
Hari berikutnya, permaisuri An bangun dengan tubuh yang lebih baik dari hari kemarin.
Pangeran Rong yang melihat permaisurinya tampak jauh lebih baik merasa sangat lega, sebab sejak kembali permaisuri An tidak sadarkan diri.
"Bagaimana keadaan mu?" Ucap pangeran Rong.
"Saya baik-baik saja, maaf karena kemarin saya membuatmu merasa khawatir."
"Tidak apa-apa, melihatmu baik-baik saja saat ini sudah membuatku sangat lega. Dan aku yakin, ibu ratu dan juga yang lainnya merasa hal yang sama."
"Apakah ibu ratu datang ke istana ini?"
Pangeran Rong mengangguk, "Benar, itu karena saat kita tiba di istana semua orang datang menyambut. Dan mereka melihatku yang menggendongmu karena kau tidak sadarkan diri."
"Lagi-lagi saya membuat semua orang merasa khawatir."
Pangeran Rong duduk di samping permaisuri An, lalu menggenggam tangannya.
"Jika kau tidak ingin membuat orang lain khawatir, maka berhentilah melakukan hal yang berbahaya bagi nyawamu." Ucap pangeran Rong.
"Saya mengerti, dan saya hanya ingin melindungi mu kemarin."
"Aku tahu, tetapi kau juga harus memikirkan keselamatan mu."
"Baik, saya mengerti."
"Sekarang bangun dan mandilah dulu, aku sudah meminta koki istana untuk membuatkan makanan untuk mu."
"Baik."
Pangeran Rong tersenyum melihat permaisurinya begitu menurut pagi ini.
"Aku harus melakukan sesuatu, kau tetaplah disini." Ucap pangeran Rong.
"Baik."
Setelah mengusap kepala permaisuri An dengan pelan, pangeran Rong berdiri dan keluar dari kamar.
Kraaaaaak
Pintu kamar terbuka, Feng Ying berjalan masuk ke dalam kamar.
"Yang mulia, saya akan membantu anda untuk mandi. Dan saya juga telah menyiapkan air mandi dengan beberapa bahan obat seperti yang pernah anda ajarkan kepada saya." Ucap Feng Ying.
"Terima kasih, dan maaf telah menyusahkanmu."
"Tidak, yang mulia. Saya sangat bahagia bisa melakukan hal ini untuk anda."
Permaisuri An mengangguk, lalu berdiri dari tempat tidurnya.
Dengan di bantu oleh Feng Ying, permaisuri An berjalan ke ruangan samping untuk mandi.
__ADS_1
"Feng Ying, katakan padaku. Apakah aku telah membuat orang-orang di dalam istana ini sangat khawatir?" Ucap permaisuri An saat dia tengah berendam.
"Benar, yang mulia. Setelah melihat yang mulia pangeran Rong menggendong anda, yang mulia ratu, putri Xiu Ying, putra mahkota dan yang mulia pangeran ke 5, datang ke istana ini. Dan mereka memperlihatkan kekhawatiran mereka terhadap anda."
Permaisuri An terdiam, ternyata sifat lemah yang di tinggalkan oleh Liu Lin Yao di masa ini masih saja melekat pada dirinya. Dan itu tentu membuat permaisuri An sangat tidak suka.
"Setelah hari ke 7 kematian ibu, aku harus mengubah semuanya. Sifat lemah yang di tinggalkan oleh Liu Lin Yao di tubuh ini harus aku singkirkan."
"Feng Ying, setelah ini kau pergilah ke toko obat. Dan ambil sebuah kotak di dalam ruanganku." Ucap permaisuri An.
"Apakah kotak yang berada di dalam lemari anda, yang mulia?"
Permaisuri An mengangguk, "Iya. Ambil dan bawa kemari."
"Baik, yang mulia."
Feng Ying membantu permaisuri An menggosok lengannya dengan pelan.
Setelah selesai, permaisuri An di bantu oleh Feng Ying memakai pakaiannya.
"Hari ini anda ingin saya menata rambut anda seperti apa, yang mulia?" Ucap Feng Ying.
"Tata saja seperti yang kamu inginkan, aku tidak terlalu mengerti."
"Baik, yang mulia."
Feng Ying lalu menyisir rambut permaisuri An dengan pelan, dan menatanya dengan sangat rapi dan membuat permaisuri An terlihat lebih cantik.
