Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #64


__ADS_3

"Jamur 100 tahun, apakah benar-benar ada di dalam hutan ini?"


"Saya sendiri tidak begitu yakin, karena jamur itu hanya tumbuh di daerah yang cukup lembab, dan sangat langka."


"Baiklah, kalau begitu aku akan menemani mu memcarinya setelah kita melihat rumah kayu itu di bakar."


"Baik yang mulia."


Pangeran Rong berjalan ke arah Xiao Li, lalu berbicara sesuatu pada pengawal pribadinya itu.


Sementara Lin Yao berjalan sedikit jauh dari pangeran Rong dan Xiao Li, dia melihat kesana kemari dan menemukan sebuah pohon besar, dengan lubang yang tak begitu lebar di bawah pohon itu.


"Pohon itu sangat besar, dan kokoh. Tetapi di bawah pohon itu di penuhi oleh tumbuhan kecil. Tunggu! Tumbuhan kecil itu....."


"Ternyata kau ada disini, kau mengira kau sudah pergi mencari jamur itu sendirian." Ucap pangeran Rong yang baru saja sampai di belakang Lin Yao.


"Yang mulia."


"Apa yang kau lakukan disini?"


"Saya sedang melihat pohon besar di depan itu."


"Pohon itu terlihat cukup tua dan kuat."


"Benar yang mulia, tetapi lihatlah di bawah pohon besar itu."


Pangeran Rong berjalan mendekati pohon besar itu dan berdiri tepat di bawahnya.


"Di bawah pohon ini di tumbuhi rumput berduri, dan lumut yang cukup banyak." Ucap pangeran Rong.


Lin Yao berjalan mendekat, "Itu bukan rumput dan lumut biasa, yang mulia. Itu adalah salah satu bahan untuk membuat obat."


"Benarkah?"


"Iya, yang mulia. Adanya dua tumbuhan itu juga menandakan jika di sekitar mereka tumbuh tanaman yang kita cari, jamur 100 tahun."

__ADS_1


Pangeran Rong menatap Lin Yao dengan tidak percaya, karena dia tidak menemukan dimanapun jamur itu berada.


"Yang mulia, mari kita singkirkan terlebih dulu tumbuhan itu. Saya akan mencoba untuk mencari di dalam lubang pohon besar ini." Ucap Lin Yao.


Pangeran Rong hanya menganggjk, lalu dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumbuhan berduri yang ada di sekitar pohon besar itu.


Setelah selesai, Lin Yao berjongkok di depan lubang pohon itu dan dengan hati-hati dia memasukan tangannya ke dalam lubang itu, lalu m*rabaa bagian dalam pohon itu.


"Saya menemukannya, bahkan tidak hanya satu. Sepertinya jamur ini sudah berkembang di dalam pohon tua ini selama puluhan tahun, karena lubang pohon cukup lembab." Ucap Lin Yao dengan senyum bahagianya.


Dengan hati-hati Lin Yao mencabut jamur yang ada di dalam lubang pohon besar itu, dan mengeluarkan tangannya yang sudah memegang jamur itu.


" Yang mulia, ini adalah jamur 100 tahun. Jamur ini sedikit lebih keras, dengan bagian atas yang sangat halus, namun cukup kuat." Ucap Lin Yao seraya memberikan jamur itu pada pangeran Rong.


Pangeran Rong melihat jamur yang ada di tangannya, dia merasakan jamur itu. Dan apa yang di katakan oleh Lin Yao benar.


Bagian bawah jamur sangat keras seperti kayu, dan bagian atasnya terasa lembut seperti sutra, namun tidak muda di sobek seperti jamur biasanya.


"Ini... Benar-benar tidak bisa potong dengan tangan, padahal terlihat begitu lembut." Ucap pangeran Rong.


"Benar, yang mulia. Kita aharus menggunakan pisau tajam untuk memotongnya. Saya akan mengambil jamur yang tersisa di dalam lubang pohon ini."


Tangan Lin Yao kembali masuk ke dalam lubang di bawah pohon itu, dan tak berapa lama tangannya keluar dengan 6 buah jamur 100 tahun di tangannya. Dan satu buah jamur paling besar, yang masih menempel pada tanahnya.


