Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #85


__ADS_3

"Yang mulia, ini adalah pakaian yang anda inginkan." Ucap Feng Ying yang masuk ke dalam kamar permaisuri An seraya membawa pakaian pria.


"Bantu aku memakainya, dan juga bantu aku menata rambut."


"Baik yang mulia, tetapi.... Apakah anda benar-benar ingin melakukannya?"


"Feng Ying, mereka telah melakukan banyak kejahatan terhadap ku dan juga ibuku. Dan kematian ibuku, harus aku balaskan. Dan juga aku akan membantu pangeran Rong untuk membuat negara itu tidak lagi membuat masalah."


"Yang mulia."


Permaisuri An diam, saat ini yang berada dalam benaknya hanyalah membalas dendam kematian nyonya Xia dan Liu Lin Yao di tahun sekarang.


Feng Ying membantu melepaskan semua hiasan kepala permaisuri An, dan juga membantu mengganti pakaian yang saat ini permaisuri An kenakan, dengan pakaian yang tadi dia bawa.


Setelah selesai membantu permaisuri An memakai pakaian, Feng Ying juga mengikat rambut permaisuri An sehingga mirip seperti seorang pria.


"Bagus, kau tetaplah disini. Aku akan pergi ke perbatasan timur dan memberikan pukulan terberat untuk Feng Ying dan negara itu." Ucap permaisuri An.


"Yang mulia, yang mulia pangeran Rong telah berkata jika tempat itu sangat berbahaya. Yang mulia, saya mohon untuk tidak pergi kesana."


"Jika aku tidak kesana, maka kematian ibuku tidak akan pernah bisa aku balas."


"Yang mulia.


"Kau tetap disini, jika Xiao Li datang. Katakan padanya aku akan ke perbatasan timur untuk membalaskan kematian ibuku pada wanita itu."


Feng Ying tidak tahu harus menjawab apa, dia sungguh telah merasa sangat ketakutan.


Tanpa menunggu jawaban dari Feng Ying yang masih diam, permaisuri An berjalan keluar dari kamarnya.


"Siapkan kuda yang aku miliki dan bawa kemari." Ucap permaisuri An pada salah satu pengawal di paviliunnya.


"Baik yang mulia."


Pengawal itu bergegas menuju tempat untuk kuda-kuda mereka.


Tak lama pengawal itu datang dengan kuda milik permaisuri An yang di berikan oleh pangeran Rong.


"Yang mulia, ini kuda anda." Ucap pengawal itu.


Permaisuri An menerima tali untuk mengendalikan kuda itu.


"5 orang, ikut dengan ku." Ucap permaisuri An.


Dengan membawa 5 orang pengawal, permaisuri An pergi ke perbatasan timur untuk menemui dan memberi pembalasan pada Fang Yin.


Permaisuri An yang telah bisa menaiki kuda, dengan cepat melewati beberapa kota menuju perbatasan timur.


"Perbatasan timur merupakan perbatasan yang cukup bagus. Pantas saja mereka ingin menguasai perbatasan itu." Ucap permaisuri An pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Meskipun baru saja ibunya di makamkan, namun dia tidak bisa membiarkan Fang Yin yang telah membuatnya kehilangan sosok ibu, hidup dengan nyaman.


...----------------...


"Apa yang kau katakan, nyonya Xia meninggal?" Ucap pangeran Rong dengan terkejut.


"Benar, yang mulia. Dan hamba mendengar jika permaisuri An pergi untuk membalas dendam atas kematian nyonya Xia." Ucap Xiao Bo.


"Permaisuri An pergi, kemana dia?"


"Xiao Li berkata jika yang mulia permaisuri akan datang kesini, yang mulia."


Kedua mata pangeran Rong terbuka lebar, dia sungguh tidak menyangka jika permaisurinya akan datang ke medan perang setelah ibunya meninggal.


"Yang mulia, nyonya Xia meninggal setelah memakan makanan yang di berikan oleh seorang pelayan, dan pelayan itu di perintahkan oleh nona muda kedua Liu."


"Nona kedua Liu, bukankah dia telah terluka parah dan di asingkan?"


"Benar, yang mulia. Hanya saja dia dan ibunya melarikan diri saat pengawal yang membawa mereka tengah beristirahat.


"Jadi semuanya karena anak dari tuan Liu itu dan selirnya itu?"


"Benar yang mulia."


"Jadi untuk apa permaisuri datang kemari?"


Pangeran Rong diam, dia membayangkannya bagaimana perasaan permaisurinya, ketika harus kehilangan nyonya Xia, namun dia tidak berada di sisinya.


"Yang mulia, yang mulia." Ucap seorang prajurit di luar tenda.


