
Braaaaaak!
Praaaaang!
Beberapa orang datang ke toko obat milik permaisuri An dan menghancurkan barang-barang yang ada di dalam toko obat itu.
"Apa yang kalian lakukan? Beraninya kalian melakukan ini pada toko obat milik permaisuri An!" Seru penjaga toko obat.
"Katakan pada pemilik toko obat ini, jika dia masih ingin tokonya tetap berdiri. Maka dia harus datang menemui kami di...."
"Dimana aku harus menemui kalian?"
Suara seorang wanita terdengar dari arah belakang mereka.
Permaisuri An, yang berbicara berjalan masuk ke dalam toko obatnya dengan tenang, seraya menatap para laki-laki yang telah membuat tokonya berantakan.
"Jadi kau pemilik toko obat ini?" Ucap ketua dari orang-orang itu.
"Benar, toko obat ini milikku. Dan kalian telah berani merusak sebagian barang-barang dan juga obat di dalam toko ini."
"Bagus jika kau pemiliknya."
"Aku tidak pernah memiliki urusan dengan kalian, jadi apa tujuan kalian tiba-tiba menyerang toko obatku ini?"
"Kau tidak perlu tahu siapa kami, karena sebentar lagi kau akan menghilang dari dunia ini!"
Permaisuri An menatap mereka dengan tajam, karena meskipun mereka tahu jika mereka tengah berhadapan dengan seorang permaisuri, mereka tidak merasa takut.
"Kalian benar-benar!" Ucap permaisuri An.
Orang-orang itu saling menatap lalu mengangguk, dan mereka pun berlari ke arah permaisuri An untuk menyerangnya.
Permaisuri An hanya memiliki sebuah belaati yang selalu di bawa kemanapun, dia menghadapi beberapa orang yang menyerangnya. Dan di dalam toko obat itu, permaisuri An berkelahi dengan orang-orang yang ingin menghancurkan toko obatnya.
(Ingat ya, sebelum menikah dengan pangeran Rong. Permaisuri An pernah membuat sebuah belatii).
Orang-orang yang membeli obat melihat perkelahian itu, dan mereka tidak menyangka jika permaisuri An begitu hebat dalam menghadapi beberapa orang bersejata itu.
Xiao Bo yang baru saja tiba setelah membeli barang untuk permaisuri An terkejut melihat perkelahian itu, dia lalu segera berlari ke dalam toko dan membantu permaisuri An.
Praaang!
Bruuuuuk!
Salah seorang di antara mereka jatuh setelah di pukul dengan keras oleh Xiao Bo.
__ADS_1
"Beraninya kalian mengganggu permaisuri dari pangeran Rong!" Seru Xiao Bo pada orang-orang itu.
Mendengar itu seketika orang-orang itu mundur beberapa langkah.
"Apa? Dia adalah permaisuri dari pangeran Rong. Jika begitu....."
"Kurangaajar! Wanita itu telah membohongi kita, dia berkata jika wanita pemilik toko obat ini hanyalah permaisuri pangeran ke 5 yang tidak di sukai." Ucap salah seorang dari mereka.
"Katakan padaku, siapa orang yang menyuruh kalian semua?" Ucap permaisuri An.
Orang-orang itu diam, dan saling menatap.
"Apakah dia putri dari perdana menteri Ho?" Ucap permaisuri An lagi.
Orang-orang itu tersentak mendengar nama yang di sebut oleh permaisuri An.
Permaisuri An yang melihat reaksi dari orang-orang itu menjadi yakin, jika tebakannya adalah benar.
"Katakan pada putri perdana menteri itu, jika dia ingin berhadapan denganku. Maka dia sendiri yang harus datang menemuiku, karena aku tidak akan segan untuk menghukum orang yang berusaha membuatku terluka!" Ucap permaisuri An dengan aura yang sangat kuat.
Xiao Bo dan orang-orang yang ada di dalam toko obat terkejut melihat permaisuri An.
"Dia benar-benar memancarkan aura seorang permaisuri dari dewa perang."
"Cepat pergi! Dan beritahu pada orang yang memerintah kalian itu. Jika tidak, aku akan mematahkan kaki kalian semua!" Ucap Xiao Bo pada orang-orang itu.
"Yang mulia, mohon ampuni hamba karena terlambat membantu anda." Ucap Xiao Bo seraya membungkukkan badannya pada permaisuri An.
