Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #61


__ADS_3

Setelah mengikuti dan tahu siapa orang yang sudah memberikan ketiga anak bangsawan racun bunga malam, Xiao Li segera kembali untuk mengatakan semuanya pada pangeran Rong.


"Kalian sungguh berani berurusan dengan dewa perang yang pendendam. Jangankan para bangsawan seperti kalian, 5 negara sekalipun pasti akan yang mulia hancurkan, jika itu sudah menyangkut calon permaisurinya." Ucap Xiao Li.


Di paviliun, pagi tadi tuan muda Xiao yang baru sadarkan diri masih tidak bisa melakukan apa-apa. Karena tubuhnya masih begitu lemah.


Nyonya Xiao dan nyonya Xia duduk dan melihat Lin Yao yang saat ini sedang melakukan akupuntur, untuk membuat tubuh tuan muda Xiao tidak kaku nantinya.


"Feng Ying, kau rebuslah obat yang kemarin tetapi kali ini beri sedikit gingseng di dalamnya." Ucap Lin Yao.


"Baik nona."


Feng Ying segera keluar dari kamar dan melakukan apa yang Lin Yao katakan.


"Bagaimana kondisi Ming Yu?" Ucap nyonya Xiao setelah Lin Yao selesai.


"Kak Ming Yu baik-baik saja, dia hanya membutuhkan beberapa dorongan agar tenaganya kembali pulih."


"Baguslah jika begitu."


Lin Yao mengangguk, lalu menatap tuan muda Xiao, "Kak Ming Yu, katakan padaku apa yang telah terjadi. Kenapa mereka melakukan ini pada kakak?"


"Mereka adalah anak dari keluarga Lu, Min, Qin. Ibu pasti tahu bagaimana 3 keluarga itu, dan tujuan mereka melakukan ini padaku." Ucap tuan muda Xiao dengan lemah.


"Jadi tiga keluarga itu yang telah melakukannya padamu?" Ucap nyonya Xiao dengan terkejut.


"Benar ibu."


"Bagus, bagus sekali. Ketiga keluarga itu dulu telah di bantu oleh keluarga Xiao, tetapi ini balasan mereka pada penerus keluarga Xiao."


"Bibi, mohon tenanglah. Paman Xiao dan yang mulia pangeran Rong pasti akan membalas mereka." Ucap Lin Yao menenangkan nyonya Xiao yang terlihat marah.


"Kau tidak mengerti apa-apa Lin'er. Dulu ketiga keluarga itu hampir hancur karena mereka sering berjuudi, dan tidak bisa membayar kekalahan mereka. Pemilik tempat juudi itu mendatangi keluarga mereka dan ingin menyiita kediaman mereka. Paman mu yang saat itu melihat segera menolong dan memberikan sejumlah uang pada pemilik tempat juudi itu, dan paman mu yang terlalu baik itu juga memberikan sejumlah uang agar mereka memulai usaha. Tetapi setelah mereka berjaya, kami tidak menyangka jika mereka akan melakukan ini pada Ming Yu."


"Mereka sungguh keterlaluan, tidak tahu balas budi dan berterima kasih pada penolong mereka." Ucap nyonya Xia.


"Benar, bahkan minggu kemarin aku masih berbicara dengan nyonya Qin di kediaman Xiao."


"Nyonya Xiao, anda tidak perlu memikirkan apapun. Aku dan tuan Xiao telah memiliki rencana untuk memberikan mereka balasan." Ucap pangeran Rong yang baru saja tiba.


"Yang mulia." Ucap ketiga wanita yang ada di dalam kamar.


Pangeran Rong berjalan masuk ke dalam kamar dan berdiri tepat di detan tempat tidur Ming Yu.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya?" Ucap pangeran Rong pada Lin Yao.


"Kak Ming Yu sudah jauh lebih baik, dia hanya perlu memulihkan diri setelah beberapa hari tak sadarkan diri."


Pangeran Rong mengangguk, "Bagus jika begitu."


"Yang mulia, mohon ampun. Maksud perkataan yang mulia tadi, apakah yang mulia telah berbicara dengan suami saya lagi untuk menangkap mereka?" Ucap nyonya Xiao.


"Benar, tetapi kami tidak akan menangkap mereka. Kami hanya akan menangkap pembuat racun itu, dan membiarkan sebagian keluarga itu keracunan beberapa waktu hingga mereka tidak lagi mempunyai uang untuk mengobati racun tersebut."


Lin Yao terkejut mendengar apa yang pangeran Rong katakan, befitu juga dengan nyonya Xia dan nyonya Xiao.


"Yang mulia, apa maksud yang mulia ingin meracuni mereka?" Ucap Lin Yao.


Pangeran Rong tersenyum, "Kita hanya akan membuat kaki mereka tidak bisa berjalan, dan mulut mereka tidak bisa berbicara selama 2 minggu. Setelah pernikahan kita selesai, dan mereka tidak lagi memiliki uang untuk mengobati racun itu. Kita baru akan memberikan penwarnya, tetapi tentu dengan harga yang mahal."


Lin Yao menatap pangeran Rong dengan tidak percaya, saat ini Lin Yao baru mengetahui bagaimana salah satu bentuk kekejaman pangeran Rong yang di katakan banyak orang.


