Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 39


__ADS_3

Karena merasa harus menghormati sang Dosen baru, Naura pun menjabat tangan Jazz tapi gelagat aneh dari Mr Justin alias Jazz itu bisa terbaca oleh Sabia, dengan mendetail Sabia mencermati gelagat aneh dan mencurigakan dari Mr Justin yang menatap Naura seperti serigala yang menemukan mangsanya.


Tangan Naura pun tak kunjung dilepaskan oleh Mr Justin, dia malah melemparkan senyuman mengembang pada Naura. Dengan replex Sabia pun menepis tangan Mr Justin agar tangan Naura bisa terlepas.


"Oke Mr, kami permisi dulu dan atas nama sahabat ku sekali lagi maaf sudah menabrak buku-buku anda!"


Ditariknya tangan Naura oleh Sabia lalu keduanya segera pergi meninggalkan Mr Justin.


Jazz benar-benar merasa kesenangannya dan semangatnya bangkit setelah melihat Naura secara langsung, dia tidak menyangka Domanick Limson memiliki putri secantik dan se seksi Naura. Gai rah Jazz pun semakin menggebu-gebu ingin segera menjadikan Naura sebagai budak pelampiasan hasrattnya.


Selain bisa membalaskan dendamnya pada group Limson, tapi Jazz juga yakin Domanick akan hancur sehancur-hancurnya jika putri yang sangat dia sayangi akan menjadi pemuas naf su dari musuh bebuyutannya sendiri! Ditambah lagi Jazz akan mendapatkan kenikmatan dari gadis belia begitu Naura menjadi budak ranjangnya, hanya dibayangkan saja sudah membuat Jazz merasa terbang ke angkasa apalagi jika semua yang sudah dia rencanakan menjadi kenyataan.


"Nau, apa kau tidak merasa Dosen baru tadi itu aneh banget,"


"Aneh? Aneh gimana Bia? Dia tersenyum karena mungkin dia tipe dosen baru yang ramah,"


"Tidak, kau tau aku sudah banyak tidur dengan banyak laki-laki aku sudah paham dengan tatapan-tatapan para lelaki bejadd, dan itu aku lihat dikedua mata Dosen baru itu saat dia menatapmu!"


"Apa mungkin karena dia tertarik ingin jadi kekasih ku?"


"Aduh Nau, beda kalau dia tertarik menjadi kekasih mu tatapannya sangat syahdu dan tulus, tapi ini seperti seekor serigala buas pokoknya kau harus hati-hati dan jangan mau dipandang seperti tadi!"


"Ya mungkin kecurigaan mu itu benar, Dosen itu Dosen yang jahat! Tapi setidaknya disini aku memiliki mu, kau pasti akan selalu melindungi dan menjaga ku jadi aku tidak khawatir,"


"Cih, kau berani bayar aku berapa?"


"Traktir nonton?"


"Setuju!"


Ckckckck..


Sore harinya, Naura yang sudah selesai jam perkuliahan lebih cepat dari kelas Sabia memilih untuk menghampiri Sabia ke kelasnya tapi saat berada di lorong kampus Naura justru berpapasan dengan Mr Justin (Jazz). Naura cuek saja dan berpura-pura tidak melihat kearahnya.


"Hai Naura," sapa Jazz sambil tersenyum.


Mendadak Naura bingung darimana Dosen baru ini mengetahui namanya?


"Maaf Mr, anda tau nama ku darimana?"


Saat ini Jazz sadar bahwa dirinya teledor dan ceroboh karena menyapa dengan memanggil nama Naura, padahal keduanya belum sempat berkenalan.

__ADS_1


"Ah soal nama mu, kau itu mahasiswi paling populer di kampus ini Naura bahkan para mahasiswa dari setiap kelas selalu membicarakan mu dan bahkan ada salah satu siswa pun yang ketahuan menempel fotomu di laptopnya, aku pun menanyakan nama mu saat itu!"


"Oh begitu," kecurigaan Naura pun mereda setelah Mr Justin memberikan penjelasan.


"Kau sudah mau pulang?"


"Iya,"


"Kemana? Mau aku antar kebetulan aku senang jika bisa mengantar mu!"


"Tidak usah Mr, aku pulang dengan sahabat ku, kalau begitu aku permisi dulu!"


"Dah, sampai jumpa Naura,"


Naura tidak lagi bergeming dan buru-buru pergi ke kelas Sabia, saat tiba didepan kelas Sabia beberapa saat kemudian Sabia dan anak-anak lain baru keluar dari kelasnya.


"Nau, kau menunggu sejak kapan?"


"Baru saja Bi, ayo kita pulang!"


"Aku lupa, kau pulang duluan saja nanti aku naik taxi hari ini aku ada kuis sama Dosen reseh, tadi aku lupa bilang maaf ya,"


"Baiklah kalau begitu, beneran kuis kan?"


