Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 26


__ADS_3

Terkejut, bingung dan merasa Gilbert tidak lagi peduli dengan kehadirannya, itulah yang saat ini Naura rasakan tapi rasa penasaran dalam diri Naura menuntutnya untuk mendengarkan lebih jauh tentang semua hal ini.


"Bagaimana kehidupan mu selama ini anakku? Maafkan aku, aku tidak tau tentang dirimu yang ternyata hadir di dunia ini!"


"Ini bukan salah mu Dad, momy sudah menjelaskan semuanya padaku! Kau lebih dulu pergi disaat momy belum tau bahwa dia tengah berbadan dua saat itu, kau jangan khawatir aku tidak marah apalagi dendam terhadap mu, justru aku sangat bahagia akhirnya impian berbesar dalam hidupku bisa tercapai,"


"Bi, sudah jangan dipeluk terus ayah mu itu nanti dia kehabisan nafas!" kata Leya.


Suara Leya kini terdengar lembut dan tenang sangat berbeda seperti dulu yang angkuh dan manja, mungkin keadaan yang sudah mendewasakan dirinya hingga berhasil menjadi sosok Ibu yang baik untuk Sabia.


"Ini rumah mu Dad?"


"Rumah mu juga," ucap Gilbert.


"Apa aku boleh tinggal disini? Bersama momy juga kan?"


Seketika Gilbert melirik kearah Naura yang sejak tadi hanya berdiri terdiam menyimak tentang keberadaan Leya dan Sabia.


"Lalu itu Naura, dia kenapa bisa ada disini Dad?"


"Nanti kita bicara lagi, setelah Dady mengantar Naura pulang dulu! Kalian masuklah dan istirahatlah dulu!"


Gilbert memberikan kode pada kedua security untuk mengajak Leya dan Sabia masuk ke rumah.


"Dad, biar aku pulang sendiri saja lagipula aku yakin kau ingin bicara banyak dengan Sabia dan wanita itu!"

__ADS_1


Naura menyebut nama Leya dengan wanita itu karena Naura benar-benar tidak mengenal Leya sama sekali, bahkan tak pernah sekalipun Gilbert berbicara wanita bernama Leya itu.


"Tapi Naura, biar Dady ku saja yang mengantar mu masa anak cantik pulang sendiri, bahaya kau terlalu cantik bisa-bisa kau diculik nanti!" Sabia mencairkan suasana dengan menggoda Naura.


"Tidak mungkin Bi, mana ada yang mau menculik aku, aku pamit duluan ya sampai jumpa di kampus!"


Naura sudah melangkahkan kedua kakinya untuk keluar gerbang rumah Gilbert, tapi satu tangan Gilbert malah menggenggam tangannya!


"Dady antar!" diajaknya Naura menuju mobil.


Sementara Leya dan Sabia masuk kedalam rumah. Didalam mobil, Naura tidak bisa mengatakan apapun karena untuk bertanya pada Gilbert lebih detail lagi sepertinya Gilbert sedang tidak ingin bicara banyak padanya.


Sepanjang perjalanan pulang mengantar Naura ke rumah Dady Domanick, Gilbert hanya fokus menyetir dan tidak memberikan penjelasan apapun. Lebih tepatnya Gilbert sendiri masih shock dan masih butuh waktu untuk memikirkan ini sendiri, dia tidak ingin melibatkan Naura kedalam hubungan masa lalunya.


Mobil tiba di kediaman Dady Domanick, Naura pun hanya melirik sebentar kearah Gilbert lalu turun dari mobil.


"Baiklah Dad,"


Setelah mengantarkan Naura pulang, Gilbert bergegas mengendarai mobilnya untuk kembali ke rumahnya. Dengan langkah kaki yang lunglai dan sesekali menarik nafas panjang, Naura memasuki rumah.


"Katanya mau menginap di rumah Dady Gilbert, kok sudah pulang anak cantik momy?"


Sampai-sampai Naura tidak sadar bahwa momy Lindsey yang hendak pergi keluar berpapasan dengannya didepan pintu utama.


"Nola!"

__ADS_1


"Hah? Iya mom, kenapa?"


"Kau tidak jadi menginap di rumah Dady Gilbert?"


"Tidak jadi mom,"


"Kalau begitu ikut momy belanja saja ke mall, sudah lama kita tidak pernah pergi berdua!"


"Males ah mom, Nola lagi ga mood,"


"Ayo, kau ini anak gadis mana boleh malas-malasan," Momy Lindsey menarik lengan Naura memaksanya masuk kedalam mobil.


"Kenapa momy tidak pergi saja dengan si kembar?"


"Mana bisa, mereka sibuk les basket, les bahas Jepang dan banyak lainya! Lagipula momy hanya senang belanja dengan anak gadis momy!"


Momy Lindsey geregetan sendiri dengan anak gadisnya yang semakin besar semakin cantik dan bikin gemas, sehingga dipeluknya tubuh Naura sambil diciumnya pipi Naura oleh momy Lindsey. Biasanya Naura sangat senang ketika Momy atau dadynya memeluk dan menciumnya, tapi entah kenapa setelah berciuman dengan Dady Gilbert malah Naura menjadi risih bila masih diperlakukan seperti anak kecil begini oleh momynya.


"Mom ih, jangan cium-cium Nol lagi!"


"Memang kenapa?"


"Aku sudah besar mom, dan yang berhak mencium aku itu pacar aku nanti momy dan Dady tidak berhak lagi!"


"Astaga Nola! Momy tidak siap kau punya pacar apalagi menikah, atau memiliki hubungan gelap dengan laki-laki manapun! Bisa momy pastikan laki-laki yang mendekati mu akan momy blender tangannya!"

__ADS_1


Kedua mata Naura membulat mendengar ancaman Momy Lindsey yang tidak mau Naura memiliki hubungan dekat saat ini dengan laki-laki manapun, bagaimana jika momy Lindsey tau Naura bahkan sudah pernah melihat miliknya laki-laki dan berciuman dengan laki-laki yang tidak lain itu dengan Dady Gilbert orang kepercayaan mereka sendiri.


Visual Leya sama Sabia tunggu ya maak belum nemu yang pas, engga lucu kan kalau foto maak yang didapuk jadi Leya or Sabia๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ bisa-bisa ga ada lagi yang mau baca novel emak๐Ÿ˜‚


__ADS_2