"Lin'er, kenapa kau mengambil jamur yang terakhir itu dengan tanahnya sekaligus?" Ucap pangeran Rong dengan heran.


"Saya akan menanamnya yang mulia, jamur ini sangat langka. Dan hanya akan tumbuh jamur baru saat usianya telah mencapai 10 tahun, lalu akan bertahan hidup selama lebih dari 100 tahun."


"Karena dia memiliki pertahanan hidup hingga ratusan tahun, jadi jamur ini bernama jamur 100 tahun?"


"Benar yang mulia, saya memperkirakan semua jamur ini berusia lebih dari 30 tahun. Dan itu sudah cukup untuk membuat campuran bahan obat."


Pangeran Rong mengangguk, "Aku mengerti, lalu kau akan menanam jamur itu dimana?"


"Karena jamur ini mungkin berusia lebih lama dari semua jamur, dan dia membutuhkan tempat yang sangat lembab. Saya akan membuat sebuah gua kecil dari batu-batuan di samping kamar ssya yang terdapat kolam ikan, dan menanamnya di bawah batu-batuan itu."

__ADS_1


"Apakah akan tumbuh disana?"


"Tentu yang mulia, kita hanya harus menutup rapat batu-batuan itu. Dan setiap dua hari saya akan memberikan air juga obat khusus, agar di dalam batu-batuan itu cukup lembab."


Pangeran Rong mengangguk, "Kau sangat pintar, aku sendiri bahkan tidak mengetahui jika di dunia ini ada jamur 100 tahun. Dan ini pertama kalinya aku melihatnya sendiri."


Lin Yao hanya tersenyum.


Setelah mendapatkan jamur 100 tahun, dan memetik daun dari tumbuhan berduri juga lumut yang ada di bawah pohon besar itu, Lin Yao dan pangeran Rong berjalan menghampiri Xiao Li yang sedang menunggu mereka, sambil melihat rumah laki-laki pembuat racun yang telah terbakar habis.


"Xiao Li, kita kembali sekarang. Kau bawa laki-laki itu, dan masukan ke dalam penjara istana ku. Dia masih berguna untuk kita, jadi kita tidak bisa membunuhnya lebih dulu." Ucap pangeran Rong.


"Tetapi yang mulia, dia telah memakan obat yang di berikan oleh anda."


"Obat itu hanya akan membuat dia mengatakan semua kebenaran yang telah di lakukan oleh ketiga anak dari keluarga bangsawan itu, dan jika dia tidak mengatakan dengan benar, maka tulang dan ototnya akan terasa sedang di putus secara paksa dari dalam tubuhnya." Ucap Lin Yao.


Xiao Li merasa merinding seketika, setelah mendengar penjelasan Lin Yao tentang efek racun yang laki-laki itu telan.


"Baiklah, kita kembali sekarang." Ucap pangeran Rong.


"Baik yang mulia."


Pangeran Rong dan Lin Yao berjalan lebih dulu ke arah kuda mereka, di susul oleh Xiao Li yang membawa laki-laki itu.


Setelah melihat Xiao Li meletakan laki-laki itu di atas kuda, mereka pun segera pergi dari area hutan itu karena Lin Yao harus segera mencuci bersih, dan mengeringkan sebagian tanaman obat yang telah dia dan pangeran Rong temukan di dalam gutan tadi.


Beberapa orang yang mereka lewati di dalam kota maupun desa menatap dengan penuh tanya, namun ketiga orang itu tidak menghiraukan.


Setelah sampai di ibu kota, Lin Yao dan pangeran Rong langsung pergi ke paviliun. Sementara Xiao Li pergi ke istana pangeran Rong untuk memasukan laki-laki itu ke dalam penjara.


"Yang mulia, Lin'er. Kalian telah kembali." Ucap nyonya Xia yang melihat pangeran Rong dan Lin Yao masuk ke dalam paviliun.


"Iya ibu, bagaimana keadaan kak Ming Yu?"


"Dia sudah jauh lebih baik, wajahnya juga terlihat jauh lebih segar."

__ADS_1


"Baguslah jika begitu."


Nyonya Xia mengangguk, dia merasa lega karena tidak terjadi sesuatu pada pangeran Rong dan Lin Yao.


__ADS_2