
Hari pernikahan putri Xiu Ying dengan pangeran He Xuan Li tiba, suasana di dalam maupun di luar istana sangat meriah. Karena bukan hanya orang-orang yang ada di dslam istana sahae yang berbahagia, tetapi rakyat negara Chao pun turut bahagia atas pernikahan putri kerajaan mereka.
Sementara untuk orang-orang dari negara He itu, pangeran Rong dan Xiao Bo tentu telah membereskannya, dan mengirim mereka ke depan istana negara He.
Lin Yao yang saat ini berada di dalam kamar putri Xiu Ying, menatap wajah putri yang cantik tanpa berkedip.
"Yang mulia, anda terlihat sangat cantik." Ucap Lin Yao pada putri Xiu Ying.
"Terima kasih, aku yakin kau pun akan terlihat cantik saat menikah dengan Li."
Lin Yao hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Yang mulia, yang mulia pangeran He Xuan Li telah tiba di istana. Saya akan menutup kepala anda sekarang, dan kami akan membantu anda keluar." Ucap pelayan setia putri Xiu Ying.
"Baik, aku mengerti."
Pelayan setia putri Xiu Ying di bantu oleh Lin Yao dengan hati-hati menutup kepala putri Xiu Ying dengan kain merah.
"Silahkan berdiri yang mulia, saya akan membantu anda pergi ke tandu pengantin yang akan membawa anda ke aula istana." Ucap pelayan setia putri Xiu Ying lagi.
Putri Xiu Ying hanya mengangguk, karena memang setelah kain merah menutupi kepalanya, dia tidak di perbolehkan berbicara dengan siapapun, hingga acara pernikahan selesai.
Dengan hati-hati pelayan putri Xiu Ying dan Lin Yao memapah pengantin wanita yang cantik itu keluar dari kamarnya.
Di depan kamar putri Xiu Ying sudah ada tandu pengantin yang akan membawanya ke aula istana, dimana pangeran He Xuan Li tengah menunggunya.
Setelah putri Xiu Ying masuk ke dalam tandu dan duduk dengan baik, 8 orang pengawal istana mengangkat dan membawa tandu pengantin itu dengan hati-hati.
"Apakah aku juga akan seperti itu nanti?" Gumam Lin Yao yang melihat tandu pengantin keluar dari taman istana putri Xiu Ying.
Lin Yao berjalan bersama Feng Ying menuju aula istana, untuk menyaksikan pernikahan putri Xiu Ying dengan pangeran He Xuan Li.
Tiba di depan aula istana, Lin Yao bertemu dengan pangeran Rong. Dan melihat pangeran Rong berjalan mendekatinya.
"Aku sangat terkejut saat melihat mu, aku berpikir jika itu bukanlah dirimu." Ucap pangeran Rong saat berdiri di depan Lin Yao.
"Bukankah yang mulia tadi melihat saya dengan jelas?"
__ADS_1
"Benar, tetapi hari ini kau terlihat lebih cantik. Dan aku sangat terpesona."
Mendengar ucapan pangeran Rong, Feng Ying yang berdiri tidak jauh dari mereka menutup mulutnya sambil tersenyum.
"Yang mulia, berhentilah berbicara seperti itu kepada saya." Ucap Lin Yao.
"Aku hanya mengatakan apa yang ingin aku katakan, karena kau memang terlihat berbeda hari ini."
Lin Yao hanya bisa diam dan sedikit tersenyum pada pangeran Rong.
...Liu Lin Yao...
...----------------...
Tandu pengantin tiba, pangeran He Xuan Li membuka tirai yang menutupi tandu, lalu membantu putri Xiu Ying keluar dari tandu pengantin itu.
Dengan hati-hati pangeran He Xuan Li membawa putri Xiu Ying berjalan menuju aula istana dimana mereka akan menikah.
Lin Yao melihat acara demi acara pernikahan itu dengan seksama.
"Aku tidak sabar ingin melakukan apa yang pangeran He Xuan Li saat ini lakukan itu." Ucap pangeran Rong pada Lin Yao.
