
Setelah dicungkil akhirnya pintu kamar Naura pun terbuka, tanpa menaruh rasa curiga apapun terhadap putrinya itu, Dady Domanick dan momy Lindsey masuk kedalam kamar Naura.
Mulanya tidak ada yang aneh didalam kamar Naura, hanya saja sebuah pemandangan diatas ranjang membuat Dady Domanick dan Momy Lindsey luar biasa terkejut dibuatnya.
"Bert!" teriak Dady Domanick.
"Nola!" teriak Momy Lindsey.
Naura dan Gilbert yang masih tertidur pulas dengan kedua tubuh yang masih sama-sama polos dan hanya tertutupi oleh selimut yang dipakai berdua, langsung terperangah saat mendengar teriakan didalam kamar ini.
Sepanjang malam melakukan penyatuan tanpa henti, membuat Naura dan Gilbert bangun kesiangan padahal rencana awalnya, Gilbert akan meninggalkan kamar Naura pukul 04.00 tadi, tapi ternyata keduanya malah kebablasan bermain hingga pukul 05.00 pagi dan tertidur bersama setelahnya.
Hingga pukul 07.00 pagi kedua orangtua Naura memergoki perbuatan yang selama ini sudah ditutupi serapat mungkin.
Naura dan Gilbert tidak tau harus berkata apa untuk menjelaskan semua ini, karena seharusnya sudah dari lama keduanya jujur agar tidak terjadi hal seperti ini.
"Apa yang kalian lakukan?"
Getir hari Dady Domanick melihat putri kecilnya berada diatas ranjang dengan laki-laki yang usianya bahkan terpaut dua kali lipat usia Naura.
Rasanya hancur hati Momy Lindsey mendidik Naura dengan sepenuh hati agar dia tidak mengenal hal seperti ini dulu minimal setelah Naura menemukan laki-laki yang tepat, tapi apa yang momy Lindsey lihat pagi ini sungguh mengecewakan.
Dady Domanick menendang meja yang terletak didekat ranjang, hingga kaca meja itupun pecah.
Prang..
Naura menutup kedua telinganya sementara Gilbert langsung memunguti pakaiannya dan segera memakai pakaiannya.
"Nick, maafkan aku!"
"Keluar dari rumahku!"
"Nick, aku tau aku salah tapi aku sangat mencintai Nola!"
"Kau tuli?" Dady Domanick langsung mengeluarkan pistol yang selalu sedia diselipkan dipinggangnya.
Ditodongkannya pistol itu ke kepala Gilbert hingga membuat Naura dan momy Lindsey berteriak.
"Dad, jangan lakukan itu aku mohon!" teriak Naura.
__ADS_1
Buru-buru Naura memakai kembali pakaiannya, lalu menghampiri Dady Domanick dan Gilbert yang saat ini sedang bersitegang.
"Dad tidak perlu seperti ini aku tau kau kecewa, kita berdua sama-sama kecewa! Turunkan pistolnya Dad, kita bicarakan baik-baik!"
Momy Lindsey menasehati suaminya agar bisa menahan diri.
"Diam kau!" membentak.
"Dady, Nola mohon maafkan Dady Bert kami berdua saling mencintai ini bukan salah Dady Bert,"
"Pergi dari rumahku atau aku ledakan pistol dikepala mu!"
"Bert pergi dari sini please!" Momy Lindsey ikut mengusir Gilbert.
"Tidak Dady tidak perlu pergi, justru ini saatnya kita bicara,"
"Nola, Dady pergi dulu nanti ketika ayah mu sudah lebih tenang Dady pasti kembali,"
"Tidak Dad,"
"Nola!" Dady Domanick membentak Naura dengan sangat kencang, bahkan teriakan Dady Domanick sampai terdengar ke kamar Stanley dan Steiner, membuat keduanya berlarian untuk melihat situasi apa yang sedang terjadi.
"Dady jahat, mom tolong katakan pada Dady untuk merestui hubungan kami!"
"Momy jahat!! Kenapa momy tidak pernah membela Nola? Apa karena Nola bukan lah anak kandung momy, iya begitu?"
Satu tangan Dady Domanick sudah mengayun untuk menampar wajah Naura, tapi ditahan oleh Momy Lindsey.
"Jangan seperti ini Dad, tenang!"
