
Esok harinya, Xiao Bo menemui pangeran Rong untuk melaporkan perihal wanita yang di perintahkan saat malam pesta pernikahan.
"Jadi dia adalah putri dari salah seorang perdana menteri, dan pernah ingin di jodohkan dengan ku?" Ucap pangeran Rong setelah Xiao Bo berbicara.
"Benar, yang mulia."
"Mereka ini, bahkan aku tidak mengenal mereka. Tetapi putri mereka cukup berani melakukan hal itu."
"Yang mulia, apakah anda ingin melakukan sesuatu terhadap wanita itu?"
"Tidak, aku merasa permaisuri pasti ingin melakukan sesuatu pada wanita itu, jika dia masih memiliki rencana jahat."
"Baik yang mulia."
Pangeran Rong mengangguk, dia melakukan itu karena dia percaya jika permaisurinya bisa mengatasi wanita itu.
"Perintahkan beberapa pengawal untuk selalu mengikuti permaisuri secara diam_diam." Ucap pangeran Rong lagi.
"Baik yang mulia, akan saya laksanakan."
Pangeran Rong mengangguk.
...----------------...
Praaaaang!
"Memangnya kenapa jika dia sudah menjadi permaisuri? Dia benar-benar tidak layak untuk yang mulia pangeran Rong!" Seru wanita yang kemarin bertemu dengan permaisuri An.
Wanita itu benar-benar merasa sangat kesal, karena bukan dirinya yang menikah dengan pangeran Rong. Tetapi justru menikah dengan wanita lain, padahal sudah lama dia selalu ingin mendekati pangeran Rong, namun dia tidak pernah mendapatkan kesempatan itu.
"Aku harus bisa membuat pangeran Rong tertarik padaku, dan menjadikan ku selirnya, agar aku bisa menyingkirkan wanita itu dengan mudah." Ucap wanita itu lagi.
"Apa yang sudah kau lakukan, kenapa kau memecahkan gelas itu?" Ucap seorang wanita berusia jauh lebih tua darinya.
"Ibu, ibu tahu jika yang mulia pangeran Rong telah menikah."
"Tentu saja ibu mengetahuinya, semua rakyat negara Chao juga telah mengetahui hal itu."
"Ibu, aku sudah lama menyukai yang mulia pangeran Rong. Tetapi dia justru menikah dengan wanita r3ndahan itu."
"Hentikan ucapanmu itu, wanita itu adalah wanita yang hebat. Dia berasal dari keluarga bangsawan, dan dia juga telah ikut berperang bersama yang mulia pangeran Rong saat perbatasan negara Chao di sebelah selatan di serang dengan tiba-tiba oleh negara Yu."
Kedua mata wanita itu membulat, dia tidak menyangka jika wanita yang sejak tadi dia panggil wanita r3ndahan dan tidak layak bagi pangeran Rong, ternyata wanita yang sangat luar biasa.
"Ibu, ibu tidak mengatakan hal yang bohong padaku? Wanita itu, dia...."
"Tentu saja ibu tidak membohongi mu, lebih baik kau melupakan yang mulia pangeran Rong, karena beliau telah memiliki yang mulia permaisuri yang berada di sampingnya."
__ADS_1
"Tetapi ibu...."
"Ibu dan ayahmu akan memperkenalkan mu dengan laki-laki lain, kita tidak boleh mengusik yang mulia pangeran Rong."
Wanita itu hanya bisa diam mendengar apa yang ibunya katakan. Meskipun dia tidak ingin menuruti apa yang ibunya katakan, tetapi apa yang ibunya katakan itu benar.
Meskipun ayahnya merupakan seorang perdana menteri, namun keluarga mereka tentu tidak akan mampu untuk melawan pangeran Rong dan keluarga bangsawan.
"Baik ibu, aku juga tidak ingin keluarga kita hancur seperti salah satu keluarga yang berani melawan anggota kerajaan, dan sekarang mereka sudah tidak ada lagi."
"Bagus, jika kau sudah mengerti."
Wanita itu mengangguk.
...----------------...
Di dalam kamar, permaisuri An tengah duduk bersama dengan putri Xiu Ying yang hari ini datang mengunjunginya.
