Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #107


__ADS_3

"Yang mulia." Ucap Feng Ying yang baru saja masuk ke dalam kamar pada permaisuri An.


"Masuklah, dan bantu aku menata rambut. Aku dan pangeran Rong akan menemui ayah kaisar."


"Baik, yang mulia."


Dengan hati-hati Feng Ying menyisir rambut permaisuri An lalu menatanya dengan rapi dan menjepitnya dengan jepitan bunga dari giok terbaik, sehingga terlihat sangat cantik.


"Yang mulia, saya telah menata rambut anda." Ucap Feng Ying.


"Baik, terima kasih."



Dengan riasan yang sederhana, permaisuri An keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang baca pangeran Rong.


"Yang mulia, yang mulia permaisuri An berada disini untuk menemui anda." Ucap pelayan yang ada di depan pintu ruang baca.


Kraaaaak


Pintu terbuka, dan pangeran Rong keluar dari ruang bacanya.


"Kau sudah datang." Ucap pangeran Rong.


"Benar yang mulia."


"Baiklah, lebih baik sekarang kita ke istana. Ayah kaisar sudah menunggu kita disana."


"Baik."


Pangeran Rong dan permaisuri An berjalan menuju istana kerajaan, dimana sesuatu telah menunggu mereka.


"Yang mulia, tiba-tiba ayah kaisar memintamu untuk datang. Apa yang sebenarnya telah terjadi?" Ucap permaisuri An.


"Aku sendiri tidak mengetahuinya, karena kasim ketua tidak mengatakan apapun padaku."


Permaisuri An mengangguk.


Mereka terus berjalan hingga mereka sampai di depan aula istana kerajaan.


"Yang mulia pangeran Rong dan permaisuri An tiba." Ucap kepala pengawal istana.


Pangeran Rong dan permaisuri An berjalan memasuki aula istana kerajaan, dan di dalam aula telah duduk seorang perdana menteri bersama dengan istri dan putrinya.


Permaisuri An melihat sejenak satu keluarga itu, "Sepertinya perdana menteri langsung membawa putrinya untuk di serahkan pada yang mulia pangeran Rong, sungguh memaksakan diri."


Pangeran Rong dan permaisuri An berhenti ketika mereka tiba di depan kaisar dan ratu.

__ADS_1


"Salam kepada ayah kaisar dan ibu ratu, semoga ayah kaisar dan ibu ratu panjang umur dan selalu sejahtera." Ucap pangeran Rong dan permaisuri An.


"Duduklah kalian berdua." Ucap kaisar.


"Terima kasih ayah kaisar." Ucap pangeran Rong.


Pangeran Rong dan permaisuri An berjalan dan duduk pada kursi mereka.


Putri dari perdana menteri itu menatap pangeran Rong dengan kagum dan berbinar, seolah tidak sabar ingin bersama dengan pangeran Rong.


"Ayah kaisar, sebenarnya ada apa ayah memanggil saya kemari?" Ucap pangeran Rong.


"Hari ini perdana menteri Ho datang kemari, dan dia ingin mengatakan sesuatu padamu."


Pangeran Rong dan permaisuri An menatap perdana menteri Ho.


"Ada apa perdana menteri Ho ingin berbicara dengan ku?" Ucap pangeran Rong pada perdana menteri Ho.


"Yang mulia, saya datang ke istana dengan istri dan putri saya."


"Lalu?"


"Ampuni saya, yang mulia. Saya bermaksud ingin....."


"Tuan perdana menteri Ho, apakah anda datang ke istana untuk memperkenalkan putri anda pada yang mulia pangeran Rong?" Ucap permaisuri An menyela perkataan perdana menteri Ho.


"Benar, benar. Yang di katakan oleh yang mulia permaisuri An benar."


Semua orang yang berada di dalam aula istana terkejut mendengar perkataan permaisuri An, yang begitu tenang namun sangat tajam.


"Ma... Maafkan saya yang mulia, saya hanya....."


"Maaf ayah kaisar, yang mulia pangeran Rong sebelumnya pernah berjanji kepada saya dan ibu saya. Jika dia tidak akan pernah memiliki seorang selir, dan akan menjadikan saya sebagai istri yang mulia pangeran Rong satu-satunya. Tetapi sekarang, perdana menteri Ho membawa putrinya ke dalam istana, untuk di perkenalkan pada yang mulia pangeran Rong, apakah dia bermaksud ingin menjadikan putrinya itu sebagai selir yang mulia pangeran Rong?"