Ckckckck..


"Ya bisa saja kan ngakunya kuis padahal, ah, ah, ah," Naura malah meledek Sabia.


"Enak banget Nau, jika kau sudah merasakannya aku yakin kau akan sama tergila-gilanya dengan ku pada s e x, percayalah,"


"Iya nanti aku akan mencobanya!"


Ckckckck...


Keduanya tertawa bersama sebelum akhirnya saling berpamitan, Sabia menemui Mr Zie sementara Naura keluar kampus dan sudah ada mobil Gilbert yang menunggu.


Naura masuk kedalam mobil dan duduk dibangku depan.


"Dad sudah lama menunggu?"


"Aku senang menunggu jika yang aku tunggu itu kau,"

__ADS_1


"Gombal,"


"Serius,"


Naura pun mencubit kedua pipi Gilbert saking gemasnya, kemudian memainkan berewok duda tampan itu dengan tangannya.


"Dad, Sabia hari ini pulangnya telat karena dia ada kuis, katanya nanti naik taxi!"


"Oke, kalau begitu kita jalan sekarang?"


"Dad," dengan nada manja.


"Apalagi sayang?"


Naura mengerucutkan bibirnya sebenarnya ingin sekali sore ini diajak jalan-jalan oleh Gilbert, dan bermanja-manja dalam didalam kamar dengan Gilbert, tapi Gilbert malah tidak berinisiatif mengajak Naura.


"Senengnya, aku dipanggil sayang oleh mu Dad,"


"Karena memang Dady sangat menyayangi mu,"


"Kalau begitu apa Dady akan menepati janji Dady padaku sore ini?"


"Janji apa?"


"Tuh kan pura-pura lupa," Naura malah semakin menggoda Gilbert selain memainkan brewoknya dengan jari-jari lentiknya, Naura juga mengusap-usap bibir Gilbert dengan jari telunjuknya.


Hingga Gilbert pun memasukan jari telunjuk Naura kedalam mulutnya. Di em utnya jari telunjuk Naura bagaikan lollipop kesukaannya, hingga membuat Naura dilanda gelisah melihat Gilbert memasukan jari telunjuknya kedalam mulut.


Pikiran nakal Naura semakin kemana-mana saat melihat Gilbert memasukan jari telunjuknya kedalam mulut, membayangkan bahwa itu bukan jari melainkan bagian lain dari tubuhnya yang Gilbert masukkan kedalam rongga mulutnya.


"Dad, ayo bawa Nola pergi bersama Dady," rengek Naura yang tak henti-hentinya terus memberikan racun-racun kenakalannya pada Gilbert, hingga Gilbert pun dibuatnya kewalahan atas suara-suara manja dan ajakan-ajakan Naura yang menagih janjinya.


Tanpa diketahui oleh Naura dan Gilbert, dari kejauhan Jazz melihat mobil yang dinaiki oleh Naura tak kunjung meninggalkan halaman kampus, Jazz bertanya-tanya ada apa? Kenapa mobil yang menjemput Naura tidak kunjung meninggalkan kampus?


Meskipun Jazz tau Naura diantar jemput ke kampus, tapi Jazz berpikir Naura dijemput oleh supir pribadinya sehingga hanya tinggal menunggu waktu yang pas, Naura pulang sore atau bahkan malam dari kampus, Jazz bisa menghadang mobil itu! Jika hanya menghadapi satu orang supir, tentu saja Jazz akan dengan mudah membawa Naura pergi.


"Nick! Nick! Kau itu bodoh dan tol ol juga ternyata, memiliki anak secantik Naura dan bertubuh seperti gitar spanyol tapi tidak dijaga ketat oleh beberapa anak buah mu, aku sangat berterimakasih atas kebodohan mu itu Nick, karena dengan begitu aku akan bisa dengan mudah membawa putrimu pergi bersama ku dan menidurkannya diatas ranjang penuh kenikmatan!" Gumam Jazz.


Karena kaca mobil Gilbert menggunakan kaca film, jadi Jazz tidak bisa melihat siapa yang menjemput Naura atau sedang apa Naura didalam mobil yang tak kunjung meninggalkan halaman kampus itu.


Kepo banget si Jazz, engga tau aja Nola didalem mobil lagi usaha ngerengek biar buru-buru diajak nganu-nganu sama Dady Bert, apalagi udah diracunin otaknya Naura sama Sabia segala dibilang enak dan bikin nagih,, jadi aja tuh anak makin penasaran dan langsung minta sama Dady Bert..

__ADS_1


Ngarep banget mau jadiin Naura budak ranjang, helo Jazz langkahi dulu Dady Bert..



__ADS_2