Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 67


__ADS_3

Setelah lelah beberapa jam bermain golf, Dady Nick dan Dady Gilbert duduk untuk istirahat dan minum minuman segar terlebih dahulu.


"Aku rasa sudah cukup hari ini, kau masih ingin bermain lagi Bert?"


"Tidak, sudahi saja,"


"Sepertinya kalian sudah termakan usia jadinya cepat lelah," sindir momy Lindsey.


"Yang terpenting kan diatas ranjang aku masih bisa mengalahkan mu dan membuat mu lelah!" kata dady Domanick.


"Menggelikan kau dengar itu Stan?" tanya Steiner.


"Dengar Dad, aku tidak mau mempunyai adik lagi," ucap Stanley.


Ckckckck..


Mereka pun tertawa, tapi disatu sisi Gilbert tengah bersiap-siap untuk mulai membicarakan hubungannya dengan Naura pada Dady Domanick dan semua yang ada disini.


Wajah Gilbert terlihat mulai tegang dan gugup, hal itu nampak jelas terlihat oleh Naura yang melirik kearahnya saat ini.


Kedua tangan Gilbert pun semakin gelisah dan mengusap-usap kedua pahanya sendiri untuk menetralkan kegugupan dalam dirinya.


Naura pun memberikan kode agar Gilbert segera memulai pembicaraan, Gilbert memberikan jawaban berupa kedipan mata pada Naura.


Kontak batin diantara Gilbert dengan Naura terbaca saat Dady Domanick tak sengaja melihat kearah Gilbert dan Naura.


Keduanya langsung saja saling membuang muka saat tertangkap oleh Dady Nick sedang saling memberikan kode.


"Bert, apa ada yang mau kau bicarakan pada ku?"


Jantung Gilbert berdetak begitu cepat padahal itu hanya pertanyaan sepele dari seorang Domanick Limson, hanya saja Gilbert membutuhkan jiwa yang tenang dan mental yang kuat untuk bisa memberikan jawaban terhadap Dady Domanick.

__ADS_1


"Nola? Apa ada yang ingin kau katakan pada Dady?"


Naura pun melirik kearah Gilbert dan Gilbert langsung segera mengambil alih pembicaraan.


"Begini Nick, sebenarnya aku dan Nola,"


Aaaaa...


Oma Larisha memekik merasakan kepalanya pusing berputar-putar dan melihat sekelilingnya gelap gulita. Kemudian yang terjadi selanjutnya adalah Oma Larisha jatuh pingsan.


Bragh...


"Mom, momy!" teriak Dady Domanick yang melihat Ibunya tiba-tiba jatuh pingsan.


Semua orang di lokasi panik melihat kondisi yang terjadi pada Oma Larisha, dengan tergesa-gesa Dady Domanick menggendong tubuh Oma Larisha segera menuju mobil, disusul dengan yang lainnya.


Terpaksa kali ini Gilbert harus menahan diri untuk tidak berbicara dulu soal kejujuran hubungannya degan Naura, mereka semua membawa Oma Larisha menuju rumah sakit.


Dokter didalam ruangan sana pun belum juga keluar untuk memberikan penjelasan pada pihak keluarga Oma Larisha.


Saat Dady Domanick hendak menghubungi Bright dan Britney yang merupakan saudara kembarnya, Dokter sudah lebih dulu keluar dari ruang rawat tempat Oma Larisha terbaring lemah.


"Dok, Dokter apa yang terjadi pada Ibuku?" tanya Dady Domanick.


"Iya Dok, Oma ku kenapa?" Naura pun menghampiri Dokter.


"Gula darah Nyonya Larisha naik, Tao sekarang sudah ditangani dengan baik hanya menunggu satu infusan habis sudah boleh pulang, untuk pihak keluarga tolong diperhatikan lagi pola makan Nyonya Larisha ya, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi!"


Mereka pun bisa bernafas lega setelah mendengar penjelasan Dokter bahwa Oma Larisha tidak perlu dirawat dan keadaannya sudah baik-baik saja.


Karena Dokter sudah memperbolehkan untuk masuk kedalam ruang perawatan, mereka semua masuk kedalam untuk melihat kondisi Oma Larisha.

__ADS_1


"Mom, kenapa gula darah momy bisa naik? Momy tidak jaga pola makan kah?" tanya Lindsey sembari menggenggam erat tangan Oma Larisha.


"Kau ini mulai kan bawelnya, momy sudah tidak apa-apa kok,"


"Momy tinggal lah di rumah kami saja, Lindsey tidak mau momy mengalami hal seperti ini lagi mom, jika momy tinggal bersama kami, akan sangat mudah untuk kami memperhatikan asupan makanan untuk momy," bujuk Lindsey.


"Iya mom, istriku benar sudah jangan keras kepala!"


"Sudahlah kalian ini terlalu berlebihan, momy sudah tidak apa-apa kok! Lagipula berada di rumah peninggalan ayahmu membuat Momy merasa dia ada didekat momy,"


Memang Oma Larisha kekeh tidak mau tinggal di rumah salah satu anaknya meskipun di rumah anak-anaknya sudah pasti akan lebih diperhatikan lagi makanan dan kebutuhannya, Oma Larisha tidak mau sampai rumah peninggalan Opa Lan ditinggalkan begitu saja. Ada banyak sekali kenangan didalam rumah mewah tersebut, tentu saja sangat berat bagi Oma Larisha jika harus meninggalkan rumah itu.


Setelah melihat keadaan Oma Larisha sudah tidak apa-apa, Dady Domanick baru teringat kembali ketika tadi ditempat golf Gilbert ingin mengatakan sesuatu.


"Bert, bukankah kau ingin mengatakan sesuatu tadi? Ada apa?"


Gilbert langsung gelagapan karena saat ini situasinya tidak memungkinkan untuk bicara soal hubungannya dengan Naura, disaat semuanya sedang berada didalam ruang perawatan seperti sekarang.


"Ini, Nola dan aku kami akan pergi jalan-jalan besok! Kemarin Nola merengek terus meminta untuk jalan-jalan,"


"Oh, aku pikir ada apa! Nola, kau selalu merepotkan Dady Bert kenapa tidak bilang pada Dady kalau mau jalan-jalan?"


"Dady mana mau," kilah Naura.


"Ya sudah kalau begitu kalau Nola nakal sentil saja hidungnya Bert,"


"Ya, tentu nanti aku sentil hidungnya jika Nola nakal,"


Yah Dad gagal maning buat jujur ya Dad, ayo Dad coba lagi nanti ya asal jangan keburu ketangkap basah aja ya Dad🥱


__ADS_1


__ADS_2