"Berhentilah bersikap seperti itu, saat ini kita tidak berada di dalam istana."
"Tetapi yang mulia."
"Berhenti, dan bantu aku membawa barang-barang itu masuk. Karena aku harus melakukan sesuatu."
"Baik yang mulia."
Xiao Bo lalu membawa masuk barang-barang yang dia letakkan di samping pintu, sebelum dia membantu permaisuri An tadi.
"Maafkan saya karena telah membuat kalian merasa tidak nyaman." Ucap permaisuri An pada para pengunjung di toko obatnya.
"Tidak perlu seperti itu, yang mulia. Ini bukanlah salah anda, orang-orang itu yang datang dengan tiba-tiba dan membuat kekacauan di toko obat anda." Ucap salah seorang pengunjung.
"Jika begitu, terima kasih."
Orang-orang yang membeli obat disana mengangguk dan tersenyum pada permaisuri An, mereka merasa jika permaisuri An memiliki hati yang baik dan juga memiliki etika yang sangat bagus, meskipun dia adalah seorang permaisuri.
__ADS_1
Permaisuri An berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan yang ada di dalam toko obatnya, lalu melakukan sesuatu dengan barang-barang yang di bawa oleh Xiao Bo.
...----------------...
Braaaaaaaak!
"Dasar kalian tidak berguna! Melawan satu wanita saja tidak bisa!" Seru putri perdana menteri Ho.
Plak!
"Beraninya kau meminta kami untuk membunuh permaisuri dari pangeran Rong! Apa kau ingin kami mati sia-sia di tangan dewa perang negara Chao ini?" Seru ketua dari orang-orang itu setelah memukul wajah putri perdana menteri Ho.
Putri perdana menteri Ho tidak menyangka jika mereka akan mengetahui siapa permaisuri An, karena sebelumnya dia telah berbohong pada mereka tentang siapa permaisuri An itu.
"Kalian, bawa wanita r3ndahan yang ingin mengirim kita ke dalam lubang kematin ini, biarkan dia menikmati malamnya bersama dengan beberapa laki-laki di rumah Ying." Ucap ketua dari orang-orang itu.
"Tidak! Kalian tidak bisa melakukan hal itu padaku, aku adalah putri dari seorang perdana menteri di negara ini! Kaliam akan mendapatkan hukuman yang berat jika melakukan itu padaku!" Ucap putri perdana menteri Ho.
"Kau tidak akan bisa melakukannya, karena sebelumnya kami akan memberimu obat. Agar kau melupakan siapa dirimu yang sebenarnya!"
Putri perdana menteri Ho menggelengkan kepalanya, karena dia tidak menyangka jika orang-orang yang dia bayar untuk membunuh permaisuri An, justru akan membawanya pada sebuah kehancuran.
"Tidak! Lepaskan aku! Kalian tidak boleh melakukan ini padaku. Lepaskan aku!" Teriak putri perdana menteri Ho.
Beberapa orang memegangi tangan putri perdana menteri Ho, lalu ketua dari orang-orang itu membuka mulut wanita itu dan memasukan sebuah pil padanya.
Setelah pil itu tertelan dengan sempurna, mereka melepaskan wanita itu.
"Uhuk, uhuk, uhuk. Kalian benar-benar telah melakukannya! Aku akan membuat kalian semua...."
Bruuuuk
Tubuh putri perdana menteri Ho jatuh di atas lantai dan tidak sadarkan diri.
"Bawa wanita ini, dia tidak akan lagi mengingat apa-apa." Ucap laki-laki yang memberi obat.
"Ketua, apakah kita bisa bersenang-senang dengan wanita ini? Rasanya sudah lama aku tidak melakukannya." Ucap salah satu anak buah orang itu.
"Benar ketua, dari pada kita melemparkan dia ke rumah Ying. Lebih baik kita biarkan dia bersama dengan kita untuk menjadi pelayan."
Ketua dari mereka terdiam sejenak, "Baiklah, kalau begitu kita bawa dia ke rumahku. Dan jika kalian mau, kalian bisa datang dan melakukannya."
"Terima kasih ketua."
Mereka lalu membawa putri perdana menteri Ho ke rumah ketua mereka yang berada di sudut ibu kota.
__ADS_1
Dan sejak saat itu, putri perdana menteri Ho menjadi pelayan bagi orang-orang yang dia bayar untuk membunuh permaisuri An.
(Bukan pelayan biasa ya maksudnya π€).