Dalam situasi seperti ini Gilbert menjadi merasa sangat bersalah atas kekacauan yang terjadi, tapi apa daya nasi sudah menjadi bubur dan hatinya sudah memilih Naura maka akan Gilbert perjuangkan hingga akhir.
"Aku pergi dulu Nick! Nanti aku akan kembali menemui mu!"
Dady Gilbert pergi sementara Naura menangis tersedu-sedu.
"Minta maaf pada Ibumu ini Nola!"
"Tidak, Dady tidak pernah menyayangi aku, tidak mengerti apa yang membuatku bahagia,"
__ADS_1
Momy Lindsey pergi meninggalkan kamar Naura dengan perasaan sedih yang mendalam, selain kecewa karena Naura sampai berbuat sejauh itu apalagi dengan Gilbert orang yang sudah mereka anggap sebagai saudara sendiri, orang kepercayaan mereka dan orang yang seharusnya bisa menganggap Naura sebagai putrinya sendiri, tapi justru malah menggunakan Naura untuk alat pemuas naf sunya.
Selain itu Momy Lindsey juga sangat kecewa karena Naura berpikir dia tidak menyayangi Naura seperti anak kandungnya sendiri, padahal kenyataannya semua orang tau betapa momy Lindsey sangat menyayangi Naura bahkan melebihi kasih sayang terhadap kedua anak kandungnya sendiri.
Momy Lindsey sangat menyukai anak perempuan maka dari itu dia merasa Naura bukanlah anak orang lain melainkan anak yang dia lahirkan sendiri tapi perkataan Naura tadi sangat melukai perasaannya.
"Jangan pernah bertemu lagi dengan Gilbert, lupakan semua yang terjadi diantara kau dan Gilbert, dan minta maaf pada momy mu maka Dady tidak akan mengirim mu jauh dari sini!"
"Maksud Dady apa?"
"Jika kau tidak melakukan dua hal yang Dady perintahkan itu, maka Dady akan mengirim mu ke negara lain!"
"Dad, Dady mengusir ku?"
"Anggap saja begitu, mungkin di negara lain kau bisa dididik dengan baik,"
Setelah mengatakan hal itu Dady Domanick pergi meninggalkan kamar Naura. Stanley dan Steiner yang melihat peristiwa mencekam itu hanya bisa melihat bagaimana Naura terus menangis saat ini.
Didalam kamarnya sendirian, Naura merenung memikirkan kata-kata Dady Domanick untuk melakukan dua hal yang dia perintahkan, kalau untuk meminta maaf pada momy Lindsey sudah pasti itu akan dilakukan oleh Naura, karena Naura sadar perkataannya sangat tidak pantas dikatakan pada momy Lindsey.
Tetapi untuk melakukan satu hal lainnya yaitu menjaui Gilbert dan melupakan segalanya tentu saja Naura tidak bisa, saat ini Naura merasa hatinya sudah sepenuhnya dimiliki oleh Gilbert, mana mungkin Naura bisa melupakan apalagi tidak lagi bertemu dengan Gilbert.
Sementara itu Gilbert yang saat ini sedang merenung didalam mobilnya disebuah pinggir jalanan kota, tidak menyangka jika hubungannya akan sangat ditentang seperti ini oleh Domanick dan Lindsey.
Sebuah pesan masuk dari Domanick.
(Aku tunggu kau di dermaga kita selesaikan ini sekarang juga).
Tak ingin lari dari masalah Gilbert segera tancap gas menuju dermaga, kali ini dia pasrah jika memang dirinya harus mati ditangan sahabatnya sendiri.
Tidak ada lagi yang bisa Gilbert lakukan terkecuali menghadapi Dady Domanick, tentu saja ini adalah bagian dari perjuangan Gilbert demi bisa bersama dengan Naura.
Kalian jahat-jahat banget yeee,, heiii pada lepas tanggung jawab giliran Dady Bert lagi susah dan udah ketangkap basah, kalian pada ngumpet ya ga mau nongol, ada yang pergi dulu ambil cemilan katanya baru nanti balik lagi.
Nanti giliran Dady Bert nganu-nganu pada Dateng minta jatah 😂😂😂
Tim Dady Nick cung!!!
__ADS_1
Atau Tim Dady Bert nih???