
"Apakah semua air untuk persediaan sudah cukup?" Ucap pangeran Rong pada panglima perang.
"Sudah yang mulia, kami hanya harus menutup aliran sungai yang ada disini."
"Bagus, setelah itu kita akan menuangkan racun ke dalam aliran sungai, dan menunggu mereka meminum airnya."
"Benar yang mulia."
Pangeran Rong melihat beberapa pasukannya sedang menutup aliran sungai secara sembunyi-sembunyi dengan tanah, agar pasukan dari negara Yu tidak merasa curiga.
"Yang mulia, apakah semuanya sudah siap?" Tanya Lin Yao yang baru saja tiba pada pangeran Rong.
"Mereka sedang menutup aliran sungai yang mengalir kesini."
Lin Yao mengangguk "Pasukan yang mulia bergerak dengan cepat."
"Mereka sudah terbiasa dengan peperangan seperti ini."
Setelah beberapa saat, mereka telah menutup sebagian besar aliran sungai yang mengalir ke tempat mereka.
"Baiklah, kau tuangkan racun ini secara diam-diam pada aliran sungai itu. Air sungai mengalir ke arah musuh, dan ini cukup menguntungkan bagi kita." Ucap panglima perang pada salah satu pasukan naga merah.
"Baik."
Salah satu pasukan itu lalu masuk ke dalam hutan dengan hati-hati, untuk menuangkan racun itu pada aliran sungai yang mengalir dari tempat mereka, menuju ke tempat pasukan negara Yu.
"Baik, malam ini kita akan menunggu. Kemungkinan mereka akan mengambil air di sungai itu pada sore hari." Ucap pangeran ke 3.
"Benar." Ucap kepala pasukan perang.
Mereka lalu menunggu sambil bersiap-siap untuk menghadapi pasukan lawan, jika sewaktu-waktu menyerang saat malam hari.
Pangeran ke 3 melihat Lin Yao, dia tidak menyangka jika wanita yang di sukai oleh adiknya adalah wanita yang luar biasa.
Dan kemungkinan nanti malam pasti akan menjadi malam yanh sangat melelahkan, karena mereka akan secara langsung bertarung dengan pasukan negara Yu.
"Peperangan jarak dekat seperti ini, di tambah melihat strategi perang mereka sebelumnya, malam ini pasti mereka akan menyerang kesini secara diam-diam." Ucap pangeran Rong.
"Kau benar, jadi saat matahari terbenam aku dan panglima perang serta sebagian pasukan akan menyelinap lebih dulu kesana, sebelum mereka melakukannya." Ucap pangeran ke 3.
Pangeran Rong mengangguk.
Rencana sudah di sepakati, tetapi ada sedikit kekhawatiran pada pangeran ke 3 terhadap calon permaisuri adiknya. Namun dia juga merasa sedikit yakin, jika Lin Yao bisa menghadapi orang-orang yang akan menyerang nanti.
Hari semakin larut, dan apa yang di perkirakan oleh pangeran ke 3 benar, jika pasukan lawan mengambil air di aliran sungai sebelum malam datang.
"Lin'er, kau belum makan sesuatu sejak tiba disini." Ucap pangeran Rong.
__ADS_1
"Yang mulia, aku akan makan dengan tenang jika kita telah menenangkan peperangan ini."
"Tidak, walaupun kita sedang berada di situasi seperti ini. Aku tidak mau kau kelaparan dan tidak memiliki kekuatan yang cukup."
Lin Yao menatap pangeran Rong dengan heran, karena saat ini mereka berada di medan perang. Dan nanti malam mungkin mereka akan bertarung dengan kekuatan yang mereka miliki, tetapi seorang Dewa perang di depannya saat ini justru terlihat sangat tenang.
"Kita akan menghadapi mereka secara langsung, semua pasukan juga telah memakan makanan mereka. Dan kau pun harus makan. Malam nanti kita tidak tahu apa yang akan terjadi." Ucap pangeran Rong lagi.
Situasi saat ini cukup tenang, namun di balik suasana yang tenang pasti ada sesuatu yang bersembunyi. Karenanya, sebelum hal itu terjadi pangeran Rong telah membuat beberapa jebakan di sekeliling tenda pasukannya.
****
Braaaak!
Braaaak!
Taang!
Taang!
Lin Yao yang mendengar suara keributan di luar tendanya saat tengah malam, segera berdiri dan mengambil pedang yang dia letakan di samping dirinya.
Dengan cepat Lin Yao membuka kain yang menutupi pintu tendanya.
