Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #116


__ADS_3

Keesokan harinya, keluarga Xiao dan keluarga Xia berkunjung ke istana pangeran Rong dan permaisuri An.


Mereka membawa beberapa kotak, yang berisi berbagai macam hadiah untuk permaisuri An yanh saat ini tengah hamil.


"Permaisuri An, bibi membawakan beberapa manisan yang bibi buat dari buah-buahan segar untuk mu." Ucap nyonya Xiao.


"Bibi Xiao, seharusnya bibi tidak perlu bersusah payah membuat itu untuk saya."


"Tidak, tidak. Aku melakukannya dengan sangat bahagia, karena saat ini kau sedang mengandung."


"Terima kasih, bibi Xiao. Saya tidak tahu harus bagaimana."


Nyonya Xiao mengangguk lalu memeluk permaisuri An.


"Kau bisa mengatakan apapun yang kau inginkan pada bibi, sebisa mungkin bibi akan membuatkannya untuk mu." Ucap nyonya Xiao dengan lembut.


"Baik, terima kasih bibi."


Nyonya Xiao mengangguk.


Saat ini permaisuri An merasa sangat terharu, karena seharusnya yang mengatakan hal itu adalah ibunya. Namun sekarang nyonya Xia sudah tidak lagi bersamanya, dan hanya ratu dan nyonya Xiao yang mengatakan hal itu padanya.


"Jangan pernah berpikir jika kau tidak akan bisa merasakan apa yang wanita hamil lainnya rasakan, bibi akan disini jika kau membutuhkannya." Ucap nyonya Xiao.


"Baik, terima kasih bibi."


(Maksud nyonya Xiao, rasa kasih sayang seorang ibu, saat permaisuri An tengah hamil).


Nyonya Xiao menyeka air matanya yang keluar, karena dia tidak bisa lagi membendungnya. Hal yang paling membahagiakan bagi seorang ibu setelah melihat anaknya menikah adalah saat anaknya mengandung untuk pertama kali.


Namun saat ini nyonya Xia tidak bisa melihatnya, dan tentu saja itu membuat nyonya Xiao bersedih. Karena permaisuri An merupakan anak nyonya Xia satu-satunya.


"Bibi Xiao, saya mohon jangan seperti ini. Ibu pasti bahagia melihat saya sedang hamil sekarang." Ucap permaisuri An.

__ADS_1


Nyonya Xiao mengangguk, "Kau benar, Wei Yi pasti sedang tersenyum bahagia melihatmu dari langit."


Permaisuri An menyeka air mata nyonya Xiao, sebenarnya saat ini dia juga bersedih karena dia tidak lagi bisa merasakan kehangatan dari ibunya di saat dia tengah mengandung seperti saat ini.


Namun, permaisuri An tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan semua orang. Terlebih di depan nyonya Xiao, yang telah menganggapnya seperti anaknya sendiri.


"Ibu, kau bisa membuat permaisuri An ikut bersedih. Jadi berhentilah menangis, ibu." Ucap tuan muda Xiao.


"Iya, aku mengerti."


Permaisuri An menatap nyonya Xiao dengan penuh rasa haru, sungguh dia tidak menyangka jika ibunya akan memiliki seorang teman yang begitu baik seperti nyonya Xiao dan keluarganya.


"Permaisuri An, kami juga membawakan hadiah untuk anda dan bayi yang ada di dalam perut anda." Ucap penasehat keluarga Xia.


"Untuk bayi di dalam perut?"


"Benar, anda bisa memakainya ketika usia bayi anda 5 bulan dan mulai bergerak."


Permaisuri An melihat hadiah yang di berikan oleh penasehat keluarga Xia itu.


"Penasehat Xia, bagaimana bisa anda membawa hadiah seperti itu pada permaisuri An? Apakah anda bermaksud ingin mengikat bayi yang masih berada di dalam perut permaisuri An, dengan keluarga Xia selamanya?" Ucap nyonya Xiao dengan terkejut.


"Bibi Xiao, apa maksud dari ucapan bibi?" Ucap permaisuri An yang bingung.


"Itu adalah sebuah benda yang jika kau pakai saat usia bayimu 5 bulan, maka bayi itu akan terus terikat pada keluarga orang yang memberi hadiah itu. Dan meskipun kau tidak ingin anak itu pergi ke keluarga Xia, anak itu akan tetap kesana. Dan bahkan tidak akan pernah mau kembali padamu lagi."


