
Setelah mengetahui jika permaisuri An telah hamil, sikap pangeran Rong seketika berubah. Dia menjadi seorang laki-laki yang lebih hangat, dan juga sangat berhati-hati pada permaisuri An.
Ratu, kaisar dan anggota kerajaan lainnya juga telah mengetahui kabar kehamilan permaisuri An, dan mereka turut berbahagia.
"Mulai saat ini, kau tidak aku perbolehkan untuk berlatih lagi." Ucap pangeran Rong.
"Baik, saya mengerti."
"Kau juga tidak boleh keluar dari istana sembarangan."
"Iya, yang mulia."
"Dan juga....."
"Berhenti melakukan hal itu, permaisuri An tidak akan bertindak sembarangan. Dia tahu apa yang harus dia lakukan dan tidak." Ucap raru yang baru saja tiba bersama dengan pangeran ke 5.
"Ibu ratu benar, kakak boleh mengkhawatirkan permaisuri An. Tetapi jika terlalu seperti itu, permaisuri An juga akan kesulitan ingin melakukan apa." Ucap pangeran ke 5.
"Ibu ratu, pangeran ke 5." Ucap permaisuri An seraya berdiri.
"Tidak apa-apa, kau duduk saja." Ucap ratu.
Permaisuri An mengangguk lalu dia kembali duduk.
"Bagaimana keadaan mu, apakah kau menginginkan sesuatu?" Ucap ratu lagi seraya duduk di samping permaisuri An.
"Tidak, ibu ratu. Saya tidak menginginkan apapun, hanya saja jika saya mencium aroma gingseng, perut saya akan terasa sedikit tidak nyaman."
Ratu mengangguk, "Aku mengerti, itu adalah hal yang biasa di alami oleh wanita di awal kehamilan."
"Iya, ibu ratu."
"Bagaimana keadaan putri Xiu Ying?" Ucap pangeran Rong.
"Kondisinya semakin membaik, hanya saja tubuhnya masih terasa lemas. Jadi dia belum bisa mengunjungi kalian kesini." Ucap pangeran ke 5.
"Tidak apa-apa, saya akan mengunjunginya nanti. Saya juga masih harus memeriksa perut putri Xiu Ying." Ucap permaisuri An.
"Kau ingin ke istana kak Xiu Ying?" Ucap pangeran Rong.
__ADS_1
"Benar, bagaimanapun saya yang telah mengobatinya. Dan saya harus memeriksa kembali keadaan putri Xiu Ying setelah beberapa hari saya tidak kesana."
"Baiklah, aku akan ikut denganmu."
"Yang mulia, saya akan baik-baik saja. Pangeran ke 5 juga datang kemari, dia pasti ingin berbicara dengan yang mulia."
Pangeran Rong menatap adiknya, dan di balas anggukan oleh pangeran ke 5.
"Baiklah, tetapi tetap saja kau akan pergi bersamaku ke istana putri Xiu Ying, setelah aku berbicara dengan pangeran ke 5."
Permaisuri An hanya bisa mengangguk mendengar ucapan pangeran Rong, karena dia tidak ingin berdebat dengan suaminya itu.
Setelah melihat anggukan permaisuri An, pangeran Rong keluar dari kamarnya bersama dengan pangeran ke 5, dan mereka berjalan menuju ruang baca.
"Dia menjadi banyak berubah setelah mengetahui jika kau telah hamil." Ucap ratu.
"Ibu ratu benar, tetapi saya khawatir jika dia terlalu seperti itu. Karena bagaimanapun dia adalah seorang dewa perang, dan jika terjadi sesuatu di perbatasan, tentu dia harus bergegas kesana."
"Iya, kita hanya bisa berharap jika semuanya akan baik-baik saja, sehingga pangeran Rong tidak perlu pergi ke perbatasan."
"Iya, ibu ratu."
Saat ini mungkin di setiap perbatasan negara Chao aman dan baik-baik saja, tetapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok. Karena itu, entah pangeran Rong atau pangeran ke 5 selalu memantau keadaan ke 4 perbatasan negara Chao.
"Permaisuri An, apakah keluarga Xia telah mengetahui tentang kehamilan mu?" Ucap ratu.
"Sepertinya sudah, ibu ratu."
"Di dalam keluarga Xia hanya ada satu cucu laki-laki dan dia terlahir tidak sempurna. Dan selama lebih dari 4 tahun tidak ada kelahiran lagi dalam keluarga itu. Jika saat ini kau tengah mengandung anak laki-laki, kemungkinan dia akan menjadi penerus keluarga Xia."
