
"Apa kau sudah mengirimkan semua hadiah itu?" Tanya pangeran Rong pada Xiao Bo.
"Sudah yang mulia, nona muda Liu juga telah menerima sendiri hadiah itu."
Pangeran Rong mengangguk "Bagus jika dia sendiri yang menerimanya."
"Tetapi yang mulia, saat hamba akan mengantarkan hadiah itu. Saya bertemu dengan tuan muda Xu, yang sepertinya juga akan menemui nona muda Liu."
"Tuan muda Xu?"
"Benar yang mulia, karena penjaga pintu paviliun tidak membiarkan dia masuk. Dia sempat beradu mulut di depan gerbang paviliun."
"Sepertinya dia tidak benar-benar mendengar apa yang aku katakan sebelumnya kepada dia."
Xiao Bo diam.
"Kau berikan peringatan pada perdana menteri Xu, agar anaknya tidak lagi berani menemui Lin'er." Ucap pangeran Rong.
"Baik yang mulia."
Pangeran Rong mengangguk.
Xiao Bo keluar dari ruang baca pangeran Rong, untuk melakukan perintahnya.
Pangeran Rong menatap pintu ruang bacanya "Lin'er, bahkan orang yang dulu pernah menyia-nyiakan mu kembali ingin bersama mu. Calon permaisuri ku ini memang wanita yang memiliki aura berbeda."
Pangeran Rong berdiri dan berjalan menuju tempat buku yang berada di samping meja bacanya, lalu mengambil salah satu buku dari sana.
"Mungkin aku sangat pandai dan memahami strategi dalam berperang, tetapi memahami apa yang ada di dalam hati sendiri, aku tidak pernah tahu." Gumam pangeran Rong sambil membawa buku yang dia ambil.
Dengan serius pangeran Rong membaca buku yang ada di tangannya, bahkan dia membacanya sambil berdiri.
Sesekali terlihat kening pangeran Rong mengerut saat dia tidak memahami apa arti kata yang dia baca.
...----------------...
__ADS_1
"Kau berkata jika yang mulia pangeran Rong sendiri yang mengatakan, dan juga memberikan hadiah kepada putri pertama dari tuan Liu itu?" Ucap tuan Xu.
"Benar ayah, sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini kepada ayah dua hari yang lalu. Tetapi aku tidak ingat, dan hari ini saat aku akan ke tempat nona muda Liu itu, aku bertemu dengan pengawal pribadi yang mulia pangeran Rong, serta beberapa pengawal istana yang membawa lebih dari 2 kotak hadiah."
Tuan Xu terdiam, dia memang ingin kembali menjalin hubungan dengan nyonya Xia, lewat pernikahan putranya dan Lin Yao yang sempat sudah di batalkan itu.
Tetapi dia tidak menyangka jika pangeran Rong telah bertindak, di tambah hampir semua rakyat di ibu kota dan juga kota lainnya sudah mengetahui, dan menyetujui pernikahan mereka.
"Jika seperti ini akan sulit. Lawan kita adalah seorang pangeran yang sangat di cintai dan di dukukung oleh semua rakyat negara ini. Di tambah dia adalah dewa perang yang kejam." Ucap tuan Xu.
"Lalu bagaimana ayah? Aku ingin menikahinya."
Plak!
"Kau berkata, jika kau ingin menikahinya? Dulu saat ibu dan ayah berkata untuk tidak menjalin hubungan dengan anak selir itu, apa kau mendengarkan ayah dan ibu mu?" Ucap tuan Xu dengan nada marah pada anaknya yang b0doh itu.
"Ayah aku....."
"Ayah menjodohkan mu dengan nona muda Liu karena ayah tahu, jika nyonya Xia adalah putri dari salah satu bangsawan. Tetapi berkat anak selir yang sudah menyebarkan hubungan kalian berdua pada semua orang, ayah terpaksa membatalkan pernikahan mu dengan nona muda Liu, dan membiarkan mu bersama dengan anak selir itu."
