
Kemenangan kerajaan Chao dari kerajaan Yu telah menyebar, bahkan nama Lin Yao yang turut serta dalam peperangan itu pun mulai di kenal oleh rakyat negara Chao.
Mereka tentu tidak menyangka, jika wanita yang dulu di anggap tidak berguna dan tidak memiliki bakat apapun. Justru yang telah memberikan sebuah rencana untuk kemenangan mereka.
"Sungguh bod0h tuan Liu itu, dia lebih memilih untuk melindungi selir dan putrinya yang membawa kehancuran, dari pada istri dan anak sahnya. Yang jelas-jelas berasal dari keluarga bangsawan." Ucap salah seorang perdana menteri saat tengah berkumpul dengan para perdana menteri lain, di sebuah rumah Xiang (rumah b0rdir).
"Benar, perdana menteri Xu juga sama bod0hnya karena membatalkan pernikahan putranya dengan nona muda Liu, demi menikahkannya dengan anak selir itu." Ucap perdana menteri yang lain.
"Mereka pantas mendapatkan hukuman dan kerugian itu. Karena sudah termakan oleh dua anak dan ibu pengg0da."
"Jadi, bagaimana rencana selanjutnya. Kita sudah tahu kehebatan dari nona muda Liu itu, dan yang mulia pangeran Rong pun telah menutuskan akan menikahinya."
"Melihat jalan yang ada di depan nona muda Liu itu cukup bagus, tentu kita harus mendukunya. Karena selain yang mulia pangeran Rong, saat ini hampir semua rakyat negara Chao mendukung pernikahan mereka."
"Baiklah, jika seperti itu kita harus membantu yang mulia menyingkirkan orang-orang yang berusaha ingin menghalangi pernikahan mereka."
"Benar."
Para perdana menteri itu adalah sebagian perdana menteri yang sempat ragu dengan keputusan pangeran Rong, saat dia berkata akan menikah dengan Lin Yao.
Dan setelah melihat bagaimana Lin Yao bertindak, mereka pun mendukung pangeran Rong menikah dengan Lin Yao.
...----------------...
"Aku senang saat mendengar kabar tentang kemenangan kalian melawan pasukan negara Yu, di perbatasan selatan." Ucap putri Xiu Ying pada Lin Yao.
"Semua berkat kedua pangeran dan kekuatan pasukan naga merah, yang telah terlatih dengan sangat baik, yang mulia."
"Tetapi aku mendengar, jika kau turut serta kesana dan kau mempunyai andil yang sangat besar dalam kemenangan itu."
"Itu hanya cerita yang di besar-besarkan oleh orang, yang mulia. Saya hanya melakukan yang saya bisa."
"Tetapi tetap saja, kau sangat berani melakukannya."
"Anda terlalu berlebihan memuji saya, yang mulia."
"Lihatlah, betapa rendah hatinya calon permaisuri pangeran Rong kita ini."
__ADS_1
Lin Yao hanya diam mendengar ucapan putri Xiu Ying.
"Aku dengar jika pangeran Rong meminta kepada ayah kaisar, untuk mempercepat hari pernikahan kalian berdua. Apa itu benar?" Ucap putri Xiu Ying.
Lin Yao mengangguk "Benar yang mulia, saya mengira itu hanya sebuah ucapan dari yang mulia pangeran Rong saja. Tetapi dia benar-benar mengatakannya kepada yang mulia kaisar."
Putri Xiu Ying meraih dan menggenggam tangan Lin Yao, "Li sangat menyukai mu, dia tidak pernah melakukan sesuatu untuk orang lain hingga seperti ini. Bahkan dua kali dia menolak saat akan di jodohkan oleh ayah kaisar dengan beberapa putri dari negara lain."
"Yang mulia pangeran Rong menolaknya?"
"Benar, dia berkata jika dia akan menikah dengan wanita yang benar-benar telah membuatnya tertarik, dan membuatnya sangat ingin melindungi wanita itu."
Lin Yao terdiam mendengar perkataan putri Xiu Ying tentang pangeran Rong.
"Liu Lin Yao, aku mungkin tidak mengerti bagaimana perasaan mu terhadap Li, tetapi aku bisa memastikan jika dia benar-benar telah menyukai mu." Ucap putri Xiu Ying dengan serius.
Lin Yao diam, dia mungkin belum memiliki perasaan apapun terhadap pangeran Rong. Tetapi dia pun tidak pernah di sukai oleh seorang laki-laki hingga seperti itu, entah di kehidupan ini maupun di kehidupan sebelum dia berenkarnasi.
"Yang mulia pangeran Rong adalah laki-laki yang baik, dan juga sangat di sukai oleh rakyat negara Chao. Dia merupakan laki-laki yang sangat di banggakan negara ini." Ucap Lin Yao.
