Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #109


__ADS_3

Permaisuri An yang belum mengetahui tentang perdana menteri Yun, masih berada di dalam ruangan yang biasa dia datangi saat melukis bersama dengan Feng Ying.


"Yang mulia, sepertinya itu yang mulia pangeran Rong." Ucap Feng Ying yang melihat pangeran Rong berjalan menuju kamarnya.


"Apakah dia sudah selesai dengan urusannya?"


"Saya tidak tahu, yang mulia."


"Baiklah, mari kita kesana."


"Baik yang mulia."


Permaisuri An dan Feng Ying keluar dari ruangan itu lalu berjalan menuju kamar. Namun ketika permaisuri An masuk ke dalam kamarnya, dia tidak melihat pangeran Rong disana.


"Apakah dia sedang mandi?" Ucap permaisuri An seraya melihat ke ruangan samping.


Permaisuri An lalu duduk di kursi yang ada di dalam kamar untuk menunggu pangeran Rong selesai.


Feng Ying yang tadi berada di luar, masuk ke dalam kamar lalu berjalan mendekati permaisuri An.


"Ada apa?" Ucap permaisuri An.


"Yang mulia, saya mendengar jika baru saja para perdana menteri dan keluarganya di bawa ke penjara istana."


"Para perdana menteri dan keluarganya?"


"Benar, yang mulia. Mereka adalah orang-orang yang telah mendesak yang mulia kaisar dan yang mulia pangeran Rong untuk menurunkan posisi anda saat ini."


"Sepertinya yang mulia pangeran Rong, pangeran He Xuan Li dan yang mulia putra mahkota telah melakukan sesuatu. Dan berhasil membuat para perdana menteri itu menerima hukuman mereka."


"Benar yang mulia."


Tak berselang lama pangeran Rong berjalan masuk ke dalam kamar, dan melihat permaisuri An bersama dengan Feng Ying.


"Apa kau tidak berlatih hari ini?" Ucap pangeran Rong pada permaisuri An.


"Tidak, bukankah yang mulia tidak membiarkan saya untuk berlatih setiap hari?"


"Itu benar, lalu apa yang kau lakukan?"


"Saya sedang mencoba bermain alat musik, karena sudah cukup lama saya tidak melakukannya."


Pangeran Rong mengangguk, "Baguslah jika seperti itu."

__ADS_1


"Yang mulia, saya mendengar jika para perdana menteri dan keluarga mereka di bawa ke dalam penjara istana. Apakah benar?"


"Itu benar. Ayah kaisar telah memiliki bukti kejatahan yang telah mereka lakukan pada rakyat negara ini. Jadi mereka tentu akan menerima akibatnya.


"Baguslah jika mereka semua telah tertangkap."


"Iya, aku juga menangkap orang yang telah memerintahkan para pembunuh bayaran yang menghadang perjalanan kita ketika kita kembali ke istana."


"Anda telah menangkap orang itu, yang mulia?"


Pangeran Rong mengangguk, "Benar, dan saat ini orangnya berada di dalam penjara istanaku. Karena aku sendiri yang akan memberikan hukuman bagi orang itu."


"Yang mulia, kenapa anda tidak membiarkan ayah kaisar yang menghukumnya?"


"Tidak. Dia menginginkan nyawamu, dan tentu saja aku harus membuatnya mati dengan menderita."


Permaisuri An hanya bisa diam dan menatap suaminya yang penuh dengan dendam itu.


"Permaisuriku, ini juga akan menjadi pelajaran bagi semua orang yang berani menginginkan nyawamu. Karena aku tidak akan segan untuk mencabut nyawanya." Ucap pangeran Rong lagi.


"Baik, saya mengerti. Tetapi anda tidak boleh sampai membunuhnya, yang mulia."


"Tidak membunuhnya? Dia hampir membuatku kehilangan permaisuriku sendriri."


"Saya tahu itu, tetapi saya tidak ingin para rakyat mengatakan hal yang tidak baik tentang anda, karena menghukum salah satu orang yang bersalah dengan begitu kejam."


"Anda bisa memberikan dia peringatan, namun ayah kaisar yang akan memberikan hukuman akhir bagi orang itu dan para perdana menteri." Ucap permaisuri An.


"Baiklah, aku akan meminta Xiao Bo untuk membawa orang itu ke penjara istana."