Kata demi kata yang di ucapkan oleh permaisuri An begitu penuh penekanan, meskipun dia terkenal dengan sebutan wanita lemah ketika masih berada di dalam kediaman Liu, dulu. Namun saat ini, dia memancarkan aura yang begitu kuat di depan semua orang yang ada di dalam aula istana itu.


"Kau benar, itu sebabnya aku meminta pangeran Rong datang ke istana. Karena aku ingin mendengar bagaimana keputusan pangeran Rong." Ucap kaisar.


Permaisuri An mengangguk, lalu menatap putri dari perdana menteri Ho.


Putri perdana menteri Ho pun menatap permaisuri An dengan tatapan yang tidak suka.


"Beraninya dia mengatakan hal itu, padahal yang mulia pangeran Rong belum berkata apa-apa."


Pangeran Rong meraih tangan permaisuri An, lalu tersenyum padanya.


"Ayah kaisar, yang di katakan oleh permaisuri saya benar. Saya telah berjanji ke padanya dan juga nyonya Xia, jika aku hanya akan memiliki satu istri saja. Yakni permaisuri An. Jadi, tentu saya tidak akan pernah memiliki satu selirpun di dalam istana saya."Ucap pangeran Rong seraya menatap kaisar.

__ADS_1


"Tetapi yang mulia, bagaimana mungkin anda...."


Pangeran Rong menatap perdana menteri Ho dengan tajam, semua yang telah dia katakan tentu akan dia lakukan. Jadi meskipun mereka memaksa, pangeran Rong tidak akan pernah melakukan apa yang mereka inginkan.


"Perdana menteri Ho, saat ini saya dan yang mulia pangeran He Xuan Li sedang mencaritahu para perdana menteri yang telah mengambil uang pajak dari rakyat." Ucap pangeran Rong.


Perdana menteri Ho terdiam, dia tentu mengerti maksud dari perkataan yang pangeran Rong ucapkan.


"Saya.... Saya mengerti, yang mulia." Ucap perdana menteri Ho.


Setelah mengatakan itu, perdana menteri Ho serta istri dan putrinya keluar dari aula istana kerajaan.


"Permaisuri An, kau benar-benar berani mengatakan hal itu kepada perdana menteri Ho." Ucap ratu.


"Maafkan saya, ayah kaisar, ibu ratu. Karena saya telah lancang mengatakan itu kepada mereka."


"Tidak, itu sangat bagus. Karena sekarang mereka jadi mengerti, jika permaisuri An bukanlah permaisuri yang mudah di tindas."


"Terima kasih ibu ratu."


Pangeran Rong hanya tersenyum melihat apa yang telah permaisurinya lakukan pada keluarga perdana menteri Ho tadi.


"Yang mulia putra mahkota dan yang mulia pangeran He Xuan Li tiba." Ucap kepala pengawal istana.


Putra mahkota dan pangeran He Xuan Li berjalan masuk ke dalam aula istana.


"Salam kepada ayah kaisar dan ibu ratu." Ucap putra mahkota dan pangeran He Xuan Li bersamaan.


Kaisar mengangguk, "Apa yang membuat kalian datang secara bersamaan?"


"Ayah kaisar, kami telah memiliki beberapa bukti para perdana menteri yang telah mengambil uang pajak milik rakyat." Ucap putra mahkota.


"Jadi mereka benar-benar berani melakukannya?"


"Benar, yang mulia."


Pangeran Rong berdiri, "Kakak pertama, aku juga memiliki buku keuangan para perdana menteri itu. Buku keuangan bisa membuat mereka terdiam dan tidak bisa melakukan apapun lagi untuk membela diri."


"Benar, jika begitu aku akan ke isatana mu untuk mengambilnya nanti."


"Baik, kakak."


"Mereka sungguh berani, para perdana menteri itu harus segera di turunkan." Ucap ratu.


"Ibu ratu benar, kita tidak ingin membuat rakyat kerajaan ini menderita. Dan mereka hidup dengan bahagia disana, karena itu kami melakukan pencarian mengenai bukti dan juga apa yang telah mereka lakukan selama 3 hari ini." Ucap pangeran He Xuan Li.


"Baiklah, jika semua bukti telah ada. Segera seret mereka dan adili mereka semua." Ucap kaisar.

__ADS_1


"Baik, ayah kaisar." Ucap putra mahkota dan pangeran He Xuan Li.


Permaisuri An melihat semuanya dengan tenang, karena bukan hanya di masa sekarang. Di masa dulu pun, dia pernah melihat hal yang sama. Jadi dia tidak terkejut dengan aksi para perdana menteri itu.


__ADS_2