"Bukankah kau juga akan seperti itu? Ilmu pengobatan mu mulai di kenal, obat-obatan yang kau buat dan kau jual juga banyak di cari oleh orang-orang karena sangat bagus. Dan kemarin kau telah ikut berperang dan memenangkan peperangan itu. Liu Lin Yao, kau juga akan menjadi orang yang di sukai dan di banggakan oleh rakyat negara ini. Bukan karena kau adalah calon permaisuri pangeran Rong, melainkan karena kau memiliki bakat luar biasa dan wanita yang kuat."
"Apa kau mengkhawatirkan wanita-wanita yang menyukai Li di luar sana, dan tidak akan menerima pernikahan kalian?"
Lin Yao mengangguk pelan, "Yang mulia pangeran Rong adalah satu-satunya laki-laki yang sungguh ingin menikahi saya, selain kedudukan yang mulia pangeran Rong yang tinggi dan terkenal dengan dewa perang negara Chao, bukankah sangat berbanding terbalik dengan saya?"
"Jika kau masih berpikir seperti itu, apakah aku harus menjadi rakyat biasa agar kau merasa pantas untuk aku nikahi, Lin'er?"
Lin Yao dan putri Xiu Ying menoleh, mereka melihat pangeran Rong telah berdiri di depan pintu aula istana putri Xiu Ying dan sedang menatap Lin Yao.
" Yang mulia." Ucap Lin Yao.
Pangeran Rong berjalan masuk ke dalam aula, lalu duduk di depan Lin Yao dan putri Xiu Ying.
"Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar kau merasa pantas untuk aku nikahi?" Ucap pangeran Rong pada Lin Yao.
Lin Yao diam, dia tidak tahu harus berkata apa. Karena tidak mungkin jika dia berkata bahwa dia adalah renkarnasi Liu Lin Yao 100 tahun yang lalu, jadi merasa tidak pantas bersama dengan seorang pangeran.
__ADS_1
Pangeran Rong dan putri Xiu Ying menatap Lin Yao, menunggu apa yang akan Lin Yao katakan.
"Lin'er, katakan padaku." Ucap pangeran Rong lagi.
Lin Yao menggelengkan kepalanya "Saya hanyalah seorang putri yang tidak pernah mendapatkan keadilan di dalam kediaman Liu, dulu. Orang-orang pun telah mengetahui itu, dan hal itu tidak mungkin akan terlepas dengan mudah dari ingatan mereka. Saya khawatir....."
"Permaisuri ku, jika memang mereka masih memikirkan itu. Maka aku sendiri yang akan menjabut kepala dari tubuh mereka, agar mereka tidak lagi bisa mengingat semua masa lalu mu itu."
Lin Yao dan putri Xiu Ying terkejut mendengar itu.
"Li, apa yang kau katakan?" Ucap putri Xiu Ying.
"Kakak kedua, calon permaisuri ku selalu merasa takut jika para rakyat akan memandang rendah diriku setelah menikah dengannya. Aku hanya ingin membuat dia sedikit lebih tenang, agar tidak lagi memikirkan hal itu."
"Tetapi apa yang akan kau lakukan merupakan tindakan yang cukup kejam."
Putri Xiu Ying menatap Lin Yao, "Lihatlah, dia akan benar-benar melakukan hal itu jika kau masih memikirkan apa yang orang-orang akan katakan tentang kalian, saat kalian menikah. Jadi berhentilah berpikir mengenai apa yang akan mereka katakan tentang pernikahan kalian itu."
Lin Yao terdiam lalu menatap pangeran Rong yang tengah menatapnya.
"Baik, saya mengerti. Saya minta maaf karena sudah membuat yang mulia merasa tidak nyaman." Ucap Lin Yao.
"Tidak, kau berhak bersikap seperti itu. Dan sangat wajar, karena aku tiba-tiba ingin menikahi mu."
Lin Yao hanya mengangguk pelan.
"Aku berjanji, tidak akan ada lagi orang yang membicarakan tentang apa yang telah kau alami di dalam kediaman Liu, dulu. Jadi kau tidak perlu lagi memikirkan hal yang tidak-tidak." Ucap pangeran Rong dengan bersungguh-sungguh.
"Baik, terima kasih."
"Jika memang masih ada yang berani melakukannya, maka aku sendiri yang akan menghukum mereka. Karena membuat calon adik iparku merasa tidak nyaman." Ucap putri Xiu Ying.
"Yang mulia."
"Kau akan menjadi anggota kerajaan, maka sudah seharusnya mendapatkan pelindungan dari kami."
Lin Yao mengangguk "Terima kasih yang mulia."
__ADS_1
Lin Yao tidak menyangka jika menikah dengan seorang pangeran yang begitu mempunyai pengaruh besar pada negara, sangatlah menekan dirinya. Jauh lebih menekan di bandingkan tuntutan berlatih 4 bulan tanpa henti, demi menaikan kultivasi 3 level sekaligus saat di kehidupannya yang dulu.