
Pagi ini berita tentang tintah kaisar yang memberi gelar kepada permaisuri pangeran Rong telah tersebar dengan sangat cepat, dan berita itu telah terdengar oleh nyonya Xiao dan nyonya Xia yang tengah duduk bersama di dalam paviliun.
"Yang mulia kaisar sangat bijaksana, beliau memberikan gelar pada Lin'er dengan cepat, dan gelar permaisuri An memang sangat pantas dengan kepribadian yang di miliki oleh Lin Yao.
"Aku bahagia, Lin'er begitu sangat di terima dan di sukai oleh semua orang di negara Chao ini. Meskipun di suatu tempat pasti ada segelintir orang yang merasa iri, dan tidak suka." Ucap nyonya Xiao.
"Benar, tetapi meskipun begitu mereka akan tetap kembali ke paviliun ini, dan aku mengkhawatirkan hal ini."
"Apakah yang mulia pangeran Rong benar-benar telah memutuskan hal itu?"
Nyonya Xia mengangguk, "Satu hari sebelum pernikahan mereka, beberapa pengawal istana membawa dua kotak besar. Dan kedua kotak itu berisi barang-barang milik yang mulia pangeran Rong."
"Dia telah memutuskan sendiri, dan dengan adanya barang-barang yang mulia pangeran Rong disini, kita tentu tidak bisa untuk berkata tidak kepadanya."
"Benar. Dia pernah berjanji padaku dan Lin'er, setelah mereka menikah yang mulia pangeran Rong akan mengikuti kemanapun Lin'er akan tinggal, karena Lin'er tidak ingin tinggal di dalam istana kerajaan."
"Sepertinya Lin'er kita benar-benar telah membuat yang mulia pangeran Rong yang terkenal kejam di medan perang, menjadi takut kehilangan dan tidak ingin jika Lin'er jauh darinya."
"Kau benar, aku berharap mereka akan selalu saling melengkapi seperti itu."
Nyonya Xiao mengangguk, "Iya."
Nyonya Xia menatap teh yang ada di tangannya, dia merasa sedikit lega setelah Lin Yao benar-benar telah menikah dengan pangeran Rong.
"Apa kau telah menyiapkan kamar mereka?" Ucap nyonya Xiao.
"Besok aku akan meminta beberapa orang untuk memindahkan beberapa barang, agar kamar mereka terlihat lebih luas."
"Baguslah jika begitu."
"Iya, sekarang Lin'er tidak lagi tinggal sendirian di dalam kamar itu. Aku tidak ingin yang mulia pangeran Rong merasa tidak nyaman."
"Kau benar, bahkan jika perlu seharusnya kita membesarkan sedikit kamar itu."
__ADS_1
"Tetapi itu tidak mungkin, hanya tersisa 6 hari lagi mereka akan datang."
"Iya, kau benar."
Pengantin yang baru menikah akan berkunju g ke rumah orang tua pengantin wanita, untuk memberi salam kepada semua anggota keluarga dan menginap beberapa hari disana.
Tetapi karena pangeran Rong dan Lin Yao akan tinggal di paviliun itu, dan mereka datang di hari ke 7 setelah pernikahan mereka, dan seterusnya mereka akan tinggal disana.
...----------------...
"Lin'er, minumlah sup tulang sapi ini. Sebelum dingin." Ucap pangeran Rong saat mereka duduk di dalam aula istana pangeran Rong untuk sarapan.
"Yang mulia, saya memiliki alergi terhadap daging maupun tulang sapi. Jadi saya tidak bisa meminum sup tulang sapi ini."
"Benarkah? Aku tidak mengetahui hal kecil seperti itu. Aku akan meminta koki istana membuatkan sup yang lainnya untuk mu."
"Tidak perlu yang mulia, aku telah meminta Feng Ying membuat air rebusan dari jahe merah dan beberapa rempah."
"Baiklah jika begitu. Kau harus memberitahu ku tentang apa saja yang tidak bisa kau makan. Agar aku mengerti dan mengatakan kepada koki agar tidak membuat makanan itu."
"Baik yang mulia."
Ini merupakan hari pertama bagi Lin Yao tinggal di dalam istana, dia melihat begitu banyak pelayan yang berjalan kesana kemari untuk melakukan pekerjaan mereka.