"Jika saja aku bertemu dengan mu lebih cepat, mungkin saat ini yang sedang melakukan pernikahan adalah kita." Ucap pangeran Rong lagi.
"Yang mulia, sebuah pernikahan bukan kita yang menentukan. Langit mempertemukan kita lebih lambat, karena memiliki tujuan tersendiri."
Pangeran Rong mengangguk "Kau benar."
Lin Yao tersenyum "Jika kau bertemu dengan Lin Yao lebih awal, mungkin yang akan kau nikahi bukan diriku, yang dari masa lalu ini. Dan mungkin Lin Yao bisa selamat dari kematiannya."
Lin Yao kembali melihat sepasang pengantin yang sedang melakukan ritual pernikahan dengan hikmat.
Setelah kedua pengantin telah resmi menjadi sepasang suami istri, semua orang memberi hormat seraya mengucapkan selamat kepada putri Xiu Ying dan pangeran He Xuan Li.
Mereka juga mendoakan, agar pernikahan mereka selalu bahagia dan sejahtera.
Dan setelah semua rangkaian ritual pernikahan telah selesai, juga menerima ucapan selamat dan doa dari semua orang, putri Xiu Ying di bawa kembali ke istananya untuk menunggu pangeran He Xuan Li datang.
__ADS_1
"Baik, acara pesta untuk merayakan pernikahan yang mulia putri Xiu Ying dan pangeran He Xuan Li akan di laksanakan nanti malam. Yang mulia kaisar telah menyiapkan semuanya untuk kalian." Ucap kepala pengawal istana dengan lantang di deoan semua orang.
"Terima kasih atas kebaikan yang mulia kaisar, semoga yang mulia selalu sejahtera." Ucap semua orang yang ada disana.
Setelah memberikan hormat kepada kaisar, semuanya kembali dan bersiap untuk nanti malam. Dan tentu saja mereka juga akan membawa hadiah mereka untuk putri Xiu Ying dan pangeran He Xuan Li.
Lin Yao dan Feng Ying keluar dari aula istana.
"Lin'er."
Lin Yao menoleh, dan seketika tersenyum saat melihat siapa yang memanggilnya tadi.
"Ibu." Ucap Lin Yao seraya berjalan mendekati nyonya Xia.
"Apa kau sudah akan pulang?"
Lin Yao mengangguk "Benar ibu, aku harus menyiapkan hadiah untuk yang mulia putri Xiu Ying dan pangeran He Xuan Li."
"Jika begitu, kita bisa pulang bersama."
"Baik, tentu saja."
Nyonya Xia, Lin Yao dan kedua pelayan setia mereka berjalan keluar istana.
"Nyonya Xia, nona muda Liu. Saya di perintahkan oleh yang mulia pangeran Rong untuk mengantarkan kalian pulang." Ucap Xiao Bo.
"Tuan Xiao Bo, kami bisa kembali ke paviliun sendiri." Ucap Lin Yao.
"Maafkan saya nona, ini adalah perintah dari yang mulia. Dan saya tidak bisa melanggar perintah ini, mohon kepada nona muda Liu dan nyonya Xia naik ke atas kereta."
Lin Yao sangat tidak mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh pangeran Rong, dia merasa sudah seperti permaisurinya saja.
"Lin'er, lebih baik kita naik. Jangan membuat tuan Xiao Bo kesulitan. Lagi pula ini merupakan sebuah perhatian dari yang mulia pangeran Rong kepada mu." Ucap nyonya Xia mencoba membujuk putrinya.
"Baiklah ibu." Ucap Lin Yao mengalah.
Xiao Bo membantu nyonya Xia dan Lin Yao masuk ke dalam kereta kuda.
Dan setelah mereka naik juga duduk di dalam dengan baik, kereta mulai berjalan, membawa mereka kembali ke paviliun.
__ADS_1
Pangeran Rong yang melihat Lin Yao dan nyonya Xia pergi dengan kereta yang dia siapkan, tersenyum.
"Biasanya aku yang di bujuk oleh orang lain, tetapi kali ini aku yang harus membujuk dia. Dia memang wanita yang berbeda."