Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #125


__ADS_3

"Yang mulia, apa yang akan anda lakukan pada wanita itu?" Ucap permaisuri An.


"Dia telah mencoba meracunimu, aku tentu akan memberikan hukuman yang sangat berat padanya."


"Yang mulia, apakah dulu anda begitu dekat dengannya, sehingga dia sangat menyukai anda?"


"Dulu aku pernah berada di perbatasan utara untuk melatih pasukan disana, dan beberapa kali membantunya. Aku juga tidak tahu jika dia menyukaiku, hanya karena aku telah membantunya. Sebab aku juga melakukan hal yang sama terhadap orang-orang yang ada disana."


Permaisuri An mengangguk," Sepertinya dia salah paham terhadap kebaikan yang anda lakukan padanya."


"Kau benar, dan kesalahpahaman itu membuatnya melakukan hal yang di luar dugaan kita."


"Yang mulia, seseorang akan merasa sangat marah, saat melihat orang yang dia sukai bersama dengan orang lain. Terlebih anda telah menikah dengan saya, dan selalu tersenyum pada saya di depan dia."


"Aku tidak pernah memiliki perasaan apapun terhadap Mei Huang, aku membantunya karena dia adalah kepala pasukan di perbatasan utara."


"Saya mengerti, yang mulia."


"Aku akan berbicara dengan ayah kaisar mengenai hal ini."


"Baik."


Pangeran Rong mengangguk, "Sekarang kau mandilah terlebih dulu, aku akan menemui ayah kaisar untuk membicarakan hal ini."


"Baik, sayaa mengerti."


Setelah itu pangeran Rong berjalan meninggalkan istananya, menuju istana raja.


"Aku menanti hukuman apa yang ada kaisar dan pangeran Rong berikan kepadanya." Ucap permaisuri An.


Setelah pangeran Rong tidak lagi terlihat di taman istana, permaisuri An kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Feng Ying." Ucap permaisuri An.


"Saya disini, yang mulia."


"Katakan padaku, apakah kau yang memberitahu yang mulia pangeran Rong tentang wanita itu?"


"Ampuni saya, yang mulia. Saya berpikir anda pasti tidak akan memberitahu yang mulia pangeran Rong, jadi saya...."


"Tidak apa-apa, meski bukan dirimu. Pasti akan ada orang lain yang memberitahu hal itu kepada yang mulia."


"Mohon ampuni saya, yang mulia. Saya hanya merasa khawatir kepada keselamatan yang mulia."


"Terima kasih, kau selalu menjaga ku dengan sangat baik."

__ADS_1


"Yang mulia."


Permaisuri An tersenyum, "Semoga saja hal ini tidak terdengar oleh keluarga Xiao. Aku tidak ingin bibi Xiao mengkhawatirkan ku, sudah cukup aku merepotkan dirinya selama kehamilan ini. Terlebih dalam menghadapi keluarga Xia, yang masih melakukan sesuatu secara diam-diam."


"Benar, mereka telah melakukan banyak hal untuk anda."


"Menjadi seorang permaisuri cukup sulit, benarkan Feng Ying?"


"Yang mulia, bagaimana bisa anda berkata demikian?"


Permaisuri An hanya tersenyum, "Aku ingin bertemu dengan bibi Hong, apa dia sedang membuat sesuatu lagi untuk ku?"


"Benar, yang mulia. Bibi Hong berkata jika hari ini dia akan membuatkan kue dari labu kuning, yang baru saja dia dapatkan dari ladang istana."


"Kue dari labu kuning?"


"Benar, bibi Hong berkata jika dulu ibu anda selalu menyukai kue itu. Dan dia ingin anda mencobanya."


"Dia masih sangat ingat makanan yang ibu sukai."


"Benar, yang mulia. Setelah kematian ibu anda, bibi Hong selalu merutuki tuan Liu, selir Qian dan juga nona Fang Yin."


"Dia sudah bersama ibu sejak ibu masih sangat muda, sedangkan selir Qian yang tidak tahu terima kasih itu, ibu membawanya karena kasihan. Aku sendiri tidak tahu pasti bagaimana ibu bisa berpikir untuk membawa dia ke dalam kediaman Liu."


"Keluarga bangsawan? Aku saja lupa jika aku merupakan salah satu keluarga bangsawan itu."


"Yang mulia."


"Mereka tidak pernah peduli pada kami, tetapi ingin mendapatkan keuntungan dari kami."


