
Bulan terus berganti, dan perut permaisuri An terlihat semakin besar. Dia pun berjalan semakin pelan karena menahan berat perut dan tubuhnya.
"Yang mulia, anda ingin kemana?" Ucap Feng Ying yang memapah permaisuri An.
"Aku ingin duduk di taman, di dalam kamar rasanya begitu panas."
"Apakah anda ingin saya meminta pengawal istana untuk membawakan es batu untuk anda, yang mulia?"
"Apa itu boleh?"
"Tentu saja, yang mulia. Anda tetaplah disini, saya akan segera kembali setelah meminta pengawal membawakan es batu untuk anda."
"Baiklah jika begitu."
Feng Ying lalu segera keluar dari kamar permaisuri An, untuk meminta pengawal membawakan es batu.
Setelah Feng Ying keluar, seorang wanita datang dan berdiri tepat di depan pintu kamar permaisuri An.
Permaisuri An yang tidak mengenali wanita itu, menatapnya dengan penuh tanya, sebab dia belum pernah sama sekali melihat wanita itu.
"Siapa kau? Kenapa kau berdiri disana?" Ucap permaisuri An kepada wanita itu.
Wanita itu tidak menjawab, namun dia menatap permaisuri An dengan perasaan yang tidak suka dan tajam.
"Nona, apakah kita pernah bertemu sebelumnya dan aku melakukan kesalahan padamu?" Ucap permaisuri An lagi.
"Kau adalah wanita yang telah merebut pangeran Rong dariku, dan kau bertanya siapa aku?" Ucap wanita itu.
"Apa maksud perkataan mu?"
"Beberapa bulan yang lalu, aku pernah melihatmu saat di pesta yang kaisar lakukan untuk menyambut kehamilan mu. Dan aku merasa kau sangat tidak pantas untuk pangeran Rong."
Permaisuri An mengangguk, "Jika saat itu kau merasa aku tidak pantas untuk pangeran Rong, kenapa kau tidak mengatakannya ketika kau melihatkymu beberapa bulan yang lalu, dan baru mengatakannya saat ini?"
"Itu karena aku tidak ingin melihat senyuman pangeran Rong menghilang."
"Kau ingin terus melihat senyuman pangeran Rong, walaupun dia tersenyum bukan untukmu? Bukankah itu sangat membuat mu lebih merasa terluka, nona?"
"Itu semua karenamu, jika saja kau tidak mengg0da pangeran Rong. Dia pasti akan menungguku kembali, dan dia pasti akan menikahiku?"
Permaisuri An mengerutkan keningnya setelah mendengar perkataan wanita itu.
"Nona, apakah terjadi sebuah kesalahpahaman antara kau dan pangeran Rong?" Ucap permaisuri An.
__ADS_1
"Apa maksud mu?"
"Jika pangeran Rong menyukai seorang wanita, maka dia tidak akan menikah dengan ku yang baru beberapa hari di kenalnya. Anda berkata jika saya mengg0da pangeran Rong, sedang sebelumnya kami tidak pernah saling bertemu, bukankah perkataan anda itu merupakan sebuah ucapan, jika anda menyukai pangeran Rong, namun tidak dengan pangeran Rong terhadap anda?"
(maksudnya cinta sepihak).
Wanita itu terdiam, karena memang apa yang di katakan oleh permaisuri An benar. Jika saat itu hanya dirinyalah yang menyukai pangeran Rong, namun tidak dengan pangeran Rong.
Melihat reaksi wanita itu, permaisuri An yakin jika apa yang dia katakan adalah benar.
"Jika anda ingin membicarakan hal ini, maka aku akan meminta pelayan istana untuk memanggil pangeran Rong. Aku yakin saat ini pangeran Rong sedang berada di ruang bacanya." Ucap permaisuri An.
"Kau benar-benar wanita yang tidak tahu malu! Kau sudah merebut pangeran Rong dariku, tetapi kau....."
"Siapa yang anda maksud dengan orang yang telah merebut yang mulia pangeran Rong, nona?" Ucap Feng Ying yang baru saja datang.
Wanita itu menoleh, dan menatap Feng Ying dengan tajam karena telah memotong ucapannya.
