Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #126


__ADS_3

Keesokan harinya, sesuai dengan perintah kaisar. Mei Huang di bawa ke pengadilan istana, dan kaisar sendiri yang menjadi hakim pengadilan itu.


Mei Huang yang tidak menyangka akan seperti ini, merasa menyesal telah melakukan hal yang bod0h. Tetapi rasa bencinya terhadap permaisuri An yang sydah berhasil memiliki pangeran Rong, lebih besar dari rasa penyesalannya itu.


"Kepala pasukan di perbatasan utara, Mei Huang." Ucap kaisar.


"Ham.... Hamba memberi salam kepada yang mulia kaisar, semoga yang mulia panjang umur." Ucap Mei Huang.


"Kau adalah seorang kepala pasukan di perbatasan utara, tetapi kau sangat lancang ingin membunuh permaisuri An dan calon cucuku."


Mei Huang terdiam, karena dia tidak tahu harus berkata apa di depan kaisar.


"Sesuai dengan hukum yang ada di istana. Siapapun yang ingin membunuh atau telah membunuh anggota kerajaan, maka dia akan di hukum mati." Ucap kaisar lagi.


Kepala Mei Huang mendongak, ketika mendengar perkataan kaisar mengenai hukuman itu. Meski dirinya telah mengerti tentang berbagai hukuman yang ada di dalam istana.


"Yang mulia, hamba melakukan itu karena hamba telah menyukai yang mulia pangeran Rong sejak lama. Dan hamba....."


Braaaaak!


"Kau telah mengetahui jika pangeran Rong telah menikah, dan saat ini permaisuri An sedang hamil. Tetapi kau dengan berani memberikan obat ke dalam makanan permaisuri An!" Seru kaisar pada Mei Huang.


Mei Huang hanya bisa meneteskan air matanya, perasaannya terhadap pangeran Rong begitu dalam. Namun, tidak ada seorang pun yang mengerti itu.


"Yang mulia, mohon ampuni hamba. Hamba tahu hamba telah melakukan kesalahan." Ucap Mei Huang.


"Kau tahu jika itu salah, namun kau melakukannya. Jika saja permaisuri An memakan makanan yang kau berikan, maka hari ini akan menjadi hari pemakaman permaisuri An dan cucuku yang masih berada di dalam perutnya!"


Suara kaisar yang terus meninggi, membuat orang-orang yang berada di dalam pengadilan sedikit tersentak. Karena selama ini, kaisat tidak pernah mengeluarkan suara yang begitu keras.


Dan itu membuktikan, jika kaisar benar-benar merasa marah dan kecewa terhadap apa yang telah Mei Huang lakukan.


"Yang mulia, hamba....."

__ADS_1


"Seret dia, aku mengeluarkannya dari pasukan di perbatasan utara. Dan hari ini juga lakukan hukuman padanya sesuai hukum istana ini." Ucap kaisar memberi keputusan terhadap Mei Huang.


"Yang mulia, mohon ampuni hamba. Hamba melakukan itu, karena hamba sangat menyukai yang mulia pangeran Rong! Yang mulia, mohon beri hamba kesempatan, yang mulia. Yang mulia!"


Mei Huang terus berteriak ketika dia di bawa oleh beberapa pengawal istana untuk kembali ke dalam penjara, dan menunggu untuk mendapatkan hukumannya.


"Yang mulia, mohon tenangkan diri anda." Ucap kasim ketua yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari kaisar.


"Dia benar-benar wanita yang sangat berbahaya, bagaimana bisa dia menjadi seorang kepala pasukan di perbatasan utara?"


"Yang mulia, mohon jangan marah lagi."


Kaisar mengepalkan kedua tangannya, karena merasa geram terhadap Mei Huang yang sudah berencana membunuh menantu dan calon cucunya.


Sementara Mei Huang terus berteriak, karena dia tidak rela jika harus di hukum mati hari itu juga, hanya karena dia mencoba membunuh permaisuri An dan bayinya.


"Di kehidupan selanjutnya, aku pasti akan memiliki pangeran Rong dan akan membuat mu hidup menderita, permaisuri An." Ucap Mei Huang setelah dia kembali ke dalam penjara.


Penjaga yang ada disana hanya menggelengkan kepalanya, mendengar apa yang Mei Huang katakan.


