Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #53


__ADS_3

"Aaaaakh! Hentikan!"


"Aaaaakh! Aaaakh!!"


Suara teriakan kesakitan saling bersautan di dalam ruangan yang berbeda.


Itu adalah teriakan dari dua pangeran dan putri kerajaan Yu, yang telah membuat pangeran Rong geram dan marah.


Ya, pangeran Rong membawa mereka bertiga ke dalam 3 ruangan terpisah, dan memerintahkan kepada para petugas penjaga untuk m*ncambuuk dan menghukum mereka dengan layak.


Ketiga orang itu telah memprovokasi seorang dewa perang yang telah membunuh ribuan musuh, dan menghancurkan lebih dari 10 kerajaan dalam kurun waktu yang cukup singkat. Dan itu merupakan sebuah kesalahan yang sangat besar.


"Yang mulia! ampuni saya. Saya bersalah, mohon ampuni saya, yang mulia!" Seru pangeran ke 2 dari dalam ruangan.


Di ruangan lain, putri Yu Meng hanya bisa berteriak kesakitan sambil menangis menahan semua pukulan dari para petugas penjara itu.


"Yang mulia pangeran Rong, kau sungguh kejam! Aku begitu menyukai mu, tetapi kau sama sekali tidak pernah melihat ku. Bahkan kau lebih memilih menghukum ku demi wanita r3ndahann itu. Tetapi walau begitu, aku akan tetap membawa perasaan ini hingga aku mati, agar di kehidupan berikutnya kau bisa merasakan dan menerima perasaan ku ini."


Sautan teriakan masih terdengar dengan jelas di telinga, karena para petugas penjara masih memukulii mereka.


...----------------...


"Li, kau benar-benar memerintahkan mereka untuk menghukum kedua pangeran, dan putri kerajaan Yu itu dengan keras?" Ucap putra mahkota pada pangeran Rong.


"Benar, mereka ingin memisahkan aku dengan Lin'er. Dan salah satu pasukan mereka hampir membunuh Lin'er di depanku, mereka kembali ke kerajaan mereka dengan tubuh yang utuh, itu merupakan kebaikan dari ku."


Putra mahkota terkejut, sifat pendendam yang begitu kuat dan rasa ingin melindungi yang begitu besar. Telah membuat pangeran Rong berani mengambil tindakan yang cukup kejam.


"Jika mereka mati, atau cacat. Bukankah itu akan membuat negara kita bermusuhan dengan negara Yu?"


"Mereka telah menganggap kita sebagai musuh terlebih dulu, kakak pertama. Dan kau sangat tahu bagaimana aku bersikap terhadap para musuhku dan musuh negara ini."


Putra mahkota tidak bisa berkata apa-apa lagi, semuanya pasti telah di pikirkan oleh pangeran Rong sebelum dia mengambil tindakan untuk menghukum ketiga orang itu.


"Kakak pertama tidak perlu memikirkan itu, sebentar lagi kakak kedua akan menikah. Dan kita harus memberikan pengawalan yang ketat, karena aku tidak yakin jika pangeran ke 2 dari negara He itu benar-benar telah menerima pernikahan kakak kedua dengan pangeran He Xuan Li." Ucap pangeran Rong.


"Kau benar, pangeran ke 2 dari kerajaan He juga memiliki ambisi yang tinggi. Dia pasti tidak akan mudah menerima kekalahannya begitu saja, terlebih pangeran He Xuan Li hanyalah anak dari seorang selir yang telah meninggal."


"Seorang pangeran yang sangat pintar dan berbakat, di sia-siakan di dalam kerajaannya. Tetapi seorang pangeran bod0h justru di puja dan di agungkan. Benar-benar sangat di sayangkan."


"Aku hanya berharap pangeran He Xuan Li tidak akan mengecewakan putri Xiu Ying, dan negara kita."

__ADS_1


Pangeran Rong menatap putra mahkota, "Kakak tidak perlu khawatir, kita memperlakukan dia dengan sangat baik. Juga menghargainya, dia adalah orang yang pintar, pasti tahu bagaimana harus bersikap."


"Kau benar, semoga saja dia bisa menjadi suami yang baik bagi Xiu'er."


Pangeran Rong mengangguk, lalu berdiri.


