Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Ban #58


__ADS_3

"Feng Ying, ambilkan bahan obat ini di toko obat. Dan segera rebus semuanya." Ucap Lin Yao sambil memberikan satu lembar kertas berisi resep obat pada Feng Ying.


"Baik nona."


Feng Ying yang menerima resep obat itu segera pergi ke toko obat untuk mengambil bahan-bahan obat itu dari sana.


Sementara itu, Lin Yao membuka kembali kain yang menutupi luka di kaki tuan muda Xiao.


Lin Yao membersihkan luka itu, dan memberikan salep luka yang dia buat sendiri pada luka tyan muda Xiao. Kemudian menutupnya kembali luka itu dengan kain yang baru.


"Lin'er, katakan pada ibu apa yang telah terjadi dengan Ming Yu?" Ucap nyonya Xia yang melihat Lin Yao telah selesai membalut luka tuan muda Xiao.


"Ibu, kak Ming Yu telah keracunan."


"Apa?"


"Benar bu."


Lin Yao kemudian menceritakan tentang seorang wanita yang datang kr toko obatnya, sampai dia mengetahui jika tuan muda Xiao keracunan.


"Siapa orang yang telah berani melakukan itu pada Ming Yu?" Ucap nyonya Xia.


"Aku merasa ini semua ada kaitannya dengan wanita yang datang ke toko obatku."


"Maksud mu, nona itulah yang telah meracuni Ming Yu?"


Lin Yao mengangguk, "Benar bu, tetapi aku tidak menemukan bukti maupun orang yang bisa di jadikan saksi."


"Jika begitu, aku akan membantu mu mencari siapa orang yang telah berani meracuni tuan muda Xiao."


Lin Yao dan nyonya Xia menoleh ke arah pintu sesaat setelah mendengar sebuah suara.


"Yang mulia." Ucap Lin Yao dan nyonya Xia bersamaan.


Pangeran Rong berjalan masuk ke dalam kamar itu.


"Yang mulia, kenapa anda ada disini?" Ucap Lin Yao.


"Aku mendengar jika kau pergi ke luar dari ibu kota. Saat aku akan pergi untuk menyusul mu, Xiao Bi berkata jika kau telah kembali dan membawa tuan muda Xiao yang terluka ke paviliun, karena itu aku segera kesini."


Lin Yao menatap pangeran Rong dengan tidak percaya, perhatian dan kekhawatiran yang di miliki oleh pangeran Rong untuknya begitu besar.


"Ming Yu! Ming Yu." Ucap nyonya Xiao yang baru tiba di paviliun dengan tangisnya.

__ADS_1


"Nyonya Xiao." Ucap Lin Yao.


"Lin'er, dimana Ming Yu?" Tanya nyona Xiao pada Lin Yao tanpa menyadari adanya pangeran Rong disana.


"Bibi mohon tenang, kak Ming Yu ada sedang beristirahat disana."


Nyonya Xiao menatap putranya yang terbaring lemah di atas tempat tidur.


"Ming Yu." Ucap nyonya Xiao seraya berjalan cepat ke arah putranya.


Semua orang melihat nyonya Xiao yang menangis di depan putranya.


"Salam kepada yang mulia pangeran Rong, maaf atas kelancangan istri saya kepada yang mulia." Ucap tuan Xiao seraya memberi hormat.


"Tidak apa-apa tuan Xiao, aku bisa memahaminya. Nyonya Xiao pasti sangat mengkhawatirkan tuan muda Xiao."


"Terima kasih atas kebaikan dan pengertian yang mulia."


Tuan Xiao berjalan menghampiri istrinya yang masih menangis.


"Lin'er, aku ingin berbicara dengan mu." Ucap pangeran Rong.


Lin Yao mengangguk, "Baik yang mulia."


"Katakan padaku, apa yang terjadi pada tuan muda Xiao." Ucap pangeran Rong.


"Saya sendiri tidak tahu dengan pasti, yang mulia. Hari ini saya kedatangan seorang wanita yang sepertinya adalah salah satu putri dari keluarga bangsawan."


"Putri seorang bangsawan?"


"Benar yang mulia, dia menemui saya dan meminta bantuan kepada saya untuk menyelamatkan seseorang yang keracunan."


"Lalu, setelah itu?"


"Lalu......"


Lin Yao menceritakan semuanya pada pangeran Rong, dia juga berkata jika sebenarnya dia mencurigai wanita bangsawan yang meminta tolong padanya itu.