Di depannya ada pasukan pangeran Rong sedang bertarung dengan pasukan negara Yu, di tengah-tengah pasukan itu Lin Yao melihat pangeran Rong mengayunkan pedangnya pada musuh.
Suara laki-laki begitu keras mendekati Lin Yao sambil bersiap untuk mengayunkan pedangnya.
Traaaaaaang!
Dengan gerakan yang cukup cepat, Lin Yao menghalau pedang dari laki-laki itu dan menendang perut laki-laki yang mencoba menyerangnya itu.
Pertarungan di tengah malam itu pun tidak bisa terhidarkan lagi, entah pangeran Rong maupun Lin Yao. Kedua orang itu bersama-sama menghadapi semua musuh yang ada di depan mereka.
(Ini terjadi bukan tengah malam pas ya, ini sekitar jam 2 dini hari)
Sementara pangeran ke 3 dan panglima perang menyusup ke dalam tenda pasukan negara Yu, sama seperti yang mereka lakukan pada tenda pasukan pangeran Rong.
Lebih dari 2 jam mereka bertarung dan lebih dari 50 orang telah Lin Yao bunuh dengan pedang di tangannya.
"Lin'er, kau baik-baik saja?" Ucap pangeran Rong yang melihat Lin Yao kelelahan.
"Saya baik-baik saja. Tetapi sepertinya ini tidak akan berakhir dengan cepat."
"Kau benar, pangeran ke 3 juga belum kembali dengan membawa salah satu pangeran negara Yu itu."
Traaaaaang!
__ADS_1
Pangeran Rong menghadang pedang dari salah satu pasukan negara Yu yang akan mengenai Lin Yao.
"Beraninya kau ingin membunuh permaisuri ku!" Seru pangeran Rong.
Jleeeeeeb
"Aaaaaaaakh!"
Dengan satu gerakan, pangeran Rong menghujam tubuh salah pasukan dari negara Yu itu.
Lin Yao menatap pangeran Rong yang mengeluarkan aura membunuhnya.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya pangeran Rong setelah membuat orang itu tumbang.
Lin Yao mengangguk "Iya."
Pertarungan terus berlanjut hingga matahari menampakan dirinya, banyak dari pasukan negara Yu yang mati dalam peperangan itu. Karena sebagian dari mereka telah meminum air yang tercampur racun.
Bruuuuuuk!
Pangeran ke 3 yang berhasil mengalahkan pasukan negara Yu, melemparkan salah satu pangeran negara itu di depan pangeran Rong dan Lin Yao.
"Aaaaaakh!" Teriak pangeran negara Yu itu saat tubuhnya tersungkur di atas tanah.
Pangeran Rong menatap salah satu pangeran dari negara Yu itu dengan tatapan dinginnya.
"Aku mengira siapa yang akan ikut bertarung dalam peperangan ini. Ternyata pangeran ke 2 Yu." Ucap pangeran Rong dengan datar.
"Pangeran Rong, kau sungguh licik*! Kau meracuni pasukan ku dan membuat mereka mati."
"Pangeran ke 2 Yu, kau tidak mempunyai bukti. Pasukan mu mati karena pasukan naga merah ku, dan kau tidak bisa mengelak hal itu."
"Itu tidak mungkin." Desis pangeran ke 2 Yu.
"Bawa pangeran ke 2 Yu, aku yakin kaisar Yu akan melakukan kerjasama yang bagus demi menyelamatkan putra tercintanya ini."
"Baik yang mulia." Ucap panglima dan kepala pasukan perang.
Kedua orang itu menyeret pangeran ke 2 Yu yang sudah terluka parah. Mereka akan membawanya kembali ke istana sebagai sebuah alat kesepakatan, yang akan mereka bicarakan dengan kaisar negara Yu.
"Li, apa kau yakin dengan rencana yang kau buat? Kau tidak khawatir jika mereka melakukan hal ini lagi nanti?" Ucap pangeran ke 3 pada pangeran Rong.
"Mereka tidak akan berani, jika mereka masih berani melakukannya lagi. Maka aku sendiri dan pasukan naga merah ku yang akan menghancurkan negara itu hingga tak tersisa."
Pangeran ke 3 terkejut dengan ucapan pangeran Rong. Jumlah pasukan naga merah yang di latih oleh pangeran Rong selama lebih dari 3 tahun itu berjumlah lebih dari 9000 orang, dan mereka merupakan pasukan terkuat di dataran timur hingga barat itu.
Karena itu, negara yang sangat tahu bagaimana mengerikannya pasukan naga merah milik pangeran Rong, tidak akan berani berbuat macam-macam pada negara Chao.
__ADS_1