
Saat ini, permaisuri An tengah berada di dalam istana putri Xiu Ying, setelah sebelumnya dia menemui ratu dan juga kaisar di istana raja.
"Bagaimana keadaan mu, apakah kau sudah merasa jauh lebih baik?" Ucap putri Xiu Ying.
"Iya kakak, saya sudah merasa jauh lebih baik. Maafkan saya karena sudah membuat kak Xiu Ying mengkhawatirkan saya."
"Kau adalah permaisuri di kerajaan ini. Yang artinya kau merupakan anggota keluarga dari istana ini, jadi tentu saja kami sangat mengkhawatirkan mu."
"Terima kasih atas kebaikan kakak ipar."
"Kau telah pergi bersama Li beberapa hari, apa kau merasa sudah lebih baik?"
"Saya berharap, saya akan selalu baik. Tetapi, pada kenyataan tetap saja."
Putri Xiu Ying menatap permaisuri An dengan sedih, meskipun dia belum pernah merasakan kehilangan seperti yang permaisuri An rasakan saat ini, namun dia cukup mengerti bagaimana perasaan permaisuri An.
"Permaisuri An, jangan pernah berpikir jika kau tidak lagi memiliki seseorang dalam kehidupan mu. Kami semua akan selalu bersama dengan mu." Ucap putri Xiu Ying.
"Terima kasih atas kebaikan dan perhatian, kakak ipar."
Putri Xiu Ying mengangguk.
"Benar, bisakah kau memeriksa ku. Seharusnya beberapa hari yang lalu aku sudah merasakannya, tetapi hingga hari ini belum datang juga." Ucap putri Xiu Ying.
"Baik, saya akan memeriksa kakak ipar terlebih dulu."
Putri Xiu Ying mengangguk, "Iya.
(Pada ngerti ya maksud ucapan putri Xiu Ying. Yang setiap satu bulan sekali muncul pada wanita π€)
Permaisuri An lalu memeriksa denyut nadi putri Xiu Ying.
" Bagaimana keadaanku?" Ucap putri Xiu Ying.
"Kesehatan kakak ipar sangat baik, kakak menjaga tubuh kakak dengan sangat baik sekali."
"Benarkah?"
Permaisuri An mengangguk, "Benar, kemungkinan kakak belum merasakannya karena kakak memiliki banyak pikiran yang seharusnya tidak kakak pikirkan."
"Kau benar, beberapa hari ini aku memang memikirkan banyak hal."
"Maka kakak harus menguranginya."
"Baiklah."
"Dan saya berharap kakak ipar akan segera memiliki seorang anak."
"Aku juga berharap demikian."
Permaisuri An mengangguk seraya tersenyum.
__ADS_1
"Bagaimana saat kau di paviliun pangeran Rong?" Ucap putri Xiu Ying lagi.
"Disana sangat tenang, dan sangat bagus."
"Baguslah jika seperti itu, aku sangat senang mendengarnya."
"Iya."
"Lalu, apakah kau dan Li akan kembali tinggal di paviliun seperti sebelumnya?"
"Saya masih memikirkannya, karena saat ini tidak sedikit orang yang menginginkan nyawa saya. Dan saya tidak ingin yang mulia pangeran Rong memiliki masalah lainnya."
Putri Xiu Ying meraih tangan permaisuri An, "Kau adalah istri Li, istri dari pangeran Rong. Sudah seharusnya dia melindungi mu dari semua orang yang ingin melakukan hal jahat terhadap mu."
"Saya hanya tidak ingin dia terluka karena saya. Meskipun saya bisa melindungi diri saya sendiri, dan juga bisa mengobati luka yang mulia pangeran Rong, tetapi tetap saja. Saya tidak ingin mengambil hal yang berbahaya."
Putri Xiu Ying mengangguk, "Lalu apa rencana mu?"
"Untuk sementara ini, saya akan tinggal di dalam istana. Setelah semuanya berhenti, saya dan yang mulia pangeran Rong akan kembali tinggal di paviliun."
"Baiklah, aku mengerti. Kau bisa melakukannya, jika itu memang keputusan yang terbaik untuk kalian berdua."
"Iya, terima kasih."
"Besok adalah hari ke 7 kematian ibumu, apa kau telah mempersiapkan semuanya?"
"Saya sudah mempersiapkan semuanya, saya juga membuat kue yang selalu ibu makan."
"Saya bisa mengobati orang lain, tetapi saya tidak bisa mengobati ibu saya sendiri, bagaimana bisa saya adalah seorang anak yang berbakti?"
