
Besok malamnya Naura dijemput oleh Gilbert untuk menuju ke suatu tempat yang sudah disiapkan oleh Gilbert.
Sebuah dermaga dan terdapat sebuah kapal pesiar berukuran sedang sudah terparkir di dermaga tersebut.
Naura pun langsung sumringah saat melihat sebuah kapal pesiar dihadapannya.
"Dad apa kita akan menaiki kapal ini?"
"Tentu, kau mau menghabiskan malam ini di kapal bersama Dady?"
"Mau Dad, aku mau sekali,"
Naura segera menggandeng tangan Gilbert untuk segera menaiki kapal pesiar, rupanya kapal sudah didekorasi sedemikian rupa sehingga ketika Naura naik keatas kapal, sudah ada dua buah kursi dan satu meja dihias dengan berbagai macam balon berbentuk cinta dan bunga-bunga mawar mewah disekelilingnya.
Dibawah sinar rembulan yang menerangi gelapnya langit malam, dengan disaksikan jutaan bintang-bintang yang terbentang menemani gelapnya langit malam. Gilbert dengan tulus mempersembahkan semua hal indah ini hanya untuk Naura.
Bagi Gilbert, Naura adalah gadis yang sangat layak menerima seluruh cinta darinya! Setelah semu hal yang mereka lewati untuk mempertahankan hubungan ini, Gilbert ingin malam ini menjadi malam yang sangat berkesan bagi Naura.
"Oh my God, Dad ini kau yang menyiapkannya?"
Gilbert meraih pinggul Naura dan menatap wajah cantik Naura.
"Hanya kau yang bisa membuat Dady sampai memikirkan cara agar selalu bisa memberikan semua hal indah dan membuat mu tersenyum sumringah seperti ini,"
"Dad, dicintai olehmu saja aku sudah bahagia apalagi diperlakukan romantis seperti ini olehmu, a-aku tidak bisa lagi berkata-kata Dad,"
Gilbert kemudian bersimpuh dihadapan Naura, satu tangannya merogoh saku celana yang didalamnya terdapat satu buah kotak berisi cincin berlian yang sangat mahal dan berkilau, dibukanya kotak cincin tersebut dihadapan Naura.
Sementara kumpulan balon udara mulai diterbangkan dengan membawa untaian kata yang dituliskan pada kertas memanjang, bertuliskan will you marry me Naura?
Naura tidak dapat lagi berkata-kata, yang Naura lakukan hanya menutup mulutnya dengan kedua tangan, melihat sosok laki-laki yang sejak dia balita melindungi dan menjaganya sepenuh hati sampai rela mempertaruhkan nyawanya untuk bisa selalu menjaga keselamatan Naura, kini laki-laki tampan dan tak lagi muda itu melamarnya dengan penuh cinta.
"Dad, aku mau! Aku bersedia menikah denganmu aku sangat bersedia!"
Gilbert segera berdiri dan menunjukkan cincin indah itu, ditengah lautan yang begitu indah terbentang serta tiupan angin-angin malam yang datang silih menyapa Gilbert memakaikan cincin berlian itu pada jari manis Naura.
Rasanya sungguh mendebarkan dilamar diatas kapal pesiar dengan dekorasi super romantis seperti ini, Gilbert sungguh mengerti apa yang bisa membuat Naura bahagia dan tidak akan pernah melupakan momen indah ini.
__ADS_1
Ditutup dengan berciuman, Gilbert menye sap bibir Naura semakin dalam.
"Nola, ikut Dady sayang!"
Digandengnya tangan Naura menuju kebawah kapal pesiar, dimana kapal tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas mewah seperti didalam rumah sendiri.
Terdapat sebuah ruangan yang dilengkapi dengan ranjang dan kasur yang super mewah, saking mewahnya kamar itu tidak terlihat seperti kamar yang berada dalam sebuah kapal.
Gilbert kembali me lu mat bibir Naura dengan liar, kedua tangan besar Gilbert meraba-raba paha mulus Naura karena malam ini Naura tampil sangat cantik dan seksi memakai dress berwarna ungu muda, memudahkan Gilbert untuk meraba-raba daerah kedua paha mulusnya.
Ciuman itu berlanjut hingga saling mengeluarkan lidah dan saling membelit.
"Sstthh Dad,"
Kedua tangan besar itu mulai menarik paksa cela na bagian dalam Naura, hingga dress itu bukan hanya tersingkap tapi dibalik dress yang Naura pakai saat ini bagian intinya tak lagi tertutupi oleh sehelai benang pun.