"Saya tidak tahu, ibu ratu. Tetapi, saya tidak ingin anak saya terlibat dalam sebuah perebutan warisan kekayaan, yang di miliki oleh keluarga Xia."
"Tetapi tetap saja, kau adalah cucu dari tuan besar Xia. Dan setelah mengetahui kehamilan mu, semuanya sedang menanti kelahiran anak itu."
Permaisuri An hanya diam mendengar itu, "Apakah dia laki-laki atay perempuan, saya akan melindunginya dengan nyawa saya sendiri. Dan tidak akan membiarkan orang lain menyakitinya."
Ratu mengangguk, sebenarnya dia merasa sangat bahagia karena permaisuri An tengah hamil, namun dia juga merasa sedikit khawatir pada kehamilan permaisuri An.
...----------------...
__ADS_1
"Ibu, saya mendengar jika permaisuri An telah hamil saat ini. Bagaimana jika kita mengunjunginya di istana?" Ucap tuan muda Xiao.
"Kau benar, kita sudah lama tidak melihatnya. Setelah beberapa bulan yang lalu, ketika memperingati 7 hari kematian Wei Yi."
"Iya, ibu."
"Baiklah, besok kita akan kesana. Aku akan membawakan beberapa makanan yang biasa di makan oleh wanita di awal kehamilan."
"Baik ibu."
"Saat ini, permaisuri An tidak lagi memiliki seorang ibu. Dan aku tidak ingin dia merasa begitu sangat kehilangan lagi sosok ibu yang sangat dia butuhkan ketika masa-masa seperti ini. Jadi aku ingin membuatnya merasakan kenyamanan ketika dia menginginkan sesuatu."
"Ibu benar, meskipun di dalam istana ada yang mulia ratu dan yang mulia putri Xiu Ying. Namun tetap saja, permaisuri An pasti akan merasa tidak nyaman untuk meminta sesuatu kepada mereka."
"Iya, jadi hari ini aku akan membuat beberapa manisan dari buah persik segar dan juga yang lainnya."
"Baik ibu, saya akan meminta pelayan untuk membelikan buah-buahan untuk membuatnya."
"Iya."
Nyonya Xiao dan juga tuan muda Xiao begitu menyayangi permaisuri An seperti keluarganya sendiri, bagi nyonya Xiao yang sangat ingin memiliki seorang anak perempuan, tentu saja dia merasa sangat bahagia melakukan berbagai hal untuk permaisuri An yang tengah hamil.
Dan keluarga Xia, tentu turut bahagia mendengar berita kehamilan permaisuri An yang telah sampai pada telinga mereka.
Beberapa tetua keluarga Xia tengah menyiapkan hadiah untuk permaisuri An dan pangeran Rong, yang tentunya bisa mereka pakai ketika usia kandungan mereka mencapai 5 bulan, dimana bayi akan mulia bisa bergerak dalam perut permaisuri An.
"Sepertinya keluarga besar Xia akan mengadakan pesta untuk kehamilan permaisuri An." Ucap tuan muda Xiao.
"Tentu saja mereka akan melakukan hal itu, mereka pasti sangat bahagia. Karena sudah lama tidak ada kelahiran di keluarga bangsawan Xia. Apalagi jika anak yang permaisuri An dan pangeran Rong adalah laki-laki."
"Jika bayi itu laki-laki, sudah di pastikan dia akan memiliki semua kekayaan keluar Xia. Karena dia akan menjadi penerus satu-satunya di keluarga itu."
"Kau benar, di keluarga Xia hanya ada satu cucu laki-laki, dan itupun cacaat."
Tuan muda Xiao mengangguk, "Kita harus melindungi permaisuri An lebih baik lagi, jika dia mengandung anak laki-laki, keluarga Xia yang lain pasti tidak akan tinggal diam."
"Iya, mereka pasti akan melakukan sesuatu. Agar permaisuri An dan bayinya celaka, sehingga anak permaisuri An tidak akan memiliki kesempatan untuk menjadi penerus dan mendapatkan semua kekayaan keluarga Xia."
"Benar ibu."
__ADS_1
Meskipun permaisuri An adalah seorang permaisuri, dan di lindungi oleh banyak pengawal istana. Bagi keluarga Xia yang merupakan keluarga bangsawan, mereka tidak merasa takut melakukan sesuatu pada permaisuri An.
Karena itu, keluarga Xiao yang juga merupakan keluarga bangsawan akan melindungi permaisuri An dari luar istana, agar keluarga Xia tidak memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang bisa membuat permaisuri An dan bayinya celaka.