Di dalam istana, putri Xiu Ying yang juga tengah hamil beberapa bulan datang mengunjungi permaisuri An.


"Permaisuri An, aku mendengar jika seseorang mencoba untuk membunuh mu dengan memberi obat pada makanan mu. Apa kau baik-baik saja?" Ucap putri Xiu Ying dengan khawatir.


"Saya baik-baik saja, kakak ipar. Mohon untuk tidak terlalu mengkhawatirkan saya. Saat ini kandungan kakak ipar masih di awal-awal bulan, dan tidak baik jika kakak ipar terlalu banyak berpikir."


"Aku tahu harus bagaimana, tetapi aku tentu tidak bisa jika tidak khawatir padamu. Kau dan anakmu hampir saja terbunuh."


"Terima kasih atas kekhawatiran kakak ipar, saya tidak apa-apa. Jadi mohon untuk lebih menahan diri anda."


Putri Xiu Ying mengangguk, meskipun dia tengah hamil tetapi karena perutnya masih belum terlihat besar. Dia selalu merasa jika dirinya seperti bukan orang yang sedang hamil.


"Kakak ipar, biarkan saya memeriksa anda." Ucap permaisuri An lagi.

__ADS_1


"Iya, kau boleh melakukannya."


Putri Xiu Ying lalu mengulurkan tangannya pada permaisuri An, dan di raih oleh permaisuri An yang segera memeriksa denyut nadi putri Xiu Ying.


Dengan seksama permaisuri An merasakan denyut nadi putri Xiu Ying, lalu tersenyum setelah memeriksanya.


"Saat ini kondisi kakak ipar sangat baik, tidak ada hal apapun yang perlu di khawatirkan." Ucap permaisuri An.


"Baguslah jika seperti itu, hanya saja aku selalu tidak ingin makan makanan yang mengandung daging. Dan hanya ingin makan sayur, apakah itu tidak apa-apa?"


"Tidak apa-apa, tetapi jika bisa kakak ipar harus makan sedikit ikan. Itu akan sangat baik untuk bayi yang ada di perut anda."


"Iya, aku akan mencobanya."


Permaisuri An mengangguk seraya tersenyum.


"Pangeran He Xuan Li berkata, jika hari ini ayah kaisar mengadili dan memberikan hukuman kepada orang yang telah memberikan obat pada makanan mu kemarin, dan hukuman itu akan segera di lakukan hari ini juga setelah ayah kaisar memberikan keputusannya. Apakah kau sudah tahu hal ini?" Ucap putri Xiu Ying.


"Iya, saya telah mengetahuinya. Dia bertindak seperti itu karena perasaannya terhadap pangeran Rong, dan menurut saya itu sangat di sayangkan."


"Kau benar, Li adalah orang yang sulit di mengerti. Tetapi dia akan selalu membantu dan bersikap baik terhadap orang lain, terlebih kepada pasukan kerajaan ini."


"Hanya saja, kebaikan pangeran Rong di salah artikan oleh wanita itu."


"Iya, jika saja dia tidak seperti itu. Kemungkinan hal seperti ini tidak perlu terjadi."


Permaisuri An mengangguk, "Memendam perasaan terhadap orang lain tidaklah mudah, dan aku yakin dia sangat kesulitan melakukannya. Karena itu, dia tidak tahan saat melihat orang yang dia sukai, tersenyum bahagia bersama wanita lain."


Putri Xiu Ying meraih tangan permaisuri An, "Kau jangan cemas, Li tidak akan pernah membiarkan orang lain melakukan hal seperti itu lagi padamu."


"Iya, dan saya berharap tidak ada lagi orang yang melakukannya."


Putri Xiu Ying mengangguk, "Iya."

__ADS_1


Kehidupan seorang permaisuri yang memiliki pangeran penuh karisma dan sangat hebat, tentu tidak mudah. Sebab akan selalu ada hal di luar dugaan yang terjadi.


Permaisuri An terdiam, "Sejak dulu aku tidak pernah berpikir dan menginginkan untuk menikah dengan salah satu anggota kerajaan, sebab aku tahu hal ini akan sering terjadi. Tetapi di kehidupan yang tak terduga ini, aku justru menikah dengan seorang pangeran yang sangat berpengaruh dan juga di sukai banyak wanita."


__ADS_2