Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 80


__ADS_3

Lobak import super panjang itu mulai memenuhi bagian inti Naura, sungguh sulit diungkapkan lewat kata-kata saat dengan perlahan lobak import panjang itu terus masuk semakin dalam hingga akhirnya tak tersisa sedikitpun lagi, semua telah tenggelam kedalam lubang yang begitu dalam dan begitu memanjakan sang lobak.


"Nola ahhhhh milik mu sungguh sempit sayang, oughttt sit ini terlalu nikmat sayang,"


"Ah Dad, rasanya penuh sekali Dad,"


Naura merasakan bagian intinya sudah dipenuhi oleh lobak import milik Gilbert, terasa menggetarkan seluruh tubuhnya.


"Karena sudah Dady masukan semuanya sayang,"


"Emthh Dad ayo gerak Dad jangan buat aku tak tahan seperti ini,"


"Kau tidak sabaran sekali sayang, Dady masih ingin menikmati sensasi didalam bagian inti mu sayang,"


"Tidak Dad, gerakkan sekarang ayo Dad aku tidak tahan lagi,"..


Kedua tangan Gilbert menangkup melon import Naura dan me re masnya dengan kencang, pinggul Gilbert pun mulai bergerak dibawah sana.


Pergerakan pinggul Gilbert membuat Naura semakin keenakan, sementara Gilbert merasa lobak importnya ditarik ulur oleh bagian inti Naura yang masih sangat sempit dan enak itu.


"Nola ahhh sittt enak sekali sayang,"


"Ahh Dad emthh oughttt iya Dad terus dad gerakkan lebih cepat lagi Dad,"


"Iya sayang, Dady akan bergerak lebih cepat lagi!"


"Ahh Dad, oughttt,"


Jeritan-jeritan penuh kenikmatan itu semakin nyaring terdengar, sampai-sampai membuat harimau yang berada tepat dihadapan mereka malah duduk anteng menonton dua sejoli itu tengah men de sah penuh ga i r ah.


Gilbert dan Naura bahkan lupa keduanya saat ini sedang berada dimana, yang jelas sangat jarang sekali orang yang datang ke halaman belakang rumah Oma Larisha, itulah sebabnya Gilbert memilih lokasi ini untuk menumpahkan kerinduannya pada Naura.


Saat sedang dalam kondisi keenakan oleh gerakan membabi-buta pinggul Gilbert dibawah sana, tiba-tiba Gilbert melepaskan lobak import miliknya dari bagian inti Naura.


"Ahh Dad, kenapa dilepas?"


Dibaliknya tubuh Naura menjadi berhadapan dengan Gilbert saat ini, kemudian tanpa menjawab pertanyaan Naura, Gilbert berjongkok dihadapan Naura sementara Naura tetap berdiri kokoh dihadapan Gilbert.


Diangkatnya satu kaki Naura kemudian ditaruhnya diatas pundak Gilbert, sehingga Naura hanya menopang tubuhnya hanya dengan satu kaki yang berdiri tegak.


Kepala Gilbert langsung masuk ke tengah-tengah pangkal paha Naura dan wajah Gilbert semakin mendekat pada bagian inti Naura.


Kedua tangan Naura replex memegangi teralis besi yang berada dibelakangnya, dalam hitungan detik wajah Gilbert sudah tenggelam dibagian inti Naura.


"Ahhhh Fu ck, Dady ahhh,"

__ADS_1


Bibir Gilbert menye sap kuat bagian inti Naura hingga membuat Naura langsung menjerit sejadi-jadinya. Seperti diajak terbang melayang-layang di udara, Naura merasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya saat bibir Gilbert meny e sap miliknya seperti saat.


Kegiatan itu dilakukan sampai berkali-kali oleh Gilbert, membuat Naura mencengkram kuat teralis yang berada dibelakangnya, mendengar jeritan-jeritan manja Naura justru harimau Yangs enak tadi duduk anteng didalam kandangnya terlihat semakin menyukai apa yang disuguhkan dihadapannya.


Dengan fokus dan tanpa berkedip-kedip harimau melihat Naura yang sedang keenakan.


Di hi sapnya bagian inti Naura hingga Naura pun mencengkram kepala Gilbert.


"Dad aku tidak tahan Dad, Ahhhh kau luar biasa Dad,"


Kedua mata Naura sudah terpejam wajahnya sudah mendongak keatas langit, dan Gilbert kembali memberikan hi sa pan dibawah sana.


