Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #44


__ADS_3

"Ibu, hari ini aku akan ke toko obat. Sudah beberapa hari aku tidak kesana." Ucap Lin Yao pada nyonya Xia.


"Baik, pergilah. Tetapi jangan lupa saat makan siang kau harus kembali."


"Baik ibu."


Lin Yao dan Feng Ying keluar dari paviliun, dan berjalan menuju toko obat milik Lin Yao.


"Apakah terjadi sesuatu selama aku tidak pergi ke toko, Feng Ying?" Ucap Lin Yao saat mereka berjalan keluar.


"Tidak ada nona, hanya saja tuan Xiao Bo sering datang dan duduk di kursi yang dia ambil dari ruang penyimpanan bahan obat."


"Tuan Xiao Bo?"


"Benar, sepertinya dia di perintahkan oleh yang mulia pangeran Rong untuk mengawasi dan menjaga toko obat milik nona."


Lin Yao mengangguk "Ternyata dia cukup perhatian."


Mereka terus berjalan, tetapi tiba-tiba Lin Yao berhenti.


"Ada apa nona, kenapa anda berhenti?" Tanya Feng Ying.


"Kita ke toko pandai besi lebih dulu, aku ingat hari ini tepat 2 minggu setelah aku memesan sebuah b3lati padanya."


Lin Yao berbalik dan berjalan menuju toko pandai besi yang letaknya berlawanan arah dari toko obatnya.


"Permisi tuan." Ucap Lin Yao setelah dia sampai di toko itu.


"Iya. Ah, anda nona yang memesan b3lati pada saya."


"Benar tuan, apakah sudah selesai?"


"Sudah nona, saya sudah menyelesaikannya dengan baik."


"Baguslah jika begitu, bisakah aku melihatnya?"


"Bisa nona, saya akan mengambilkannya terlebih dulu."


"Baik."


Pemilik toko lalu masuk ke dalam untuk mengambil b3lati yang Lin Yao pesan 2 minggu yang lalu.


Dan tak lama pemilik toko kembali dengan sebuah kain putih di tangannya.


"Nona, ini b3lati yang anda inginkan." Ucap pemilik toko itu sambil memberikan kain putih pada Lin Yao.


Lin Yao membuka kain itu, lalu mengambil b3lati yang ada di atas tangan pemilik toko.


"Saya harap anda menyukainya, nona." Ucap pemilik toko lagi.

__ADS_1


Lin Yao menarik b3lati itu dari dalam tempatnya, dan melihat b3lati kecil yang ada di tangannya dengan serius.


"Ini terlihat sempurna, tuan. Anda telah membuat b3lati yang sangat bagus. Terima kasih." Ucap Lin Yao dengan senang.


"Baguslah jika nona suka dengan b3lati yang saya buat itu."


Lin Yao mengangguk, dia lalu menatap Feng Ying.


Feng Ying yang mengerti maksud dari nonanya, segeran mengambil satu kantung berisi kepingan perak yang dia simpan.


"Nona, ini." Ucap Feng Ying.


Lin Yao mengambil kantong itu dari Feng Ying.


"Tuan, ini adalah sisa pembayaran yang telah saya janjikan pada tuan sebelumnya." Ucap Lin Yao sambil memberikan satu kantong berisi kepingan perak pada pemilik toko itu.


"Terima kasih, nona. Jika anda ingin membuat s3njata yang lain, anda bisa datang kemari. Saya pasti akan membuatkannya dengan bahan terbaik."


"Baik, terima kasih. Jika begitu saya harus pergi sekarang."


"Iya, terima kasih nona."


Setelah menyerahkan satu kantong uang pada pemilik toko, Lin Yao menyimpan b3lati itu dan berjalan menuju toko obatnya.


Tak butuh waktu lama, Lin Yao dan Feng Ying sampai di depan toko obat, dan ternyata sudah cukup ramai.


"Nona, bahan-bahan obat yang nona pesan sudah datang tadi pagi. Saya sudah meletakannya di dalam gudang penyimpanan obat." Ucap salah seorang pekerja toko miliknya.


"Iya nona."


Lin Yao mengangguk dan berjalan menuju sebuah ruangan yang ada di lantai dua toko obatnya.


Sementara Feng Ying pergi ke gudang penyimpanan obat, untuk memeriksa bahan obat yang sudah sampai itu.


Di dalam ruangan, Lin Yao mengeluarkan b3lati yang baru saja dia ambil dari toko pandai besi.


Dengan pelan Lin Yao menarik b3lati itu dan melihat lagi b3lati yang ada di tangannya.