Tapi Naura yang sudah bosan berada dibawah penguasaan Gilbert terus menerus setiap kali keduanya memadu kasih, langsung mendorong tubuh Gilbert Keats ranjang.
Hingga Gilbert pun hanya bisa terlentang diatas ranjang, tanpa basa-basi lagi Naura segera naik keatas tubuh Gilbert yang kekar itu.
Dengan cekatan Naura melepas dress ungumya, hingga hanya tersisa b r a berwarna senada yang melekat ditubuhnya.
Dengan sekali tarikan pengait b r a itu langsung terlepas, Naura membusungkan dadanya pada Gilbert yang saat ini hanya bisa terlentang pasrah dinaiki oleh Naura.
Kedua melon import itu bergelantungan menantang dan mene gang dihadapan Gilbert, saat kwda tangan Gilbert ingin menangkup kedua melon import Naura segera ditepisnya tangan Gilbert oleh Naura.
"Dady dilarang bermain-main lagi denganku, giliran aku yang akan bermain-main dengan Dady,"
"Oughy kau yakin sayang?"
"Tunggu saja, aku akan memuaskan mu Dad aku jamin itu,"
"Dady sangat menantikannya calon istriku,"
Mendengar kata calon istri diucapkan oleh Gilbert, rasanya seperti ada jutaan kunang-kunang yang sedang mengelilingi tubuhnya.
Naura segera memberikan melon import itu pada Gilbert, di hi sapnya melon import milik Naura secara bergantian dengan posisi Naura yang membungkuk agar Gilbert bisa meng hi sap melon import itu dengan leluasa dibawah sana.
__ADS_1
Diatas tubuh Gilbert saat ini semakin lama Naura semakin merasa hasrattnya kian meledak-ledak, sudah tidak sabar rasanya ingin menumpahkan segala bi ra hi dalam dirinya pada Gilbert.
Kedua melon import itu terus secara bergantian di hi sap di mainkan oleh lidah Gilbert yang meliuk-liuk hingga membuat Naura menekan kepala Gilbert agar semakin tenggelam kedalam dadanya.
Setelah puas memberikan a s i pada Gilbert, Naura segera melepaskan pakaian yang melekat didalam tubuh Gilbert, perlahan tapi pasti seluruh pakaian yang dikenakan oleh Gilbert telah dilungsurkan eleh Naura.
Tubuh polos Gilbert itu hanya bisa pasrah terlentang dengan Naura yang masih berada diatas tubuhnya.
"Sayang kau liar sekali,"
"Kau lebih suka aku yang tanp perlawanan atau aku yang akan melawan mu habis-habisan Dad?"
"Aku menyukai dua-duanya sayang, kau selalu bisa memuaskan,"
Naura menciumi leher Gilbert meliuk-liukkan lidahnya disetiap inci kulit tubuh Gilbert, tak sedikitpun bagian tubuh Gilbert yang terlewatkan oleh Naura.
Ciuman-ciuman Naura itu perlahan semakin menuju area bawah, lobak import Gilbert pun sudah sejak tadi bertengger tegak berdiri sangat gagah dihadapan wajah Naura.
Hap..
Dengan sekali lahap lobak import Gilbert berhasil dimasukkan kedalam rongga mulutnya.
"Euhttt Nola auhhgggttt Nola iya begini sayang,"
Sekarang Naura sudah menjadi kekasih yang ahli dan lihai untuk melakukan perlawanan pada Gilbert, hingga Gilbert tak kuasa saat lidah Naura memutari ujung lobaknya meliuk-liuk dilobak importnya, dan secara sengaja Naura men ng hi sap lobak import Gilbert dengan kencang.
"Ahh sayang Nola, uhhh euthhnggt kau sungguh luar biasa sayang, hi sa pan mu dahsyat Nola,"
Tak sedikitpun bagian lobak import dari Gilbert yang terlewat di ji lati oleh Naura, sampai-sampai Gilbert hanya bisa meng e rang terus menerus dibawah penguasaan Naura.
Kapal pesiar mewah yang baru saja dibelinya ini, mungkin kelak akan menjadi sejarah bagaimana Gilbert melamar Naura dan keduanya berakhir dengan saling menumpahkan segala rasa yang begitu kuat biasa.
Setelah puas dengan lobak import Gilbert, Naura menurunkan pinggulnya diatas kepala Gilbert yang saat ini masih tidur terlentang, hingga bagian inti Naura pun menyentuh bibir Gilbert dibawah sana.
__ADS_1