"Kenapa kau mencurigai wanita itu?" Ucap pangeran Rong setelah mendengarkan semua cerita Lin Yao.


"Dia mengatakan tentang kejadian keracuan itu dengan sangat baik dan tenang, seollah dia melihat sendiri apa yang dia katakan itu."


"Seseorang yang meminta bantuan akan berkata tidak tahu, atau pasti tidak sempat menceritakan semuanya karena dia ingin segera menyelamatkan orang itu."

__ADS_1


"Benar yang mulia, namun saat wanita itu menceritakan pada saya, dia terlihat begitu tenang dan memberikan rasa khawatir yang di buat-buat terhadap kak Ming Yu."


"Baiklah, aku akan meminta Xiao Li untuk menyelidiki wanita itu."


"Xiao Li?"


"Benar, dia adalah salah satu orang kepercayaan ku selain Xiao Bo."


"Tetapi saya tidak pernah melihatnya, yang mulia."


"Itu karena dia selalu aku tugaskan untuk menyelidiki orang-orang di luar ibu kota."


Lin Yao hanya mengangguk.


"Kau tenang saja, aku pasti akan menangkap dan membawa orang yang telah berani melakukan itu pada tuan muda Xiao."


"Terima kasih atas kebaikan yang mulia."


"Kau tidak perlu berterima kasih, dia pernah berkata jika kalian adalah kakak beradik. Itu artinya dia akan menjadi kakak iparku, dan sudah seharusnya adik ipar membantu kakak iparnya sendiri."


Lin Yao mengangguk, dia tidak percaya jika dewa perang yang begitu dingin dan kejam, akan begitu baik dan bersikap lembut di depannya. Dia bahkan mau membantu urusan keluarga Xiao demi dirinya.


"Pakaian untuk pernikahan kita telah selesai di jahit, kemungkinan dua hari lagi akan di kirimkan kesini beserta hiasan kepalanya." Ucap pangeran Rong.


"Saya mendengar dari tuan putri Xiu Ying, jika yang mulia sendiri yang telah melukis pakaian pengantin itu. Apakah benar?"


Pangeran Rong mengangguk, "Benar, aku ingin pengantin ku memakai pakaian yang aku lukis sendiri di hari pernikahan nanti. Aku bahkan melukisnya dengan sangat rinci sebelum kau menyetujui untuk menikah dengan ku."


Lin Yao yang hanya tahu jika pangeran Rong yang melukis pakaian pernikahan mereka terkejut, dia tidak menduga jika pangeran Rong telah melakukan banyak hal untuk pernikahan mereka, jauh sebelum dia berkata 'iya' padanya.


Pangeran Rong meraih tangan Lin Yao dan menggenggamnya, "Lin'er, kau pasti telah banyak mendengar tentangku yang tidak pernah kembali ke ibu kota, mendengar jika aku adalah dewa perang yang sangat kejam, dan kau juga pasti pernah mendengar jika aku tidak pernah dekat dengan seorang wanita setelah aku kembali ke ibu kota."


Lin Yao diam sejenak lalu mengangguk.


"Apa yang kau dengar adalah benar. Karena itu saat aku melihatmu dan tertarik tertarik padamu, aku tidak tahu harus melakukan apa, sehingga aku berkata dengan terburu-buru ingin menikahi mu saat aku tahu jika tuan Liu, selir dan anaknya selalu menindasmu dan ibumu di kediaman Liu dulu."


Pangeran Rong menatap tangan Lin Yao yang tengah dia genggam.


"Saat itu aku berpikir, jika aku menikahi mu mereka tidak akan lagi menindasmu, jika aku menikahi mu sepenuhnya aku bisa melindungi mu, dan jika aku menikahi mu maka semua orang yang berkata kau wanita yang lemah dan tidak berguna akan diam, dan berbalik menghormatimu. Tetapi..... Tanpa di duga, kau adalah wanita yang sangat kuat, sehingga aku semakin ingin menikahi mu dengan lebih banyak alasan lagi, hingga tidak ada satu alasan pun untuk tidak menikah dengan mu."


Lin Yao terdiam mendengar semua apa yang di katakan oleh pangeran Rong padanya saat ini.


"Tak di sangka, laki-laki yang terkenal kejam dan pendiam juga dingin. Bisa mengatakan semua isi hatinya padaku seperti saat ini. Lin Yao, haruskah aku berkata jika kau sangat beruntung telah di sukai oleh dewa perang ini?"

__ADS_1


__ADS_2