Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #52


__ADS_3

Istana kerajaan terlihat begitu ramai dengan orang-orang yang berjalan kesana kemari, itu karena beberapa hari lagi pernikahan putri Xiu Ying akan di adakan.


Setelah itu 2 minggu kemudian pernikahan pangeran Rong dan Lin Yao juga akan di laksanakan. Karena kaisar telah menyetujui agar pernikahan mereka di percepat.


"Yang mulia. Kaisar, pangeran dan putri dari negara Yu sudah berada di depan istana." Ucap kasim kepala pada kaisar Changming yang saat ini berada di dalam istananya.


"Baik, aku akan segera kesana."


Di luar kamar, kasim kepala membungkukkan badannya.


Kraaaak


Pintu kamar kaisar terbuka, dan dengan sangat berwibawa kaisar keluar lalu berjalan menuju istana kerajaan.


(Ingat, istana kerajaan dan istana raja/kaisar berbeda ya)


"Minta seseorang untuk memanggil putra mahkota, untuk ke aula istana." Ucap kaisar pada kasim kepala.


"Baik yang mulia."


Kasim kepala lalu berbisik pada salah satu pelayan yang berjalan di belakangnya.


Pelayan istana itu mengangguk lalu segera berjalan pergi menuju istana putra mahkota.


Tiba di depan istana kerajaan, kaisar Changming melihat kaisar, pangeran dan putri kerajaan Yu berdiri di depan istana, setelah mereka turun dari kereta kuda yang mereka naiki.


"Selamat datang kaisar Yu." Ucap kaisar Changming menyambut kaisar dari negara Yu itu.


"Salam kepada yang mulia, semoga yang mulia panjang umur." Ucap kaisar Yu sambil memberi hormat, di ikuti kedua anaknya di belakang.


"Mari, kasiar Yu dan pangeran juga putri Yu pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh untuk datang ke istana ini."


"Terima kasih, yang mulia."


Ke empat orang itu lalu berjalan menuju aula israna kerajaan Chao, dan duduk di kursi yang telah di sediakan.


Tak lama, putra mahkota berjalan masuk ke dalam aula istana itu.


"Saya memberi salam kepada yang mulia kaisar, pangeran dan putri Yu." Ucap putra mahkota sambil memberi hormat kepada tiga tamu kerajaan dari negara Yu itu.


Kaisar Yu mengangguk.


Putra mahkota berjalan dan duduk di kursinya.


Putri Yu Meng yang melihat putra mahkota merasa kagum dan seolah tidak bisa mengedipkan matanya.


"Di kerajaan ini, kenapa para pangeran dan putra mahkota terlihat tampan-tampan dan memiliki karisma yang luar biasa? Terlebih yang mulia pangeran Rong."


"Ehem, yang mulia. Kedatangan kami ke negara ini, yang mulia sendiri pasti telah mengetahui alasannya." Ucap kaisar Yu.

__ADS_1


Kaisar Changming mengangguk, "Sebelumnya, aku ingin bertanya kepada kaisar Yu. Tentang alasan kerajaan kalian yang tiba-tiba menyerang perbatasan negara Chao di wilayah selatan."


Kaisar Yu menatap kedua anaknya yang duduk di samping kursinya, lalu kembali menatap kaisar Changming.


"Mohon maafkan atas kelancangan ketiga anak saya, yang mulia. Sebenarnya saya sendiri tidak mengetahui perihal mereka yang tiba-tiba menyerang negara Chao ini."


Kaisar dan putra mahkota terkejut dengan penuturan kaisar Yu.


"Yang mulia kaisar Yu, anda tidak mengetahui tentang hal besar seperti ini?" Ucap putra mahkota.


"Benar, kedua putra saya masing-masing memiliki token pasukan. Dan sepertinya mereka melakukan hal di luar sepengetahuan saya, terhadap pasukan yang mereka miliki."


Putra mahkota mengangguk, "Bukankah itu sangat berbahaya, yang mulia. Token pasukan di gunakan dengan semena-mena. Membuat dua negara yang semula damai, menjadi bermusuhan."


"Benar, karena itu saya telah mengambil kembali token pasukan yang mereka miliki, dan akan mengukum ketiga anak saya dengan berat."


"Tidak perlu!"


Sebuah suara yang cukup keras dan tegas terdengar dari arah pintu.


Pangeran Rong, yang tadi bersuara berjalan masuk ke dalam aula istana.


Putri Xiu Ying menatap pangeran Rong penuh dengan rasa bahagia, sebab laki-laki yang selama ini dia sukai sekarang berada di depan matanya.


"Yang mulia pangeran Rong." Ucap kaisar Yu.


Semua orang yang ada di dalam aula itu terkejut mendengar ucapan pangeran Rong, tidak terkecuali putri Yu Meng yang tadi tersenyum bahagia.


"Yang mulia pangeran Rong, apa maksud perkataan anda?" Ucap kaisar Yu.


"Yang mulia kaisar, bukankah anda tadi berkata jika anda akan menghukum ketiga anak anda, yang telah membuat peperangan dengan berat?"


"Benar."


"Jika begitu, maka saya yang akan menggantikan anda memberikan hukuman itu kepada mereka bertiga."


"Tetapi yang mulia....."


"Mereka melakukan serangan secara tiba-tiba ke wilayah selatan negara kami, dengan alasan saya tidak ingin menikah dengan putri anda. Mereka ingin membuat pernikahan saya dengan calon permaisuri saya hancur, tentu saja hal itu... Tidak akan pernah saya biarkan begitu saja. Yang mulia pasti mengerti maksud perkataan saya."


