
"Itu tidak mungkin, kau hanyalah wanita yang tidak berguna dan tidak memiliki bakat apapun!" Seru Fang Yin.
"Jika kau tidak mempercayainya, kau bisa melihatnya sendiri."
Fang Yin menggelengkan kepalanya, pengawal di rumah itu setidaknya berjumlah lebih dari 10 orang. Namun tidak seorang pun yang datang ke kamarnya.
"Kau sudah cukup membuatku dan ibuku hidup menderita sewaktu di dalam kediaman Liu dulu, bahkan sekarang kau sampai membunuh ibuku dengan meminta seseorang meletakan obat pada makanannya." Ucap permaisuri An.
"Dia pantas mendapatkan itu. Dia hanyalah wanita yang sakit-sakitan."
"Jika bukan karena ibumu dan kau yang selalu memberikan obat pada ibuku, dia pasti tidak akan pernah sakit. Kalian berdua memang wanita yang tidak tahu berterima kasih!"
Kedua mata permaisuri An menatap Fang Yin dengan tajam, dia juga bahkan menghunuskan pedang miliknya di depan wajah Fang Yin.
"Atas kematian ibu ku, aku tidak akan melepaskan mu. Liu Fang Yin!" Ucap permaisuri An.
Fang Yin yang saat ini tidak memiliki kekuatan apapun hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia begitu takut melihat perubahan pada permaisuri An.
"Kalian, seret wanita ini. Aku akan pelan-pelan memberinya hukuman." Ucap permaisuri An pada beberapa pengawal yang ikut dengannya.
"Baik yang mulia."
Para pengawal itu segera memegangi tangan Fang Yin dengan kuat.
"Liu Lin Yao! Kau tidak bisa melakukan hal ini padaku. Jika kau melakukannya, aku pastikan pangeran Rong akan mati!" Seru Fang Yin.
Plak!
"Kau mengatakan hal itu dengan begitu mudah, sepertinya kau teah melupakan jika dia adalah suami ku." Ucap permaisuri An.
Fang Yin menatap permaisuri An dengan tatapan tidak suka. Rasany dia sungguh ingin membunuh permaisuri An saat itu juga.
"Aku akan membunuhmu, dan membuangmu! Agar di kehidupan selanjutnya, kau tidak akan pernah mendapatkan keberuntungan dan hanya akan mendapatkan hinaan!"Ucap Fang Yin dengan keras.
"Saat ini kau telah berada dalam tanganku, dan kau berani mengatakan hal yang membuat ku ingin segera membunuh mu."
Fang Yin terus memberontak saat para pengawal itu mencoba membawa Fang Yin pergi. Bagi Fang Yin berhasil melarikan diri dari pengasingan dan menghasut salah satu pangeran, merupakan kesempatan besar.
Tetapi semua itu harus berakhir dengan permaisuri An mendatangi dirinya.
"Fang Yin, aku berjanji akan membuatmu merasakan lebih baik mati dari pada hidup di dunia ini, karena kau telah banyak melakukan kejahatan." Ucap permaisuri An.
Para prajurit yang datang bersama dengan permaisuri An membawa Fang Yin ke sebuah rumah kayu yang telah permaisuri An buat sebelumnya. Dan dia berencana ingin membuat perhitungan pada Fang Yin, sebelum dia pergi ke perkemahan untuk membantu pangeran Rong.
Bruuuuk!
Fang Yin di lempar ke atas tanah oleh dua prajurit yang membawanya hingga tubuhnya tersungkur.
__ADS_1
"Liu Lin Yao, beraninya kau melakukan ini padaku!" Seru Fang Yin dengan tatapan yang penuh kebencian.
Permaisuri An hanya diam, namun kakinya melangkah mendekati Fang Yin.
"Kau sudah membuat ibuku meninggal, apa kau berpikir jika aku tidak berani melakukan apapun terhadap mu?" Ucap permaisuri An seraya menatap Fang Yin.
Tatapan permaisuri An begitu tajam, bahkan berhasil membuat Fang Yin gemetar ketakutan.
"Sekarang kau adalah seorang permaisuri, kau tidak akan...."
"Kau mengetahui jika aku adalah seorang permaisuri, tetapi kau sebagai rakyat negara Chao tidak menghormati ku. Dan bahkan memilih mengkhianati negara dengan berkolusi bersama negara lain!"
Suara permaisuri An cukup keras, sehingga Fang Yin yang sudah gemetar mundur dengan cepat. Dia sungguh tidak menyangka jika perubahan yang terjadi pada permaisuri An begitu besar.
