
Begitu luar biasanya bibir Gilbert dibawah sana memainkan milik Naura hingga Naura seperti tak lagi menatap di bumi, melainkan terbang melayang-layang hingga langit ke tujuh.
"Dady ahh! Sssthhh Dad!"
Hanya terdengar suara-suara serak dan manja yang keluar dari bibir Naura saat ini, Gilbert berpikir mungkin Naura sudah tak lagi marah padanya, dihentikannya aksi dibawah sana oleh Gilbert.
"Kau sudah tidak marah lagi? Dady akan jelaskan dulu sayang, ini tidak seperti yang kau pikirkan izinkan Dady bicara dulu,"
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lebih baik Dady pulang sana!" Naura memalingkan wajahnya.
Tapi semakin Naura marah dan semakin Naura menolaknya, Gilbert akan semakin menggila dia kembali menenggelamkan wajahnya dibagian inti Naura, membuat Naura harus kembali melengkingkan tubuhnya keatas saat miliknya kembali di hi sap oleh Gilbert.
"Dady stop! Hentikan dad, ohhh ahhh,"
Kali ini Gilbert menjulurkan lidahnya dibawah sana, meliuk-liuk disekitar bagian inti Naura. Membuat Naura harus extra menahan semua kenikmatan ini yang membuat seluruh tubuhnya bergetar luar biasa hebat.
Semua rasa nikmat menjalar ke tubuh Naura membuat Naura hanya bisa menjerit-jerit keenakan.
"Ahhh Dad!! Dady oughttt Dad,"
Lidah lembut dan panjang itu memainkan bagian inti Naura, dengan meliuk-liuk kemudian masuk kebagian dalamnya hingga ditekan-tekan lidah miliknya itu oleh Gilbert.
Dilepaskannya sejenak oleh Gilbert untuk bertanya kembali pada Naura.
"Bagaimana apa kau mau mendengarkan penjelasan Dady dulu?"
Naura hanya diam karena dia masih kesal soal masalah penting yang ternyata itu Leya dalam pikiran Naura. Karena Naura masih marah, Gilbert kembali menenggelamkan wajahnya dibawah sana dan lidah itu kembali menusuk-nusuk dibawah sana.
Tubuh Naura semakin dibuat lemas tak berdaya oleh Gilbert, tak cukup sampai disitu saja satu jari Gilbert ikut mengoyak-ngoyak bagian inti Naura, jari tangan Gilbert itu keluar masuk kedalam sana bergantian dengan lidah Gilbert.
Membuat Naura kali ini sudah sangat tidak sanggup.
"Dad ahhh oughttt Dady,"
Kedua tangan Naura yang tadinya dipegangi oleh Gilbert kini Gilbert lepaskan membuat kedua tangan Naura replex menekan kepala Gilbert kedalam sana.
Gerakan jari Gilbert semakin lama semakin kencang begitu juga dengan lidahnya yang terus ikut bermain dibawah sana, membuat Naura merasakan dirinya sudah hampir sampai.
__ADS_1
"Aaaaahhhhj Ahhhh Dad mau-mau pi-pis,"
Tubuh Naura bergetar-getar seiring dengan miliknya meledak dibawah sana.
"Puaskan Dady sayang, Dady sudah tidak tahan!"
Gilbert segera mengambil posisi dengan lobak import yang bersiap memasuki bagian inti Naura, dengan sekali hentakan lobak import berukuran super panjang itu masuk kedalam bagian inti Naura yang paling dalam.
"Ahhh Fu ck!! Nola puaskan Dady sayang,"
"Dad ah, oughttt Dady,"
Pinggul Gilbert bergerak maju mundur dengan begitu cepat menghentakkan lobak import miliknya kebagian inti Naura dengan begitu liar, seisi ruangan ini hanya ada suara-suara kenikmatan yang keluar dari bibir Gilbert dan bibir Naura.
"Sayang enak sekali milikmu ahhh Dady sangat menikmatinya sayang,"
"Ahh Dady,"
Gilbert semakin mempercepat pergerakan pinggulnya dibawah sana, belum puas sampai disitu Gilbert pun mengarah kan Naura untuk membelakangi dirinya lalu kembali Gilbert masukkan lobak import itu lewat posisi Naura yang membelakangi dirinya.