"Katakan ada apa?" Ucap Xiao Bo.


"Yang mulia, yang mulia permaisuri An sedang menaiki seekor kuda kemari."


Pangeran Rong segera berdiri mendengar apa yang di katakan oleh prajurit yang berada di luar tendanya itu, dan dengan segera pangeran Rong berjalan keluar.


"Kau berkata jika permaisuri datang kemari dengan menaiki kuda?" Ucap pangeran Rong kepada prajuritnya.


"Benar, yang mulia."


Pangeran Rong berjalan menuju tenda paling depan, dan benar saja. Dia melihat permaisurinya yang baru saja tiba dan menuruni kudanya.


Dengan cepat pangeran Rong berjalan mendekati permaisuri An.


"Permaisuri ku." Ucap pangeran Rong.


Permaisuri An berbalik dan menatap pangeran Rong.


Pangeran Rong sangat terkejut melihat kedua mata permaisurinya sedikit bengkak, dan wajahnya sangat tidak baik.

__ADS_1


Tanpa memikirkan apa-apa lagi, pangeran Rong menarik tubuh permaisuri dan memeluknya.


"Tolong maafkan aku, karena ketika ibu meninggalkan mu, aku tidak berada bersama dengan mu." Ucap pangeran Rong.


Permaisuri An hanya diam, dia bahkan tidak lagi meneteskan air matanya. Karena saat ini yang ada dalam benaknya adalah membalas kematian ibunya.


Pangeran Rong melepaskan pelukannya lalu menatap permaisuri An.


"Permaisuri, kau baik-baik saja?" Ucap pangeran Rong lagi.


"Keadaan saya tidak baik, karena saya belum membalas kematian ibu, pada Liu Fang Yin."


Pangeran Rong menatap sebuah sorot mata yang tidak pernah dia lihat sebelumnya dari kedua mata permaisuri An.


"Apa maksud mu, ini semua adalah perbuatan Liu Fang Yin, anak dari tuan Liu dan selirnya itu?" Ucap pangeran Rong.


Permaisuri An mengangguk, "Benar, dia yang telah membuat ibu meninggal. Karena itu, saya akan membalasnya berkali-kali lipat."


"Tetapi kenapankau datang ke medan perang ini?"


Permaisuri An menatap pangeran Rong, "Karena wanita yang telah menghasut pangeran negara itu adalah Fang Yin. Dan saya akan membunuh mereka berdua dengan pedang saya sendiri."


Pangeran Rong yang tidak mengetahui hal tersebut merasa terkejut.


"Jadi karena dia, perbatasan timur ini kembali di serang. Jika memang begitu, aku tidak akan lagi segan-segan kepada mereka. Karena mereka telah membuat ibu meninggal."


Permaisuri An menatap lurus ke depan, bahkan jika saat ini Fang Yin berada di depannya. Rasanya ingin sekali dia langsung menghunuskan pedangnya pada leher Fang Yin.


Pangeran Rong meraih tangan permaisuri An, "Aku akan melindungi mu, jika kau menginginkan nyawa wanita itu. Maka akunakan memberikannya padamu."


"Terima kasih yang mulia."


Pangeran Rong menatap permaisurinya yang tengah menatapnya dengan tatapan kosong dan cukup dingin. Entah kenapa pangeran Rong merasa jika saat ini, permaisurinya bukanlah permaisuri yang dia temui seperti biasa.


"Permaisuri, langit telah berkehandak. Dan saat ini ibu pasti tengah bersiap memasuki kehidupannya yang baru, dan tentu saja dia akan lebih bahagia." Ucap pangeran Rong.


"Yang mulia, saya pernah berada di antara pintu hidup dan mati, juga pintu renkarnasi karena Liu Fang Yin. Dan kali ini, ibu juga merasakan apa yang pernah saya rasakan dulu. Jadi saya harus membuat dia merasakan juga, apa yang telah kami rasakan."


Pangeran Rong kembali memeluk permaisuri An, "Baik, aku mengerti. Aku akan melindungi dan menangkap wanita itu untukmu."


"Tidak perlu, saya mengetahui dimana saat ini dia berada."


Pangeran Rong menatap permaisuri An, "Kau... Mengetahui dimana dia?"


"Benar, saya sangat tahu bagaimana sifat seorang Fang Yin. Dan tentu saja saya mengerti dimana dia bersembunyi."


Mendengar perkataan permaisurinya, pangeran Rong hanya diam dan menatapnya dengan lekat.


"Sungguh, aku baru melihat dan mengetahui bagaimana permaisuri ku yang sebenarnya."

__ADS_1


__ADS_2