"Maafkan saya, yang mulia. Saya belum sempat untuk mengunjungi istana anda." Ucap permaisuri An.
"Tidak apa-apa, aku bisa mengerti hal itu. Kau merupakan permaisuri yang baru saja tinggal di dalam istana ini, jadi tentu kau belum mengetahui jalan dan istana mana aku berada."
"Terima kasih atas pengertian, yang mulia."
"Berhentilah memanggil ku yang mulia, kau sekarang telah menjadi permaisuri dari adik ku."
"Tetapi yang mulia...."
Permaisuri An diam, lalu mengangguk.
"Baiklah jika memang seperti itu."
"Bagus, aku bahagia jika kau mengerti."
"Terima kasih."
Putri Xiu Ying tersenyum, "Kau sangat sopan dan baik.
"Saya hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan."
"Kau benar, karena itu kami sungguh beruntung Li menikah dengan mu."
"Terima kasih, kakak... Ipar."
Putri Xiu Ying tersenyum mendengar permaisuri An memanggilnya kakak ipar.
"Itu benar, kau memang harus memanggil ku kakak ipar."
__ADS_1
Kedua wanita itu tersenyum bersama.
Feng Ying masuk ke dalam aula istana pangeran Rong dengan membawa sebuah baki, di atasnya ada satu set cangkir teh dan beberapa kue kering yang baru saja selesai di buat.
"Yang mulia, ini adalah kue bunga plum yang baru saja di buat." Ucap Feng Ying.
"Apa kau pelayan setia permaisuri An?" Ucap putri Xiu Ying pada Feng Ying.
"Benar, yang mulia."
"Memang benar, bagaimana sifat tuannya. Maka begitulah sifat pelayannya. Dan aku senang kau sama rendah hati seperti permaisuri An."
"Terima kasih atas pujian yang mulia."
Putri Xiu Ying mengangguk.
"Permaisuri An, sebenarnya aku kesini juga ingin memintamu untuk kembali memeriksa ku." Ucap putri Xiu Ying.
"Memeriksa anda?"
"Benar, aku juga ingin tahu apa yang harus aku lakukan agar aku dan yang mulia pangeran Xuan Li bisa memiliki bayu lebih cepat."
Permaisuri An mengangguk, "Baiklah, saya akan memeriksa anda lagi. Meskipun sebelumnya saya telah memeriksa anda, dan saya berkata jika kondisi tubuh anda sangat baik, tetapi saya akan memeriksanya lagi."
"Terima kasih."
Permaisuri An mengangguk, lalu memeriksa denyut nadi putri Xiu Ying. Permaisuri An, merasakan getaran pada nadi putri Xiu Ying.
"Kakak, saya sudah mengatakan kepada kakak ipar sebelumnya, jika perut anda dan kondisi tubuh amda sangat baik. Dan mohon untuk tidak terlalu banyak berpikir lagi, mengenai hal itu."
Putri Xiu Ying hanya mengangguk.
"Feng Ying, siapkan semua bahan obat yang aku tuliskan lalu segera rebus obat itu." Ucap permaisuri An.
"Apakah obat itu untuk ku?" Tanya putri Xiu Ying.
"Benar, obat itu akan menguatkan perut kakak. Sehingga saat kakak memiliki bayi di dalam perut kakak, tidak akan terjadi hal yang tidak di inginkan."
Putri Xiu Ying mengangguk, "Baik, jika begitu aku akan menunggu pelayan mu selesai merebuskannya."
"Iya."
Permaisuri An lalu menuliskan sebuah resep obat pada Feng Ying, dan segera setelah Feng Ying menerima ressp itu. Dia pergi ke toko obat permaisuri An untuk mengamvik bahan-bahan obat itu.
"Permaisuri An, kau sendiri bagaimana. Aku juga menginginkan seorang keponakan." Ucap putri Xiu Ying.
"Kakak ipar, saya dan yang mulia pangeran Rong baru saja menikah beberapa hari. Mohon yang mulia jangan mengatakan hal itu terlebih dulu."
__ADS_1
"Bukankah akan sangat ramai dan bagus, jika kedua anak kita bisa tumbuh dan bermain bersama kelak. Ayah kaisar dan ubu ratu juga lasti sangat senang melihatnya."
"Kakak ipar."