"Aku akan kembali ke istana ku. Dan akan menyelesaikan tulisan ucapan selamat itu besok." Ucap pangeran Rong.


"Baiklah, aku akan meminta adik ke 3 untuk datang besok."


Pangeran Rong mengangguk, kemudian dia berjalan pergi meninggalkan putra mahkota.


Putra mahkota melihat adik ke 4 nya, dan merasa cukup khawatir padanya.


"Li, aku harap setelah kau menikah. Kau akan berubah sedikit lebih lembut dan membuang sifat pendendam mu itu." Gumam putra mahkota.


Saat pangeran Rong berjalan menuju istananya, dia melihat pangeran ke 5 tengah berdiri di depan kolam ikan yang berada di tengah taman istana.


"Huan Ming." Ucap pangeran Rong.


Pangeran ke 5 berbalik, "Kak Li."


"Apa yang sedang kau lakukan disini?"


"Bagaimana latihan mu?"


"Semuanya berjalan dengan baik."


"Itu bagus, beberapa hari ini kau akan disini. Pergilah menemui yang mulia selir Ma."


Pangeran ke 5 mengangguk, "Aku akan kesana nanti."


Pangeran Rong menepuk bahu adiknya, "Aku tahu kau dan dia sedang tidak baik. Tetapi bagaimana pun, dia adalah ibu kandung mu. Kau tidak boleh terlalu keras hati padanya."


"........ Aku mengerti."


Pangeran Rong berjalan mendekati kolam ikan itu.


"Huan Ming, terkadang seseorang perlu merubah dirinya. Kau dan yang mulia selir Ma adalah satu darah yang berada di dalam sebuah wadah. Mau kemana kau pergi, kau akan tetap kembali. Karena kau tidak akan pernah merasa lebih baik, saat kehilangan sebagian darah itu."


Pangeran ke 5 terdiam, dia sangat mengerti arti kata yang di ucapkan oleh pangeran Rong.

__ADS_1


"Sudah lebih dari 3 tahun, aku menunggu ibu untuk berkata jujur padaku. Tetapi......"


"Dia pasti memiliki alasan sendiri, sehingga tidak ingin kau mengetahuinya. Dan kemungkinan besar alasannya itu akan membuat mu lebih baik."


Pangeran ke 5 menatap pangeran Rong.


"Berilah dia kesempatan, sudah cukup kau mendiamkan ibumu seperti ini. Jangan membuat dirimu menyesal di kemudian hari."


Pangeran Rong kembali menepuk bahu pangeran ke 5, sebelum meninggalkannya seorang diri.


"Hanya itu yang bisa aku katakan padamu, Huan Ming. Jika kau tidak ingin terjadi sesuatu pada selir Ma. Maka kau harus berubah dan membuang sifat keras kepala mu itu."


Pangeran Rong terus berjalan meninggalkan taman istana menuju ke istananya sendiri.


Tiba di halaman istananya, pangeran Rong di sambut oleh Xiao Bo.


"Yang mulia." Ucap Xiao Bo.


"Katakan, ada apa?"


"Yang mulia, hamba melihat sekelompok orang yang masuk secara diam-diam ke negara ini."


"Siapa mereka?"


"Dari cara mereka berpakaian dan berbicara, hamba menduga jika itu adalah orang-orang dari negara He."


"Baru saja aku membicarakannya dengan kakak pertama mengenai mereka, sepertinya kita memang harus menyelesaikan ini."


"Hamba siap menjalankan perintah, yang mulia."


"Perketat penjagaan di paviliun ku, lalu malam ini kita akan menangkap mereka, dan mengirimkannya kembali ke negara mereka dengan baik."


Xiao Bo seketika merasakan hawa dingin yang begitu kuat, saat mendengar perkataan terakhir pangeran Rong.


"Lakukan!" Ucap pangeran Rong lagi.


"Baik yang mulia."


Xiao Bo lalu segera pergi untuk melakukan tugasnya.


"Pangeran ke 2 dari negara He ini, sepertinya dia tidak belajar dengan baik dari apa yang telah dia alami sebelumnya." Ucap pangeran Rong.

__ADS_1


Tatapan pangeran Rong kembali menajam, karena di hari-hari terakhir menjelang pernikahan kakaknya terjadi hal yang membuatnya geram dan marah.


__ADS_2