"Seorang pandai besi di tahun ini sepertinya cukup kesulitan membuat sebuah b3lati yang seperti ini. Tetapi saat aku hidup dulu juga tidak banyak yang bisa membuat s3njata yang aku inginkan." Ucap Lin Yao.


Lin Yao menatap belati itu dan dengan gerakan cepat, Lin Yao menatap target dan melesatkan b3lati itu.


Kraaaak


B3lati itu berhasil mengenai gelas teh yang berada di atas meja, dan membuat gelas itu terbelah menjadi dua bagian tanpa ada pecahan sedikitpun. Seolah gelas itu di belah dengan memakai sebuah alat pemotong.


Lin Yao yang melihat itu tersenyum puas, dia lalu berjalan untuk mengambil b3latinya yang menancap pada lemari buku yang ada di dalam ruangan itu.


"Bagus, b3lati ini cukup tajam. Dengan ini, aku bisa berlatih dan melindungi orang-orang terdekat ku." Ucap Lin Yao.

__ADS_1


100 tahun yang lalu dia adalah salah satu guru di sebuah perguruan, memiliki banyak bakat dan sangat kuat. Namun setelah berenkarnasi pada tubuhnya di 100 tahun kemudian, dia hanya bisa merasakan sedikit kekuatannya. Jadi demi melindungi orang-orangnya, Lin Yao berencana untuk melatih kembali ilmunya.


"Aku akan menjadi seorang permaisuri dari dewa perang yang terkenal kejam dan dingin, tidak mungkin jika aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk melindungi diriku sendiri."


Lin Yao memasukan kembali b3lati pada tempatnya dan menyimpannya di dalam pakaian yang dia kenakan.


Setelah itu Lin Yao keluar dari dalam ruangan, untuk memeriksa dan meracik bahan obat yang telah sampai pagi ini.


...----------------...


Di dalam kamar sebuah istana yang berada tidak jauh dari negara Chao, seorang putri tengah duduk dengan aura kebencian yang menyelimuti dirinya.


"Dia hanya seoarng anak perdana menteri r3ndahan! Kenapa pangeran Rong memilihnya? Aku adalah seorang putri yang mempunyai banyak bakat, dan juga cantik. Apakah dia benar-benar sudah tidak bisa membedakannya?" Ucap wanita yang bernama Putri Yu Meng itu.


Putri Yu Meng adalah putri bungsu dari kerajaan Yu. Dia memiliki 2 orang kakak yang sangat memanjakannya, dan dia sangat menyukai pangeran Rong.


Walaupun dia tahu jika sebagian wajah pangeran Rong terluka dan mengenakan topeng, tetapi dia tetap menyukainya.


Namun sifatnya yang manja, egois dan pemarah. Membuat pangeran Rong tidak menyukainya, bahkan pangeran Rong tidak pernah melihatnya.


"Aku harus bicara dengan kakak pertama, agar dia bicara dengan ayah untuk pergi ke negara Chao. Aku tidak mau pangeran Rong menjadi milik wanita lain, terlebih milik wanita r3ndahan yang tidak memiliki bakat itu." Ucap putri Yu Meng.


Putri Yu Meng bergegas untuk menemui kakaknya yang berada di dalam istananya sendiri.


Pelayan setia putri Yu Meng mengikutinya di belakang.


Di depan istana kakaknya, putri Yu Meng melihat jika kakaknya sedang berbicara dengan seseorang dan sepertinya mereka tengah membicarakan hal yang penting.


"Sepertinya kakak pertama sedang sibuk, jika begitu aku akan ke istana kakak kedua saja." Ucap putri Yu Meng.


Putri Yu Meng berbalik, dan pergi menuju istana kakanya keduanya.


"Semoga kakak sedang tidak bersama dengan wanita itu." Ucap putri Yu Meng.


Tak berapa lama putri Yu Meng sampai di depan istana kakak keduanya.


"Apakah kakak ku ada di dalam?" Tanya putri Yu Meng pada pelayan yang ada di depan pintu kamar kakanya.


"Maaf yang mulia putri, yang mulia pangeran kedua sedang tidak berada di istana."


"Tidak ada di istana?"


"Benar yang mulia, pagi-pagi sekali yang mulia pergi dari istana."


Putri Yu Meng terdiam "Kemana kakak kedua pergi pagi-pagi?"


Tanpa berkata lagi putri Yu Meng berbalik dan pergi ke istananya lagi dengan penuh tanya.


__ADS_1


...Putri Yu Meng...


__ADS_2