"Laki-laki ini, jika dia hidup di 100 tahun yang lalu. Sudah di pastikan, siapa pun yang menyinggungnya pasti perguruan mereka akan hancur tak tersisa. Benar-benar laki-laki yang kuat dan kejam."


Pangeran Rong menatap Lin Yao, "Lin'er, apakah yang aku lakukannya terlalu kejam? Sehingga membuatmu merasa terkejut seperti itu."


Lin Yao tersadar dan segera menggelengkan kepalanya, "Tidak yang mulia, bibi Xiao berkata jika dulu mereka bangsawan yang hampir hancur. Dan karena di tolong oleh paman, mereka bisa seperti saat ini. Jika membuat mereka kembali seperti dulu, anggap saja itu sebagai hukuman bagi mereka semua."


"Kau memang calon permaisuriku, kau sangat mengerti bagaimana harus membalas orang dengan tepat."


"Yang mulia, saya tahu dimana rumah pembuat racun itu." Ucap tuan muda Xiao.


Pangeran Rong menoleh, "Benarkah? Dimana itu?"


"Dia memiliki rumah di balik bukit kecil yang terletak di sebelah barat kota itu. Mereka selalu bertemu dengan orang itu di sebuah gubuk tua, sebab dia tidak ingin siapapun tahu dimana dia tinggal."


"Lalu, bagaimana kakak bisa tahu jika pembuat racun tinggal di balik bukit itu?" Ucap Lin Yao.


"Aku secara tidak sengaja mengetahuinya, saat aku mendengar jika di sana tumbuh jamur 100 tahun. Awalnya aku ingin membawa jamur itu dan memberikannya padamu, tetapi tidak menyangka aku melihat rumah itu, dan mengetahui putri dari keluarga Qin pernah berteku dengannya."


"Jamur 100 tahun?"


"Benar, kau pasti mengerti kegunaan jamur itu."


Lin Yao terdiam, 100 tahun lalu dia memang pernah mendengar tentang jamur itu. Jamur yang bisa mengobati berbagai penyakit dalam, bahkan hanya menambahkan sedikit saja jamur itu pada ramuan obat yang tepat, bisa menyembuhkan orang yang sudah sekarat.


"Jamur itu memang memiliki manfaat yang sangat bagus, tetapi jika tidak di lakukan dengan tepat, akan menjadi racun nomor 2 yang mematikan di dunia." Ucap Lin Yao.

__ADS_1


"Racun nomor 2 di dunia?" Ucap pangeran Rong.


"Benar yang mulia, jika memang disana terdapat jamur itu, maka kita harus mendapatkannya. Sebab jika orang lain yang mendapatkannya dan menggunakan jamur itu sembarangan, itu bisa menyebabkan bencana pada negara ini."


Pangeran Rong mengangguk, "Baik, aku mengerti."


"Lin'er, apakah kau akan pergi kesana?" Ucap nyonya Xia.


"Benar ibu, tidak ada orang yang tahu bagaimana bentuk jamur 100 tahun itu. Jadi aku harus ikut dengan yang mulia pangeran Rong dan paman Xiao untuk mencarinya secara langsung."


Nyonya Xia hanya bisa mengangguk, setelah mendengar penjelasan tentang berbahayanya jamur itu. Nyonya Xia tidak bisa melarang Lin Yao melakukannya, karena itu demi kebaikan banyak orang.


"Baik kau pergilah, tetapi kau harus menjaga dirimu baik-baik."


"Iya ibu."


"Nyonya Xia tenang saja, aku pasti akan menjaga Lin'er dengan nyawaku sendiri."


"Terima kasih yang mulia, saya merasa sedikit lega."


"Jika begitu, setelah saya membantu kak Ming Yu meminum obatnya. Saya akan bersiap, saya juga akan menyiapkan hadiah yang bagus untuk orang yang telah membuat racun itu." Ucap Lin Yao.


Pangeran Rong mengangguk, "Baik, aku dan tuan Xiao akan menjemput mu nanti."


"Baik yang mulia."


Pangeran Rong lalu berjalan keluar dari paviliun, karena dia juga harus bersiap.


Tak lama Feng Ying masuk ke dalam kamar membawa obat untuk tuan muda Xiao.


"Nona, ini obatnya." Ucap Feng Ying.


"Baik, terima kasih."


Lin Yao membantu tuan muda Xiao duduk, lalu membantunya meminumkan obat.


"Feng Ying, kau tetaplah disini. Dan jaga kak Ming Yu, dan setiap 1 jam pastikan kau memberinya air hangat." Ucap Lin Yao setelah membantu meminumkan obat pada tuan muda Xiao.


"Baik nona, saya mengerti."


Lin Yao membaringkan kembali tubuh tuan muda Xiao, agar dia bisa kembali beristirahat.


"Kak, aku akan pergi bersiap dan akan ikut dengan yang mulia pangeran Rong juga paman Xiao, untuk menangkap orang yang telah membuat racun itu. Feng Ying akan disini dan membantu kakak selama aku pergi." Ucap Lin Yao.

__ADS_1


"Iya, kau harus berhati-hati."


"Baik, terima kasih kak."


__ADS_2