"Iya. Lalu, apakah besok mereka akan di adili oleh ayah kaisar?"


"Benar, dan mereka akan langsung di adili di depan para rakyat."


"Saya berharap kejadian ini bisa membuat perdana menteri yang lainnya tidak mengikuti apa yang sudah mereka lakukan."


"Iya, aku juga berharap demikian."


Permaisuri An mengangguk, dia sangat mengerti bagaimana sifat orang yang selalu haus akan kekayaan, seperti para perdana menteri yang telah di tahan di dalam penjara istana.


"Kemarin aku tidak sempat mengajakmu keluar, karena para perdana menteri itu. Saat ini kita sama-sama tidak memiliki hal yang harus di lakukan. Sebaliknya kita keluar sekarang." Ucap pangeran Rong.


"Apakah tidak apa-apa jika kita keluar saat ini, yang mulia?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, semuanya telah di lakukan oleh kakak pertama dan pangeran He Xuan Li."


"Baiklah, jika memang tidak apa-apa."


Pangeran Rong mengangguk, lalu mereka berjalan keluar dari istana pangeran Rong.


Mereka melewati beberapa rumah yang tidak jauh dari istana.


"Yang mulia, sebenarnya kita akan pergi kemana?" Ucap permaisuri An dengan bingung.


"Sebentar lagi kita akan sampai."


Permaisuri An yang tidak tahu mereka akan kemana, hanya bisa mengangguk dan mengikuti kemana pangeran Rong akan membawanya.


Setelah melewati dua rumah, pangeran Rong yang menggandeng tangan permaisuri An berbelok dan mereka memasuki sebuah hutan bambu yang sangat sejuk.


"Yang mulia, ini...."


"Aku akan membawamu ke tempat ini untuk berlatih setiap dua hari sekali."


Permaisuri An melihat sekeliling yang hanya ada bambu disana.


"Di dalam istana banyak pelayan dan pengawal, aku tidak ingin mereka berpikir yang tidak-tidak saat melihatmu berlatih. Jadi aku meminta Xiao Li mencarikan tempat yang bagus untukmu berlatih." Ucap pangeran Rong.


"Terima kasih yang mulia."


Pangeran Rong mengangguk, "Berlatihlah dengan baik. Disini kau juga bisa mempelajari ilmu pengobatanmu dengan lebih baik, karena disini tidak ada siapapun."


"Baik, saya mengerti."


...----------------...


"Ayah, kau harus bisa membuat yang mulia pangeran Rong menikah dengan ku." Ucap putri dari perdana menteri Ho.


"Apa kau tidak melihat, bagaimana para perdana menteri itu dan keluarganya di bawa ke istana? Apa kau ingin keluarga kita juga seperti itu, karena membuat pangeran Rong marah?"


"Tetapi aku sangat menyukai yang mulia pangeran Rong, dan permaisuri An itu... Bukankah dia tidak lebih cantik dariku? Penampilannya sebagai seorang permaisuri, sungguh sangat tidak pantas."


"Cukup! Jangan mencoba membuat pangeran Rong marah pada kita. Jika tidak, dia tidak akan segan membuat keluarga kita hancur seperti para perdana menteri itu."


Perdana menteri Ho pergi meninggalkan putrinya dengan kesal, karena tidak mau mendengarkan apa yang dia katakan.


"Apa semenakutkan itu yang mulia pangeran Rong, aku rasa dia sangat tampan. Dan aku merasa jika aku sangat serasi dengannya. Aku harus melakukan sesuatu pada permaisuri An itu, agar dia tidak menjadi penghalang untukku mendapatkan yang mulia pangeran Rong." Ucap putri perdana menteri Ho.

__ADS_1


Putri perdana menteri Ho memiliki beberapa rencana untuk permaisuri An, karena sejak awal dia melihat permaisuri An dan mendengar perkataan permaisuri An di dalam istana kemarin, dia sudah tidak menyukainya. Dan putri perdana menteri Ho itu berpikir, jika permaisuri An telah menghalanginya menjadi selir pangeran Rong.


"Aku tidak akan membiarkan permaisuri An itu terus memiliki yang mulia pangeran Rong. Aku akan membuatnya tahu, jika dia dia tidak pantas menjadi seorang permaisuri untuk yang mulia pangeran Rong." Ucap putri perdana menteri Ho lagi.


__ADS_2