"Saya mengerti perasaan yang mulia. Mohon untuk tidak lagi memikirkan hal itu, yang mulia."


Permaisuri An mengangguk, "Kau benar, sejak ibu meninggal aku merasa jika aku sudah tidak memiliki siapapun. Kehangatan keluarga Xia pun seperti angin yang berhembus."


Feng Ying menatap permaisuri An dengan sedih, sebab dia sangat tahu bagaimana kehidupan permaisuri An dan nyonya Xia dulu.


"Baiklah, kita lupakan saja itu. Kau bantu aku siapkan air."


"Baik, yang mulia. Akan segera saya siapkan."


Feng Ying kemudian berjalan keluar dari kamar permaisuri An.


Sementara permaisuri An duduk dan mengusap perutnya, "Aku sengaja tidak memberitahu kepada semua orang tentangmu, karena aku tidak ingin keluarga Xia kembali bertindak, jika mereka tahu dirimu."


(Maksudnya adalah bayi itu laki-laki atau perempuan, ya).

__ADS_1


Permaisuri An ingat ketika baru pertama kali dia hamil, dan keluarga Xia membawakan hadiah yang tidak seharusnya mereka bawa untuk permaisuri An.


"Tidak akan ada seorang pun yang bisa mengambil mu dari ku." Ucap permaisuri An lagi.


...----------------...


Di dalam istana raja, pangeran Rong tengah duduk bersama dengan kaisar dan juga putra mahkota.


"Jadi maksud mu, jika kepala pasukan di perbatasan utara telah memberikan obat pada makanan permaisuri An, tetapi permaisuri An menyadari itu sebelum dia memakannya?" Ucap putra mahkota pada pangeran Rong.


"Benar, dan saya berniat untuk memberi hukuman. Tetapi di dalam perut permaisuri An juga merupakan anggota keluarga kerajaan, jadi saya datang untuk membicarakan hal ini dengan ayah kaisar dan kakak putra mahkota."


"Dia sudah sangat berani melakukan itu, dan tidaj menghormati ku." Ucap kaisar.


"Ayah kaisar, dia hampir membunuh permaisuri An dan bayinya, yang merupakan anggora kerajaan ini. Kita harus memberikan hukuman yang berat untuknya, agar kelak tidak ada yang berani lagi melakukan hal ini kepada anggota kerajaan lainnya." Ucap putra mahkota.


Kaisar mengangguk, "Kau benar, besok seret dia ke pengadilan istana. Aku sendiri yang akan mengadilinya. Benar-benar lancang!"


Putra mahkota dan pangeran Rong mengangguk.


"Lalu, bagaimana permaisuri An saat ini?" Ucap kaisar pada pangeran Rong.


"Dia dan anak di dalam perutnya baik-baik saja, ayah kaisar. Sebab dia sama sekali belum memakan makanan itu."


"Baguslah jika begitu."


"Aku ingat dengan seorang putri yang pernah berkata lancang, beberapa bulan yang lalu ketika ayah kaisar mengadakan pesta untuk menyambut kehamilan permaisuri An. Apakah dia melakukan sesuatu?" Ucap putra mahkota.


Pangeran Rong menggelengkan kepalanya, "Tidak, kemungkinan dia tidak berani karena kedua orang tuanya menekan dirinya, agar tidak melakukan sesuatu pada permaisuri An."


"Itu bagus."


"Iya, kakak putra mahkota. Saya berharap setelah ini tidak akan ada lagi orang yang akan membuar permaisuri An dan anak kami dalam bahaya."


"Benar, kami juga berharap seperti itu."


"Lalu, bagaimana dengan keluarga Xia, apakah mereka masih memaksa permaisuri An untuk memberikan anak kalian pada mereka?" Ucap kaisar.


"Tidaj yang mulia, keluarga Xiao membantu kami mengatasai keluarga Xia yang secara diam-diam pergi ke seorang peramal, dan juga membantu kami mengawasi setiap apa yang keluarga Xia lakukan."


"Baguslah, sepertinya permaisuri An sangat berarti bagi keluarga Xiao."


"Itu karena keluarga Xiao telah menganggap permaisuri An sebagai putri mereka."


Kaisar mengangguk, dia merasa lega mendengar hal itu. Dan hanya tinggal mengadili wanita bernama Mei Huang, yang telah berani memberikan obat untuk membunuh permaisuri An dan anak di dalam perutnya.

__ADS_1


__ADS_2