya."
"Benarkah? Mungkinkah itu Li yang melakukannya?" Ucap ratu.
"Saya tidak tahu, ibu ratu. Tapi jika memang yang melakukannya adalah Li, maka mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk melakukan perlawanan lagi terhadap permaisuri An."
"Kau benar, buku keuangan merupakan barang yang sangat berharga bagi para perdana menteri itu. Dan aku yakin, mereka akan melakukan apapun demi mendapatkan kembali buku keuangan mereka lagi."
"Baiklah, kita akan menunggu pangeran Rong dan permaisuri An kembali lebih dulu, setelah itu kita akan melihat apa yang akan pangeran Rong lakukan." Ucap kaisar.
"Baik ayah kaisar."
...----------------...
Sementara itu di paviliun, pangeran Rong dan permaisuri An telah siap untuk kembali ke istana. Para pengawal dari istana pun telah selesai membereskan semua barang-barang dari paviliun itu.
"Naiklah." Ucap pangeran Rong seraya mengulurkan tangannya pada permaisuri An.
"Terima kasih."
Permaisuri An menggenggam tangan pangeran Rong lalu naik ke atas kereta kuda.
Setelah permaisuri An naik dan duduk dengan baik, pangeran Rong pun naik dan duduk di samping permaisuri An.
Kereta perlahan bergerak meninggalkan paviliun pangeran Rong menuju istana kerajaan.
Pangeran Rong sempat terkejut mendengar perkataan permaisuri An, tetapi sesaat kemudian dia bersikap tenang.
"Tidak ada yang terjadi." Ucap pangeran Rong.
"Yang mulia."
Pangeran Rong meraih tangan permaisuri An, "Aku hanya meminta dia melakukan sesuatu, kau tidak perlu memikirkannya."
"Apakah itu berkaitan dengan para perdana menteri di istana?"
"Benar, kau tidak perlu khawatir. Aku tidak akan membiarkan mereka melakukan sesuatu padamu."
"Baik, saya mengerti."
Pangeran Rong mengangguk seraya tersenyum pada permaisuri An.
"Dengan buku keuangan mereka yang ada padaku, aku akan membuat mereka bungkam."
Selama perjalanan menuju istana, permaisuri An lebih banyak diam. Meskipun dia adalah orang yang hebat dalam kehidupannya dulu, namun di kehidupan kali ini dia merasa begitu tidak berguna. Sebab dua kali dia hidup di masa yang berbeda, dia tidak dapat menolong ibunya sendiri.
"Apakah masih sakit?" Ucap pangeran Rong.
Permaisuri An menatap pangeran Rong dengan bingung.
__ADS_1
"Pagi ini kau berkata jika badan mu sakit, apakah sekarang masih terasa sakit?" Ucap pangeran Rong lebih jelas.
Mendengar itu, permaisuri An memalingkan wajahnya dan mengangguk dengan pelan.
"Setelah kita sampai, aku akan meminta Feng Ying untuk membuatkan mu sup ginseng." Ucap pangeran Rong.
"Baik, terima kasih."
Pangeran Rong menarik tubuh permaisuri An, "Sekarang istirahatlah. Aku akan membangunkan mu setelah kita sampai."
Permaisuri An mengangguk, lalu perlahan memejamkan kedua matanya. Sementara pangeran Rong menepuk-nepuk dengan pelan bahu permaisuri An.
Pangeran Rong menatap permaisurinya yang telah terlelap dalam pelukannya.
"Aku berharap kita segera memiliki seorang anak, sehingga mereka tidak akan lagi berani mencari celah untuk membuat ku meninggalkan mu."
Kereta kuda yang mereka naiki terus berjalan, dengan Xiao Bo dan Xiao Li di belakang kereta mereka. Karena kepulangan mereka pasti telah di dengar oleh para perdana menteri itu, dan pangeran Rong khawatir akan terjadi sesuatu pada permaisurinya, walaupun dia sendiri bisa menghadapi mereka semua, juga permaisuri An bisa menjaga dirinya sendiri.
Dan benar saja, tidak lama setelah mereka keluar dari hutan, 6 orang dengan mengenakan penutup wajah dan membawa senjata menghadang mereka, sehingga kereta kuda mereka berhenti secara tiba-tiba.
"Apa yang terjadi, kenapa kau berhenti secara tiba-tiba?" Ucap pangeran Rong kepada pengawal yang membawa kereta.
"Ampuni hamba, yang mulia. Di depan ada beberapa orang yang menghadang dengan membawa senjataa."
Permaisuri An yang tadi terlelap, menjadi bangun dan juga mendengar perkataan pengawal istana itu.
"Apa kau baik-baik saja?" Ucap pangeran Rong pada permaisuri An.
"Saya baik-baik saja, lebih baik kita melihat apa yang telah terjadi."
"Tidak, kau tetaplah di dalam. Aku yang akan melihatnya."
Permaisuri An mengangguk, "Baik."
Pangeran Rong membuka tirai yang menutupi pintu kereta itu, lalu turun dan melihat orang-orang yang sudah menghadang perjalanannya.
"Xiao Li, kau tetap disini. Dan jaga permaisuri." Ucap pangeran Rong.
"Baik, yang mulia."
Pangeran Rong dan Xiao Bo berjalan beberapa langkah ke depan.
"Apa yang kalian lakukan, kenapa kalian berani sekali menghadang kereta yang mulia pangeran Rong?" Ucap Xiao Bo.
"Kami tidak memiliki urusan dengan anda, yang mulia. Kami hanya ingin membawa wanita yang berada di dalam kereta." Ucap salah seorang dari mereka.
"Lancang! Beraninya kau ingin membawa yang mulia permaisuri, tepat di depan yang mulia pangeran!"
Ke 6 orang itu saling melihat dan mengangguk, dan dalam satu gerakan pertarungan antara pangeran Rong, Xiao Bo dengan ke 6 orang tak di kenal itu pun terjadi.
__ADS_1