"Baiklah, saya telah selesai menata rambut anda, yang mulia." Ucap Feng Ying.
"Membuat anda menjadi semakin terlihat cantik adalah tugas saya, yang mulia."
Permaisuri An mengangguk dan tersenyum.
"Yang mulia, koki istana berkata jika semua makanan telah siap." Ucap seorang pelayan yang berada di depan pintu kamar.
"Baik, yang mulia akan segera kesana." Ucap Feng Ying.
Feng Ying, lalu membantu permaisuri An berdiri dan berjalan keluar menuju aula istana pangeran Rong.
Beberapa orang pelayan yang melihat permaisuri An terdiam, mereka terpesona dengan kecantikan yang di miliki oleh permaisuri An.
"Salam pada yang mulia pangeran Rong." Ucap permaisuri An seraya memberi hormat.
Pangeran Rong terdiam sejenak melihat permaisurinya, "Kau memang wanita yang cantik."
"Terima kasih atas pujian dari yang mulia."
"Duduklah, aku meminta koki istana memasak burung merpati muda. Ini sangat baik untuk pemulihan kesehatanmu."
"Terima kasih, yang mulia."
__ADS_1
Permaisuri An duduk dengan pelan di depan pangeran Rong.
Pangeran Rong mengambil daging burung merpati muda itu lalu meletakkannya di atas mangkuk permaisuri An.
"Kau harus makan lebih banyak, agar kau tidak mudah kelelahan."
Permaisuri An hanya diam, "Bukankah aku merasa lelah juga karena anda, yang mulia?"
Dengan pelan permaisuri An memakan daging merapati yang di berikan oleh pangeran Rong padanya.
"Apakah rasa sedikit asam ini dari buah plum?" Ucap permaisuri An.
"Jika di rasakan, sepertinya benar."
Permaisuri An mengangguk.
"Apakah kau tidak menyukai buah plum?" Ucap pangeran Rong.
"Tidak, saya hanya bertanya saja. Karena rasa asammya berbeda."
"Jika kau menyukainya, aku akan meminta koki istana untuk membuatnya lagi lain kali."
"Tidak perlu, yang mulia. Koki istana bisa membuatkan makanan dengan bahan makanan di dapur istana."
"Baiklah jika seperti itu."
Pangeran Rong dan permaisuri An kembali menikmati makanan mereka bersama.
...----------------...
Braaaaaaaak!
"Kurangajaar! Sebenarnya siapa yang telah berani mengambil buku keuanganku?" Seru salah satu perdana menteri yang kehilangan buku keuangannya kemarin.
"Tenanglah, tuanku. Ketika anda pergi ke istana, tidak ada seorang pun yang masuk ke dalam ruang bacamu." Ucap istri perdana menteri itu.
"Jadi maksud ucapan mu, jika aku telah salah meletakan buku keuanganku itu. Dan melupakannya?"
Istri perdana menteri itu terdiam, saat ini dia merasa sangat takut dengan kemarahan suaminya itu.
"Sekarang perintahkan kepada pelayan di rumah ini untuk mencari dimana buku keuangan itu, dan mereka harus menemukannya!" Seru perdana menteri itu dengan geram.
"Ba.... Baik, baik. Akan saya lakukan."
Istri perdana menteri itu pergi meninggalkan suaminya yang sudah sangat marah itu.
"Jika buku keuangan itu sampai jatuh ke tangan pangeran Rong, maka aku tidak akan pernah bisa membuat putri ku masuk ke dalam istana." Ucap perdana menteri itu.
Saat ini bukan hanya dia saja yang tengah marah, karena buku keuangannya hilang. Tetapi beberapa perdana menteri yang lainnya juga sama. Hanya saja mereka tidak saling mengetahui, jika buku keuangan mereka telah hilang secara bersamaan, karena jika seseorang tahu, maka akan banyak orang yang mengincar mereka.
(Padahal sudah pada tahu π€ dan bukunya juga sudah ada pada pangeran Rong π ).
__ADS_1
"Aku harus meminta seseorang untuk mencaritahu siapa yang telah lancang masuk ke dalam rumahku, dan mengambil buku keuanganku." Ucap perdana menteri itu lagi.
Perdana Menteri yang tengah marah itu lalu keluar, untuk mencari seseorang yang akan membantunya mencaritahu orang yang sudah membuatnya marah itu.