
Hari-hari berlalu begitu saja tanpa ada hal istimewa apapun dalam hidup Naura, api semangatnya untuk bisa dinikahi oleh Gilbert kian hari kian padam, sudah hampir satu bulan ini Gilbert bahkan sangat jarang sekali menghubungi Naura.
Untuk bertemu saja harus Naura dulu yang memohon-mohon dan menelpon Gilbert hingga berkali-kali agar keinginan untuk bertemu dikabulkan oleh Gilbert, rasanya Naura semakin lelah bertahan dengan hubungannya yang sudah tidak sehat lagi.
Kini Gilbert hanya satu Minggu sekali menghubungi Naura, itupun hanya telpon beberapa menit saja setelahnya pesan atau telpon dari Naura akan diabaikan olehnya.
Lama-lama Naura emosi dan ingin mengakhiri hubungannya dengan Gilbert, malam ini kebetulan Dady Domanick bisa pulang kerja lebih cepat sehingga formasi dimeja makan malam ini lengkap.
Naura datang dengan wajah ditekuk dan bibir yang mengerucut, langsung duduk disalah satu kursi makan disamping Dady Domanick, tangan satunya memainkan garpu sementara tangan satunya lagi dipakai untuk menopang dagu lancipnya.
"La, makanannya kok cuma diaduk-aduk gitu?" tanya Dady Domanick.
"Iya tuh Dad, belakangan ini Nola galau terus pusing momy liat dia cemberut mulu!"
"Mom, Dad, Nola sudah mengambil keputusan ini benar-benar keputusan yang sudah sangat dipikirkan matang-matang oleh ku, aku tidak mau lagi bertahan sakit rasanya,"
"Keputusan apa?" tanya Dady Domanick.
"Lagi bahasa mu itu loh La kok kaya wanita dewasa aja muter-muter, langsung ke intinya saja!" kata momy Lindsey.
"Aku mau putus dengan Dady Bert!"
"Apa?" serempak.
Stanley dan Steiner pun sampai geleng-geleng kepala karena keputusan Naura yang terkesan sulit dipercaya.
"Putus? Nanti galau, lalu nangis dipojok kamar?" ledek Stanley.
Ckckckck,,,, Steiner malah mentertawakan.
"Stan, Stein, kalian ini kakak kalian itu tidak sedang bercanda jangan diledekin seperti itu!" kata momy Lindsey.
__ADS_1
"Nola, kau ini bagaimana? Bukankah kau yang sangat ingin menikah dengan Gilbert sejak dulu? Kenapa tiba-tiba ingin putus? Gilbert selingkuh?" tanya Dady Domanick.
"Pokoknya ini lebih menyebalkan dari perselingkuhan Dad, dan bisa saja mungkin juga iya Dady Bert selingkuh! Aku kesal banget Dad, semakin hari Dady Bert semakin bikin aku sakit hati dan merana, mental ku kena nih Dad, mom,"
"Astaga anak jaman sekarang sedikit-sedikit mental health, coba kau itu lebih sabar La siapa tau Gilbert sibuk!" kata momy Lindsey.
"Iya sibuk sama perempuan lain sampai pesan dan telepon ku selalu dia abaikan, sudahlah aku tidak mau makan, pokoknya besok aku akan menemui Dady Bert dan akan memutuskan hubungan kami titik!"
Kedua orangtuanya belum memberikan tanggapan lebih lanjut, Naura sudah pergi meninggalkan meja makan dengan perut kosongnya.
"Anak itu!"
"Mirip ya mom emosinya denganku?"
"Iya sama-sama mudah emosi,"
Ckckckck..
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Naura sudah bersiap-siap untuk mengunjungi kediaman Gilbert, tujuannya yaitu satu ingin segera mengakhiri hubungannya dengan Gilbert yang sudah tidak jelas ini.
Pagi ini Dady Domanick dan kedua adik Naura sudah berangkat ke kantor dan sekolah, ternyata momy Lindsey pun sudah meninggalkan rumah entah kemana.
"Kau lihat momy ku?" tanya Naura pada seorang pelayan.
"Nyonya besar tadi pergi nona,"
"Kemana?"
"Saya tidak tau, nyonya tidak bilang apa-apa,"
"Tumben, biasanya momy kalau mau pergi pasti bicara padaku malamnya ini tau-tau pergi pagi-pagi!"
__ADS_1
"Apa perlu saya hubungi nyonya besar nona?"
"Oh tidak perlu, aku juga mau pergi kok!"
Karena momy Lindsey tidak ada di rumah, Naura langsung saja keluar rumah! Ternyata supir pun tidak ada yang standby terpaksa Naura akan mengemudikan mobilnya sendiri.
"Sit, bikin kesal saja orang-orang! Ini lagi supir pada kemana si? Aku kan malas mengemudi sendiri!" umpat Naura.
Mobil yang dikemudikan oleh Naura keluar dari halaman rumah mewah tersebut, sejauh ini perjalanan menuju kediaman rumah Gilbert ramai lancar, tetapi saat melintasi jalanan yang agak sepi dua buah mobil jip berwarna hitam tiba-tiba menghadang mobil yang dikemudikan oleh Naura.
"Eh ada apa nih? Ya tuhan mereka siapa?" Naura langsung gelagapan.
Sementara beberapa laki-laki memakai topeng langsung mengacungkan stik golf untuk mengancam Naura untuk turun dari mobilnya, jika tidak maka mereka akan menghancurkan kaca mobil milik Naura.
Tubuh Naura sudah gemetaran, dua ketakutan setengah mati karena tidak ada Gilbert disisinya, Naura yakin mereka adalah musuh group Limson.
Tak bisa berkutik lagi selain menuruti perintah mereka untuk turun, Naura pun turun dari mobilnya dan seketika salah seorang langsung membekap mulut Naura hingga Naura pun pingsan.
"Waduh malah pingsan nih, bisa-bisa aku dimarahi!" ujar salah seorang tersebut.
"Kau bodoh sekali, aku kan sudah bilang jangan bekap nona kencang-kencang," kata yang lainnya.
"Tidak kencang tapi mungkin nona panik jadi pingsan sendiri!"
Yah disuruh alon-alon malah Nola dibikin pingsan, udah deh sampai disana tinggal pilih tuh orang mau gali kuburan sendiri atau digaliin๐๐๐๐
Guys maaf ya maak jarang update uhhh udah beberapa hari ini ada tukang di rumah emak lagi pasang kanopi, jadi riweuh banget guys harap maklum ya guys๐
Untuk novel Sabia sama Mr Zie, emak bikin pisah aja tapi engga akan panjang-panjang si singkat aja, nanti pertengahan bulan kayanya maak up.
__ADS_1