"Ayah, aku mohon bantulah aku, ayah. Aku sudah menyesal dan ingin bersama dengan Lin Yao lagi." Ucap tuan muda Xu sambil menarik tangan ayahnya.
Tuan Xu menghempaskan tangannya "Diam kau! Apa kau ingin menentang yang mulia pangeran Rong dan di penggal olehnya?"
Tuan muda Xu terdorong beberapa langkah ke belakang.
"Tetapi ayah...."
"Jin Sheng, dengarkan apa yang ayahmu katakan. Ini semua adalah kesalahan mu sendiri yang tidak mau mendengarkan perkataan ayah dan ibu dulu." Ucap nyonya Xu yang baru saja masuk ke dalam aula kediaman mereka.
"Ibu, bahkan ibu juga....."
Nyonya Xu diam, dia tentu tahu bagaimana sifat pangeran Rong yang terkenal kejam itu.
"Pangeran Rong adalah seorang dewa perang negara kita, bahkan negara lain pun tidak berani bertindak padanya. Lebih baik kau mengurungkan niat mu menghadapi yang mulia pangeran Rong itu." Ucap nyonya Xu lagi.
__ADS_1
"Tetapi ibu...."
"Jika kau masih bersikeras, dan tidak mau lagi mendengarkan apa yang ibu mu katakan. Kau bisa keluar daru kediaman ini! Kau sendiri yang telah memilih anak selir tidak berguna itu, tetapi kau ingin kami menerima semua akibat yang kau inginkan itu." Seru tuan Xu.
Tuan muda Xu terdiam, semua memang salahnya yang tidak mau mendengarkan orang tuanya dan termakan oleh godaan wajah dan tubuh Fang Yin saat itu.
"Baik, Jin Sheng akan mendengarkan apa yang ayah dan ibu katakan." Ucap tuan muda Xu.
Nyonya Xu mengangguk "Ini semua demi kebaikan kita, kau pasti tidak mau kehidupan kita seperti kehidupan keluarga tuan Liu itu, yang sekarang sudah tidak ada lagi."
"Iya ibu."
Dengan rasa kecewa dan sedikit kesal karena apa yang di inginkan tidak bisa tercapai, tuan muda Xu keluar dari aula itu.
Melihat putranya seperti itu, sebenarnya nyonya Liu sangat kasihan. Namun mereka juga tidak memiliki keberanian untuk melawan anggota kerajaan. Apalagi menentang pangeran Rong.
"Dia benar-benar sudah mendapatkan pelajarannya sendiri, karena lebih mementingkan hawa n4fsu pada anak selir itu, di bandingkan dengan masa depan yang bersinar." Ucap tuan Xu.
"Tuan, Jin Sheng masih muda. Dalam hal ini, dia pasti belum bisa menahannya. Terlebih anak selir itu selalu mengg0da Jin Sheng terlebih dulu."
"Benar-benar anak dan ibu sama saja."
"Tuan benar, dulu nyonya Liu membawa wanita itu dari jalanan karena kasihan. Tetapi siapa yang menyangka justru karena wanita itu juga, sekarang keluarganya hancur."
"Wanita rend4han seperti selir tuan Liu itu hanyalah s4mpah, karena dia tidak mempunyai rasa terima kasih dan balas budi terhadap orang yang telah menolongnya."
"Benar tuan, itu sangat di sayangkan."
"Kau awasi anak itu, jangan sampai membuat masalah. Kita tidak akan pernah bisa menerima akibatnya, jika dia melakukan hal yang membuat yang mulia pangeran Rong marah."
"Iya, aku akan melakukannya."
Tuan Xu keluar dari aula meninggal nyonya Xu disana.
Nyonya Xu sendiri sebenarnya merasa tidak enak terhadap nyonya Xia, saat mereka memutuskan untuk membatalkan perjodohan antara Xu Jin Sheng dan Lin Yao. Tetapi dia sendiri tidak mempunyai pilihan lain.
__ADS_1
"Beruntung tuan tidak mempunyai seorang selir, tidak tahu apakah aku bisa sanggup seperti nyonya Xia atau tidak, jika tuan memiliki seorang selir disini." Gumam nyonya Xu.