"Permaisuri An, kita tahu kau telah berusaha dengan sangat baik untuk ibumu, tetapi langit memiliki kehendaknya sendiri. Jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri."
Permaisuri An hanya diam, meski apa yang di katakan oleh putri Xiu Ying benar. Namun tetap saja, dia merasa sangat tidak berguna dan anak yang tidak berbakti pada ibunya.
"Ibumu pasti sangat bahagia jika melihat mu hidup dengan baik dan bahagia disini, kau harus bisa bertahan dan jangan terus seperti ini, permaisuri An." Ucap putri Xiu Ying.
"Terima kasih, saya akan mencobanya."
Putri Xiu Ying mengangguk, ada rasa haru dan juga simpati yang dia rasakan pada permaisuri An.
Bagaimanapun permaisuri An masih muda, dan setelah menikah dia harus kehilangan seseorang yang begitu berarti dalam kehidupannya selama ini. Jadi tentu saja, dia merasa begitu rapuh.
"Baiklah, kakak. Saya harus kembali ke istana, saya tidak ingin adik anda mencari saya kesana kemari, jika saya belum kembali juga." Ucap permaisuri An.
"Kau benar, dia sudah tidak bisa jauh darimu. Meski kau hanya pergi beberapa saat ke istana ku ini."
Permaisuri An tersenyum seraya mengangguk.
Setelah memberi hormat, permaisuri An berjalan keluar dari istana putri Xiu Ying bersama dengan Feng Ying di belakangnya.
"Yang mulia, saya tidak pernah melihat yang mulia pangeran He Xuan Li, setiap kita pergi ke istana yang mulia putri." Ucap Feng Ying.
__ADS_1
"Yang mulia He Xuan Li di tugaskan oleh ayah kaisar untuk mengurus dan mengawasi perdana menteri pajak, dia memiliki kepintaran yang cukup bagus. Dan dia juga orang yang jujur, jadi ayah kaisar meminta bantuannya disana."
Feng Ying mengangguk, menjadi seorang pengawas dan mengurusi berbagai pajak dari para rakyat, dan hasil jual beli antar kerajaan memang sangat tidak mudah, terlebih jika ada seseorang yang melakukan kecurangan.
"Selama ini negara Chao sangat sejahtera, dengan hasil perkebunan dan perternakan yang sangat bagus. Para perdana menteri tentu menginginkan sebagian dari itu." Ucap permaisuri An.
"Benar yang mulia, itu sebabnya banyak perdana menteri yang menggelapkan pajak rakyat."
Permaisuri An mengangguk, "Aku berharap yang mulia pangeran He Xuan Li bisa menangani mereka."
"Iya, yang mulia."
Permaisuri An dan Feng Ying memasuki istana pangeran Rong, dan mereka melihat pangeran Rong telah berdiri di depan ruang bacanya.
"Lihatlah, bahkan yang mulia pangeran Rong juga begitu sibuk." Ucap permaisuri An.
"Benar, yang mulia."
Permaisuri An tersenyum, mereka lalu berjalan menghampiri pangeran Rong.
"Yang mulia." Ucap permaisuri An pada pangeran Rong.
"Kau sudah kembali?"
"Benar, yang mulia. Saya melihat yang mulia begitu sibuk."
"Iya, beberapa hari kita tinggal di paviliun membuat beberapa orang berulah. Tetapi ini hampir selesai."
"Baguslah jika seperti itu."
"Kita kembali ke kamar, kau pasti cukup lelah setelah di tahan oleh ayah kaisar, ibu ratu dan juga putri Xiu Ying."
"Saya hanya berbicara dengan mereka dan memeriksa keadaan putri Xiu Ying."
"Apakah dia baik-baik saja?"
Permaisuri An mengangguk, "Iya, dia sangat baik."
"Baguslah jika begitu."
Permaisuri An mengangguk, lalu mereka berdua berjalan menuju kamar. Di ikuti oleh Feng Ying di belakang mereka.
"Apa kau ingin makan sesuatu?" Ucap pangeran Rong.
"Tidak, saya tidak ingin makan apapun saat ini."
Pangeran Rong mengangguk, "Aku telah meminta pelayan untuk menyiapkan beberapa makanan yang ibu sukai untuk besok."
"Terima kasih, karena yang mulia sudah menyiapkannya."
"Beliau adalah ibumu, yang artinya juga ibu ku. Dan sudah seharusnya aku melakukan hal itu pada ibuku."
__ADS_1
Permaisuri An mengangguk seraya tersenyum, dia merasa bahagia karena dia memiliki suami yang begitu baik terhadapnya dan juga ibunya.