"Feng Ying, taman di dalam istana pangeran Rong ini sangat besar dan indah." Ucap Lin Yao saat mereka berada di taman istana.
"Benar, yang mulia. Bunga-bunga yang berada di dalam taman juga sangat banyak dan bermacam-macam."
"Iya, aku khawatir jika kita nanti pulang dan meninggalkan istana ini, apakah yang mulia pangeran Rong akan merasa bosan di paviliun yang bahkan lebih kecil dari luas tamannya ini?"
"Yang mulia, yang mulia pangeran Rong telah memilih dan menikahi anda. Beliau juga telah berjanji kepada anda dan nyonya, jika beliau akan mengikuti kemanapun yang mulia tinggal."
"Itu benar, hanya saja orang-orang di luar sana pasti akan berpikir jika aku adalah wanita yang tidak memikirkan perasaan yang mulia, terlebih lagi para perdana menteri pasti menginginkan yang mulia memiliki dua atau tiga selir."
Feng Ying terdiam, dia sangat mengerti jika anggota kerajaan pasti akan memiliki beberapa selir di dalam istana mereka.
__ADS_1
Lin Yao menatap lurus melihat bunga-bunga yang berada di taman itu.
"Bisakah aku bertahan dengan para selir-selir mu nanti, yang mulia? Dan apakah aku juga harus bersaing dengan mereka dalam mendapatkan perhatian dan kebaikanmu?"
Pangeran Rong saat mungkin sangat tertarik dan sangat menyukai Lin Yao sehingga dia menikah dan tidak ingin berpisah dari Lin Yao. Tetapi itu tidak menjamin, apakah kelak dia bisa tetap hanya akan bersama dengan Lin Yao, atau akan memiliki beberapa selir seperti yang para perdana menteri inginkan.
"Feng Ying, kita kembali ke dalam kamar." Ucap Lin Yao.
"Baik yang mulia."
Lin Yao dan Feng Ying berjalan kembali ke dalam kamar, karena mereka disana hanya untuk menghilangkan rasa bosan saja.
Sementara dari balik bebatuan yang tidak jauh dari tempat Lin Yao dan Feng Ying berada tadi, Xiao Bo bersembunyi dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Ternyata yang mulia permaisuri memikirkan begitu banyak hal tentang yang mulia pangeran Rong. Aku harus segera memberitahu yang mulia mengenai hal ini." Ucap Xiao Bo.
Xiao Bo berjalan pergi dari balik bebatuan itu menuju ke ruang baca dimana pangeran Rong berada.
"Jadi permaisuri ku memikirkan hal itu?" Ucap pangeran Rong setelah Xiao Bo memberitahunya tentang apa yang di katakan oleh Lin Yao.
"Benar yang mulia."
"Baiklah, aku mengerti. Kau bisa kembali."
"Baik yang mulia."
Setelah Xiao Bo pergi, pangeran Rong berdiri dan berjalan ke arah jendela ruang bacanya.
"Kita baru saja menikah, tetapi kau sudah memikirkan hal-hal yang mungkin tidak pernah aku pikirkan." Ucap pangeran Rong.
Menikah dengan seorang pangeran tentulah menjadi hal sangat luar biasa, namun di dalam istana pasti selalu ada persaingan antar selir untuk mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari suami mereka.
Tetapi bagi pangeran Rong yang telah berada di garis depan setiap ada peperangan, dan tidak pernah memiliki wanita yang membuatnya menolehkan pandangannya. Tentu tidak mudah untuk membuat istana harem seperti yang telah Lin Yao pklikirkan di dalam istana.
"Sepertinya aku harus memberitahu ayah kaisar, agar mengumumkan jika aku akan tinggal di luar istana dan tidak akan memiliki selir satu pun kepada para perdana menteri. Lagi pula, aku bukanlah seorang putra mahkota." Ucap pangeran Rong lagi.
__ADS_1
Sebagai seorang laki-laki yang telah menikahi wanitanya, dan meyakinkan wanita itu dengan serius. Tentu dia tidak akan mengambil tindakan yang akan membuat istrinya itu merasa tersakiti.