"Ahhh a-ku sampai lagi Dad,"


Tubuh Naura bergetar hebat dan dia kembali mencapai puncak nirwana. Saat tubuhnya masih bergetar hebat, Gilbert tak lantas melepaskan bagian inti Naura, dia malah semakin menggila dengan menjulurkan lidahnya untuk meliuk-liuk dibawah sana.


"Oughttt Fu ck Dad, oh my God Ahhhh Dady,"


Kedua tangan Naura semakin keras mencengkram kepala Gilbert yang tenggelam dibawah sana, membuat Gilbert justru semakin semangat me n ji lati bagian inti Naura.


Tak cukup sampai disitu Gilbert memberikan Naura kenikmatan, dimasukkannya satu jari Gilbert kedalam bagian inti Naura sambil lidahnya memainkan bagian inti Naura, rasanya benar-benar diluar nalar manusia.


Tubuh Naura semakin terasa tidak karuan, kedua matanya kini sudah terpejam semakin menikmati bapa yang dia dapatkan dari Gilbert.


Jari Gilbert bergerak begitu cepat dibawah sana sementara lidahnya tetap konsisten menji la ti bagian inti Naura, hingga akhirnya Naura menekan kepala Gilbert semakin dalam lagi untuk mengungkapkan kepuasannya.


Naura kembali meraih puncak kenikmatannya, tubuhnya bergetar hebat tubuhnya melengking kedepan sementara kedua tangannya menekan kepala Gilbert agar tetap tenggelam dibawah sana.


Naura benar-benar menikmati saat-saat seperti ini, tubuhnya lemas sementara bibirnya pegal setelah menjerit-jerit terus menerus.


Gilbert kembali berdiri dihadapan Naura, diangkatnya satu kaki Naura padahal Naura masih dalam kondisi menikmati sisa-sisa puncak kenikmatannya, tetapi Gilbert tidak ingin menyia-nyiakan waktu berharganya dengan Naura, dia kembali memasukkan lobak import miliknya.


Kali ini Gilbert bergerak maju mundur dengan kecepatan tinggi, membuat tubuh Naura ikut bergerak-gerak.


"Ahhhh sssthh Nola kau menyukainya sayang?"


"Yes Dad, ahhh ini luar biasa milikmu sungguh panjang dan besar,"


"Kau puas sayang?"


"Ahhh iya Dad, aku sangat puas Dad lakukan terus Dad,"


"Kau sungguh putri kecil pemuas Dady sayang, kau bisa membuat Dady sangat puas Nola ahhh,"


"Emthh Dad, lebih kencang lagi Dad aku mohon gerakkan dengan cepat,"

__ADS_1


"Oughy yeahh sayang,"


Pinggul Gilbert bergerak semakin cepat dan semakin cepat lagi hingga Gilbert merasakan gelombang miliknya akan segera tiba.


"Ahhh Nola, Dady akan sampai sayang,"


"Ayo Dad keluarkan,"


"Ahhhh Nola, Ahhh Fu ck sstttthh,"


E r an gan panjang itu menjadi pertanda Gilbert berhasil mencapai puncak nirwana.


Keduanya masih dalam kondisi nafas terengah-engah, meskipun Gilbert tidak pernah melepaskan tembakannya didalam milik Naura, tetapi tetap saja itu tidak mengurangi kepuasannya.


Gilbert ingin setelah menikahi Naura baru dia akan menembakkannya didalam.


"Dad, kau puas?"


"Tentu saja sayang kau selalu bisa memuaskan Dady,"


Keduanya membenahi pakaian dan rambut mereka yang sudah acak-acakan. Saat hendak pergi meninggalkan halaman belakang, harimau dibelakangnya lagi-lagi mengaung, harimau itu seperti tidak rela live streamingnya harus berakhir.


Auw..


Auw..


"Suttt, kau senang melihat kami keenakan?" tanya Gilbert.


Auw..


"Dasar harimau me sum," ucap Naura.


"Seperti pemiliknya,"


"Opa ku dong Dad?"


"Kau juga termasuk pemiliknya Nola,"


"Berarti kami sama-sama me sum dong?"


Ckckckck...


Binatang peliharaan sama yang punya sama-sama me sum semua, termasuk maak othor yang ketularan mes yummm sama kalian Dad Nola, mudah-mudahan yang baca engga terkontaminasi juga ke mes yuman mereka,😄😄😄


__ADS_1



__ADS_2