Permaisuri An dan pangeran Rong yang berada disana sangat terkejut dengan apa yang di katakan oleh nyonya Xiao. Begitu juga dengan tuan muda Xiao, dan pangeran ke 3.


"Penasehat Xia, berani sekali kau membawa benda seperti itu untuk permaisuriku!" Seru pangeran Rong.


"Yang mulia, permaisuri An merupakan keluarga Xia juga. Dan bayi yang ada di dalam perutnya juga merupakan anggota keluarga Xia. Jadi saya......"


"Cukup! Bawa pergi benda itu. Meskipun saya adalah bagian dari keluarga Xia, saya tidak akan pernah membiarkan orang lain merebut atau menyakiti anak yang berada di dalam perut saya." Ucap permaisuri An seraya menatap penasehat keluarga Xia dengan tajam.

__ADS_1


"Permaisuri An, anda....."


"Apakah saya harus memutuskan hubungan saya dengan keluarga Xia terlebih dulu, agar kalian tidak bisa berbuat sesuka hati kalian terhadap saya dan bayi ini?"


Semua orang yang berada disana terkejut dengan perkataan permaisuri An yang begitu tegas dan lantang itu.


"Saat saya dan ibu tinggal di kediaman Liu dulu, apakah kalian melakukan sesuatu pada kami, ketika kami di tindas oleh selir dan putri tuan Liu? Tidak pernah! Meskipun ibu tidak pernah mengatakan apapun kepada keluarga Xia tentang semua itu, tetapi saya yakin jika kalian telah mengetahuinya. Dan seharusnya kalian membantu kami, walaupun ibu tidak menginginkannya." Ucap permaisuri An dengan penuh tekanan.


Pangeran Rong mengusap lengan permaisuri An, dan mencoba menenangkan permaisurinya itu.


"Kalian tidak pernah melakukan apapun terhadap kami. Dan sekarang kalian ingin bayi ini menjadi milik kalian, tanpa peduli dengan bagaimana kehidupan saya kelak tanpa anak ini! Apakah kalian berpikir saya akan melakukan itu?" Ucap permaisuri An lagi dengan penuh kemarahan.


Pangeran Rong menatap pangeran ke 3 dan tuan muda Xiao.


Pangeran ke 3 yang mengerti segera berdiri, "Penasehat Xia, lebih baik anda dan anggota keluarga Xia yang lain kembali sekarang. Dan mohon untuk tidak melakukan hal yang membuat kami semua memusuhi keluarga anda. Walaupun keluarga Xia merupakan keluarga bangsawan yang besar dan cukup di segani. Tetapi anda juga harus ingat, jika saat ini anda berada di tanah kerajaan Chao. Dan permaisuri An merupakan permaisuri dari salah satu pangeran kerajaan ini."


Penasehat Xia hanya bisa mengangguk, karena sebenarnya hadiah yang dia bawa merupakan hadiah dari beberapa kakak nyonya Xia. Dan sebagai penasehat keluarga, dia harus mengikuti apa yang di perintahkan oleh mereka. Meskipun dia telah menolaknya.


"Sekarang, mohon untuk meninggalkan istana ini. Karena aku maupun permaisuriku tidak menerima kalian disini." Ucap pangeran Rong pada penasehat Xia dan beberapa anggota keluarga Xia yang datang.


"Baik, kami akan kembali sekarang. Dan saya akan memberitahu hal ini kepada para tetua keluarga Xia." Ucap penasehat Xia.


"Tunggu. Permaisuri An, bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu kepada kami. Kami adalah keluarga Xia, kau juga sama. Seharusnya kau...."


"Kalian masih menganggap saya sebagai keluarga Xia, tetapi kalian tidak pernah membantu saya dan ibu saya, selama kami tinggal di luar keluarga Xia. Dan sekarang kalian ingin mengambil anak yang ada dalam perut saya. Bahkan sebelum anak ini lahir!" Ucap permaisuri An dengan keras.


Salah satu anggota keluarga Xia terdiam, sementara penasehat Xia merasa bersalah kepada permaisuri An, karena melakukan apa yang di perintahkan oleh beberapa tetua keluarga Xia.


"Aku masih berdiri di negara ini, tetapi kalian sudah berani melakukan hal seperti itu kepada menantuku. Apakah kalian masih memandangku?" Ucap kaisar yang baru saja tiba.


Semua orang melihat ke arah kaisar.


"Yang mulia." Ucap semuanya seraya membungkukkan badan mereka.

__ADS_1


Kaisar menatap penasehat Xia dan beberapa keluarga Xia yang datang ke istana pangeran Rong.


__ADS_2