Ketiga orang dari negara Yu tersentak, tubuh mereka gemetar mendengar setiap perkataan pangeran Rong. Di tambah tatapan pangeran Rong yang begitu tajam dan dingin.


"Yang mulia pangeran Rong, biarkan saya sendiri yang akan menghukum mereka. Saya akan membuat mereka merasa menyesal." Ucap kaisar Yu.


Kaisar Yu tentu tidak ingin ketiga anaknya di hukum oleh pangeran Rong yang terkenal kejam dan berdarah dingin itu, karena hukuman yang akan di berikan oleh pangeran Rong tentu akan membuat ketiga anaknya sekarat.


"Yang mulia, sepertinya anda tidak mengetahui jika calon permaisuri saya ikut dalam peperangan itu, dan hampir meninggal karena salah satu pasukan milik putra anda mencoba menusuknya dengan pedang." Ucap pangeran Rong.


Kaisar Yu membulatkan kedua matanya, "Ca... Calon permaisuri ikut.... Berperang?"

__ADS_1


"Benar, dia adalah wanita yang berani, memiliki banyak bakat, juga... tidak memiliki sifat licik* dan sombong."


Pangeran Rong menatap tajam ke arah putri Yu Meng saat mengatakan kalimat terakhirnya.


Dan itu berhasil membuat putri Yu Meng tersentak juga seketika merasa kecewa akan ucapan pangeran Rong, yang sangat jelas di tujukan padanya.


"Yang mulia pangeran Rong, mohon ampuni kesalahan kami. Kami tahu telah melakukan kesalahan yang sangat besar terhadap anda dan juga calon permaisuri anda." Ucap pangeran pertama Yu sambil membungkukkan badannya pada pangeran Rong.


Pangeran Rong menatap pangeran pertama Yu, "Jika ingin di ampuni, maka harus menerima hukumannya, yang mulia."


Pangeran pertama Yu menatap pangeran Rong dengan tidak percaya, meski dia sendiri yang telah meminta maaf sambil membungkuk, namum pangeran Rong tetap ingin menghukum mereka bertiga.


"Bukankah di setiap kerajaan pasti mengutamakan sebuah keadilan? Saya hanya menginginkan sebuah keadilan bagi diri saya dan calon permaisuri saya. Selain itu, saya juga ingin meminta keadilan bagi rakyat dan pasukan negara Chao yang telah mati karena ulah dari ketiga anak yang mulia kaisar Yu, yang seperti anak-anak." Ucap pangeran Rong.


Semua orang yang ada di dalam aula istana terdiam, mereka sungguh di buat tertegun dan takut karena aura yang pekat dari pangeran Rong.


Pangeran Rong menatap kaisar Yu dengan tajam, "Yang mulia, dengan rasa hormat yang aaya miliki. Saya ingin meminta ketiga anak anda, untuk menerima hukuman dari saya."


Deg


Kaisar Yu tertegun, dia menatap kedua anaknya yang duduk di sampingnya.


"Saya sudah banyak menghancurkan kerajaan yang berani mengibarkan bendera perang mereka kepada kerajaan Chao ini, dan saya tidak akan sungkan untuk menghancurkan satu kerajaan lagi."


"Pangeran Rong." Ucap kaisar Changming.


Pangeran Rong menoleh, "Ayah kaisar, mohon untuk menyerahkan semua ini kepada saya. Karena ini menyangkut masa depan saya dan Lin'er."


Kaisar Changming sangat tahu bagaimana sifat pendendam yang di miliki oleh pangeran Rong, tetapi jika sampai dia menghancurkan kerajaan Yu, kaisar Changming khawatir jika Lin Yao tidak akan menyetujui hal itu.


Kaisar Yu terdiam, dia di hadapkan pada pilihan yang sangat sulit.


Sebagai kaisar, dia tentu harus melindungi semua rakyatnya. Dan sebagai seorang ayah, dia juga ingin melindungi anak-anaknya.


"Yang mulia kaisar Yu, mohon untuk memberikan keputusan anda." Ucap pangeran Rong dengan lantang.


Dia sungguh tidak bisa lagi menahan kemarahannya, atas apa yang telah di lakukan oleh ketiga anak kaisar Yu itu.


Kaisar Yu mengangguk pelan, "Baik, saya akan menyerahkan kedua pangeran dan putri saya untuk mendapat hukuman dari yang mulia pangeran Rong."


"Ayah kaisar." Ucap pangeran pertama Yu dan putri Yu Meng bersamaan.


Mereka tidak percaya jika ayahnya akan menyerahkan mereka pada dewa perang yang terkenal kejam itu untuk di hukum.


"Kalian telah melakukan sebuah kejahatan yang besar, dan ayah tidak mungkin mengorbankan semua rakyat negara Yu untuk menebus kesalahan yang telah kalian lakukan. Jadi, ayah harap kalian bisa membayar kesalahan kalian sendiri."


Pangeran pertama Yu terduduk dengan lemas, dia merasa sangat menyesal karena telah membiarkan kedua adiknya, dan juga memberikan 500 pasukan miliknya untuk berperang melawan negara Chao.


Sementara air mata putri Yu Meng mengalir, dia tidak menyangka jika hidupnya akan berakhir seperti ini. Hatinya juga merasa sangat sakit, karena pangeran Rong yang dia sukai selama ini, tidak memandang dan melepaskannya.

__ADS_1


__ADS_2