
Setelah selesai dipakaikan gaun, dan Naura sedang dipakaikan sepatu high heels berwarna putih yang sedikit terdapat sentuhan berliannya, tiba-tiba Naura membuka kedua matanya.
Aaa....
Naura yang masih agak ketakutan replex saja berteriak begitu banyak orang menggerumunginnya, ada yang sedang memakain high heels, ada yang sedang merapihkan make up diwajahnya, ada juga yang sedang merapihkan hiasan dirambutnya.
"Tenang nona, ini sudah hampir selesai!"
Naura ingat betul bahwa tadi orang-orang yang menculiknya itu para laki-laki bertopeng, kenapa sekarang berubah menjadi para wanita??
Dalam hati Naura terus bertanya-tanya, belum juga terjawab rada penasarannya! Naura melihat dirinya sendiri yang tiba-tiba sudah berubah pakaiannya, semula Naura hanya memakai dres simole motif bunga kenapa tiba-tiba jadi gaun indah ini.
"Kalian siapa?"
"Hei non, sadar juga akhirnya!" Sabia menghampiri Naura.
"Bia, kau juga diculik?"
Takkk..
Dahi Naura disentil oleh Sabia karena otak Naura benar-benar tidak cepat konek.
"Kau adalah mempelai wanita hari ini, selamat ya Nau akhirnya kau dan Dady ku akan resmi menikah juga hari ini!" Sabia memeluk Naura
Seketika Naura pun tersadar berarti orang-orang yang memakai topeng tadi hanya berpura-pura akan menculiknya, dan semua ini pasti kejutan dari Dady Gilbert
__ADS_1
Hati Naura langsung berbunga-bunga, rasanya ada jutaan kunang-kunang yang tengah menari-nari disekitar kepalanya saking Naura bahagia atas apa yang terjadi saat ini, tidak sia-sia satu bulan lebih dia enahan sedih dan menahan kesal terhadap Gilbert, ternyata bayarannya tak tanggung-tanggung langsung diajak sah.
Senyum mengembang jelas terukir dibibir Naura dia tidak menyangka selama ini Gilbert sibuk rupanya demi mengatur hal membahagiakan untuk dirinya! Sabia pun melepaskan pelukannya dari tubuh Naura.
"Bia aku bahagia sekali Bi, ayo kita temui Dady Bert," meraih tangan Sabia.
"Eh Nau, sabar dulu tnggu sampai ada instruksi kita baru boleh berjalan ke pelaminan!"
"Iya juga ya, aku kan akan menikah! Bia, aku tidak sedang mimpi kan Bi, ini sunguhan kan??"
Nau tidak henti-hentinya tersenyum manis dan sampai jingkrak-jingkrak layaknya dapat doorprice.
"Apa kau sungguh akan memperlihatkan kebahagiaan mu itu terus didepan ku? Kau tidak kasihan padaku?" tanya Sabia.
Ckckckck...
"Tidak mungkin itu Nau, aku kan bukan wanita baik-baik mana mungkin ada laki-laki baik-baik untukku," Sabia tertunduk sedih.
"Hei sudahlah jangan sedih begitu kau kan cantik dan baik Bi, aku yakin kalau kau bisa mengeluarkan kekuatan yang sangat sakti untuk menggoda lelaki, pasti kau akan bisa menaklukkan laki-laki manapun yang kau mau!"
Hahhhh...
Sabia hanya menghembuskan nafas panjangnya, kalau saja dia memiliki kekuatan sakti pastinya akan dia gunakan untuk menggoda Mr Zie yang tak pernah bisa jatuh cinta padanya itu.
Menepis segala kegundahannya, Dady Domanick datang untuk menggandeng Naura untuk naik keatas pelaminan! Dengan penuh rasa haru hari ini Dady Domanick akan melepaskan putri kesayangannya untuk menikah dengan sahabatnya sendiri.
__ADS_1
Sudah terlihat Dady Gilbert berdiri dengan gagahnya diatas pelaminan, menatap kearah datangnya Dady Domanick dan Naura.
Melihat wajah Naura yang begitu anggun dan cantik membuat Gilbert tersenyum merekah tak sabar untuk menjadikan Naura sebagai istri satu-satunya.
Dady Domanick dan Naura sampai didepan Gilbert, dengan berat hati Dady Domanick menyerahkan tangan Naura pada Gilbert.
Setelah itu Dady Domanick yang tidak dapat menahan tangisannya buru-buru turun dari atas pelaminan!
"Bagaimana kau suka dengan kejutan ini?"
"Aku sangat menyukainya Dad, aku mencintaimu Dad kiss me please," rengek Naura yang sudah langsung mencodongkan wajahnya kearah Gilbert.
Uhuk..
Uhuk..
Sampai-sampai orang yang akan menikahkan keduanya harus memberikan kode untuk tidak tancap gas sekarang.
"Kalian belum sah!"
Naura dan Gilbert pun langsung tersipu malu.
Siapa tau diantara kalian ada yang ikut kondangan maak pengen titip ajalah, ga kuat liat keromantisan Dady Bert sama Nola.
__ADS_1
Mending othor mojok aja sama Dady Nick mumpung Day Nick lagi melow siapa tau butuh pundak maak untuk bersandar.