"Kau hanya seorang pelayan, tetapi kau sangat berani memotong perkataan ku." Ucap wanita itu dengan kesal.
"Saya adalah pelayan yang mulia permaisuri, tentu saja saya tidak takut dengan orang yang ingin menyakitinya, dan juga ingin melakukan sesuatu terhadap beliau."
Kedua tangan wanita itu mengepal, sungguh di luar dugaannya jika permaisuri An memiliki seorang pelayan yang berlidah tajam seperti Feng Ying itu.
"Nona, aku akan mengatakannya kepada pangeran Rong jika anda berada disini. Dan jika anda ingin berbicara dengannya, maka silahkan." Ucap permaisuri An.
Feng Ying masuk ke dalam kamar dengan cepat, "Yang mulia, apakah anda baik-baik saja?"
"Iya, aku baik-baik saja."
"Saya sangat khawatir ketika mendengar wanita itu berkata dengan keras kepada anda tadi."
"Terima kasih, Feng Ying. Aku akan mengatakan hal ini kepada yang mulia pangeran Rong, karena ini juga menyangkut tentang dirinya."
"Iya yang mulia."
Permaisuri An mengangguk, "Apakah es batunya akan segera datang?"
"Iya yang mulia, mohon untuk menunggunya sebentar lagi."
"Iya, aku mengerti."
Permaisuri An menatap keluar pintu kamar, walaupun dia tahu jika pangeran Rong dan wanita itu tidak memiliki hubungan apapun, namun dia tetap saja memikirkan hal itu.
__ADS_1
"Yang mulia, apakah anda ingin memakan manisan?" Ucap Feng Ying.
Permaisuri An menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku akan beristirahat sekarang. Dan jika es batu telah sampai, letakan saja di samping tempat tidurku."
"Baik, saya mengerti."
Permaisuri An berdiri dengan di bantu oleh Feng Ying, lalu membaringkan diri di atas tempat tidur karena saat ini kedua matanya telah mengantuk.
"Setelah beberapa bulan, dan perut ku semakin membesar, aku semakin sering ingin tidur." Ucap permaisuri An.
"Mungkin karena anda merasa lelah, yang mulia."
"Iya itu mungkin saja."
"Apakah anda ingin saya memijat kaki anda, yang mulia?"
"Tidak perlu, aku hanya ingin beristirahat saja saat ini."
"Baiklah, saya akan menutupi tempat tidur anda. Agar jika pengawal istana masuk ke dalam untuk meletakan es batu, mereka tidak melihat anda berbaring."
"Iya, terima kasih Feng Ying."
Feng Ying mengangguk, lalu mengambil penutup yang terbuat dari kayu dan menutupi sebagian tempat tidur permaisuri, sehingga siapapun tidak bisa melihat permaisuri An yang tengah tertidur di atas tempat tidurnya.
"Baiklah, anda bisa beristirahat sekarang, yang mulia." Ucap Feng Ying.
"Iya, terima kasih."
Feng Ying mundur beberapa langkah ke belakang, dan menunggu pengawal istana datang membawa es batu yang di inginkan oleh permaisuri An.
Dan tak lama 4 pengawal datang dengan sebuah es batu berukuran cukup besar.
Mereka lalu meletakkan es batu itu ke dalam sebuah wadah, dan meletakannya di samping tempat tidur permaisuri An. Sehingga suhu di dalam kamar sedikit lebih sejuk.
Setelah itu ke 4 pengawal istana tadi keluar dari kamar permaisuri An dan pangeran Rong. Kemudian menutup pintu itu dengan rapat.
"Udaranya menjadi sedikit lebih sejuk." Ucap permaisuri An.
"Benar, yang mulia. Anda bisa beristirahat tanpa merasa kepanasan lagi."
"Iya, kau benar. Jika begitu aku akan tidur sebentar."
"Baik, yang mulia."
__ADS_1
Setelah itu tidak ada lagi suara permaisuri An dari balik menutup tempat tidur itu.
(Penutup tempat tidur disini maksudnya adalah, penutup seperti tirai lipat untuk berganti pakaian atau sekat kolam untuk mandi. Namun ini terbuat dari kayu).