Dihentakannya terus bagian inti Naura sembari kedua tangan Gilbert me re mas dua melon import yang ikut bergoyang seraya gerakan pinggul Gilbert.
"Dady emthhh ahhh Dad,"
Kali ini Gilbert kembali mengakhiri permainannya lalu membawa Naura menuju meja belajarnya, dinaikkannya tubuh Naura kemeja belajar tersebut dengan posisi duduk kemudian Gilbert berdiri didepan Naura.
Kembali dimasukannya lagi lobak import milik Gilbert itu kedalam inti Naura.
"Fu ck, sayang Nola kau harus puaskan Dady sayang, buat Dady puas Nola,"
"Ahh iya Dad, ahhh Dad aku menginginkanmu Dad,"
Saat sedang menggerakkan pinggulnya dengan cepat, Gilbert merasakan miliknya sudah berkedut dan sesuatu akan tiba dibawah sana.
"Nola Dady hampir sampai sayang, ahhh sayang Dady ahhh,"
Kali ini Gilbert mencapai puncak kenikmatannya, setelah melampiaskan naf sunya Gilbert menggendong tubuh Naura kembali keatas ranjang.
__ADS_1
Keduanya sama-sama mengatur nafas yang masih terengah-engah.
"Jangan marah lagi sayang, Dady tidak bisa sehari tanpa bertemu denganmu Nola,"
"Lalu kemarin itu apa Dad? Dady sangat membuatku kecewa,"
"Karena itu Dady jelaskan dulu sayang, kemarin itu Dady dan Leya sepakat untuk menghibur Sabia yang marah kepada kami karena kami baru kali kali ini mengatur hidupnya sementara dulu Sabia sangat kekurangan perhatian dan kasih sayang dari kami, maka dari itu Dady dan Leya sebagai orangtua yang sekaligus tersangka dalam kesedihan Bia, tentu saja kami harus bisa mengobati luka dihatinya!"
Naura hanya dia mendengarkan penjelasan Gilbert.
"Sayang kau tau Dady sangat mencintai mu, Dady tidak mungkin mengkhianati mu apalagi itu dengan Leya, itu tidak mungkin sayang Dady mencintaimu Nola,"
"Dady,"
Setelah mendengar penjelasan Gilbert, akhirnya Naura pun luluh juga dan percaya bahwa dihati Gilbert hanya ada dirinya.
Diraihnya tengkuk leher Gilbert oleh Naura hingga bibir keduanya menyatu kembali.
Naura dan Gilbert kembali berciuman saling me lu mat dan menye sap.
"Dad, apa Dady sudah puas?"
"Belum sayang, Dady tidak akan pernah puas oleh tubuhmu, akan selalu terasa kurang,"
"Kalau begitu apa kita?"
"Tentu saja, kita akan melakukannya terus menerus, buat Dady puas sayang,"
"Ahh,"
Keduanya kembali melakukan kegiatan diatas ranjang itu, entah sudah berapa banyak karena sepanjang malam Naura dan Gilbert tidak berhenti untuk terus mengulang melakukannya, hingga sudah belasan kali Naura dan Gilbert mencapai puncak kenikmatan sepanjang keduanya saling memuaskan.
Pagi harinya! Karena momy Lindsey dan Dady Domanick ingin kembali bertanya pada Naura sebab dia tidak mau keluar kamar, jika mengetuk pintu sudah pasti Naura tetap tidak mau membuka pintu kamarnya.
Pagi ini Dady Domanick yang sudah geram karena putri kesayangannya itu bersikap yang membuat khawatir, akhirnya membawa alat untuk mencungkil pintu kamar Naura agar bisa membuka pintu kamar Naura.
Dah lah engga mau ikut-ikutan pokoknya apapun yang ada didalam kamar sana, itu urusan Nola sama Dady Bert, kalau urusan nganu-nganu othor baru mau ikut-ikutan tapi kalau urusan penggerebekan maak mending kaborrr 🥱🥱
__ADS_1