"Wanita ini, bagaimana bisa dan sejak kapan dia memiliki keberanian sebesar ini?"
Permaisuri An menatap kedua prajurit yang berdiri tidak jauh darinya.
"Kalian, ikat wanita itu!" Ucap permaisuri An.
"Baik yang mulia."
Kedua prajurit itu berjalan ke arah Fang Yin dengan cepat dan menariknya.
"Lepaskan aku! Liu Lin Yao, apa yang akan kau lakukan padaku? Lepaskan aku!" Teriak Fang Yin.
Saat ini Fang Yin telah di ikat pada tiang kayu yang berada di dalam rumah itu.
Syuuuuut
Plak! Plak! Plak!
"Aaaakh! Hentikan! Aaaaaakh!"
Teriakan Fang Yin saat permaisuri An melayangkan tali pada tubuhnya, begitu nyaring terdengar. Namun permaisuri An tidak memperdulikan teriakan itu, dia terus memuukul Fang Yin dengan keras.
"Liu Fang Yin! Aku tidak akan pernah mengampuni mu!" Seru Fang Yin.
Plak! Plak!
"Jika kau masih bertahan disini sampai aku selesai memukul mu dan memberimu balasan, maka aku akan membiarkan mu untuk pergi. Tetapi jika tidak, maka kau harus memohon ampunan pada ibuku di alam kematian!" Ucap permaisuri An.
"Itu tidak akan pernah terjadi, aku tidak akan pernah memohon ampun kepada ibumu!"
Plak! Plak! Plak!
Permaisuri An terus mengayunkan tali itu, hingga Fang Yin tak bisa lagi menahannya dan dia tak sadarkan diri di atas tanah.
__ADS_1
Melihat keadaan Fang Yin yang tak sadarkan diri, permaisuri An membuang tali yang dia gunakan tadi.
"Kalian tetap disini, dan awasi dia." Ucap permaisuri An.
"Baik yang mulia."
Kedua prajurit itu melihat permaisuri An dengan rasa takut mereka, karena ternyata permaisuri An yang terlihat begitu cantik juga lemah, memiliki kekuatan yang luar biasa dan memiliki sifat seperti pangeran Rong.
Permaisuri An berjalan keluar dari rumah kayu itu, "Sekarang aku akan membantu yang mulia pangeran Rong, dan aku juga tidak akan membiarkan orang yang telah membantu Fang Yin hidup dengan baik."
Dengan menaiki kudanya, permaisuri An kembali ke perkemahan pangeran Rong dengan 6 prajurit lainnya dan meninggalkan Fang Yin bersama dengan 4 prajurit disana.
Dan saat tiba di perkemahan, permaisuri An melihat jika perkemahan pangeran Rong telah di serang dan saat ini telah terjadi pertempuran.
"Aku harus menyelinap, dan mencari pangeran itu." Ucap permaisuri An.
Permaisuri An menatap ke 6 prajurit yang berada di belakangnya.
"Kalian bersiaplah, pasukan dari negara lain telah menyerang." Ucap permaisuri An.
"Baik yang mulia."
Ke 6 prajurit itu lalu berpencar dan ikut berperang melawan musuh yang sudah menyerang lebih dulu ke perkemahan mereka.
Dengan cepat permaisuri An menyelinap ke dalam area perkemahan itu.
"Li." Gumam permaisuri An saat melihat pangeran Rong menjadi target pemanah dari balik semak.
Permaisuri An mencari sebuah panah, dan setelah mendapatkan panah itu dia segera mengarahkannya pada pemanah yang berada di balik semak.
Syuuuuuuuuut
Jleeb!
"Aaaaaakh!"
Teriakan terdengar saat anak panah yang permaisuri An ledatkan berhasil mengenai dada pemanah itu.
Pangeran Rong yang melihat itu menoleh, dan dia melihat permaisurinya telah datang.
Permaisuri An yang melihat pangeran Rong, mengangguk. Dan dengan membawa busur panah di tangannya, permaisuri An turut berperang melawan pasukan musuh.
Peperangan itu berjalan cukup sengit, entah permaisuri An maupun pangeran Rong terus bertarung tanpa henti. Sampai akhirnya permaisuri An menemukan pangeran negara musuh yang sejak tadi dia cari.
"Hari ini aku akan membalas kematian ibu, dengan kematian kalian." Ucap permaisuri An.
__ADS_1
Dengan cepat permaisuri An berlari ke arah pangeran negara musuh yang sedang melawan pasukan naga merah milik pangeran Rong.
"Lin'er." Ucap pangeran Rong saat melihat permaisurinya berlari menuju pangeran negara musuhnya itu.