Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 36


__ADS_3

Tubuh Gilbert begitu bergetar hebat, setelah sebelas tahun lamanya baru kali ini dia merasakan kenikmatan luar biasa hingga membuatnya akan mencapai kenikmatan yang telah lama dia rindukan.


"Cu-kup Nola!"


Gilbert mengeluarkan lobak importnya dari dalam sana, dan menembakkan ke lain arah agar tidak mengenai wajah Naura, Gilbert tidak mau sampai putri kecilnya itu mendapatkan noda dari sisa-sisa pelepasannya.


Naura menyaksikan sendiri bagaimana ketika seorang laki-laki mencapai puncak kenikmatannya, tubuh Gilbert yang bergetar hebat hingga lobak importnya yang mengeluarkan tembakannya. Naura pun hanya terdiam menyaksikan apa yang terjadi dihadapannya.


"Maaf sayang, Dady melepaskannya!"


Gilbert membantu Naura berhenti, terlihat dilantai tembakan yang telah dilepaskan oleh Gilbert, Naura punerasa senang bisa membuat Gilbert mendapatkan pelepasannya.


"Dady puas? Apa Nola sudah berhasil memuaskan Dady?" bisik Naura.


"Kau sangat pintar Nola, Dady boleh tau kau belajar darimana?"


"Tidak ada itu murni arahan Dady tadi,"


"Dady ingin melakukan lebih dari ini denganmu, tapi Dady ingin berbicara dulu dengan orangtua mu tentang hubungan kita! Kau mau kan bersabar?"


"Iya Dad aku mau, tapi kalau aku menginginkan lebih dari tadi Dady akan melakukannya?"


"Kau benar-benar putri kecil pemuas Dady, sayang! Entahlah, Dady akan berusaha dulu menahan tapi jika tidak tahan, apa boleh buat Dady akan membuat mu merasakan lebih dari tadi!"


Gilbert pun memeluk Naura, keduanya memutuskan untuk keluar dari dalam ruangan itu, Gilbert pun meminta supir pribadi Naura untuk pulang lebih dulu karena Gilbert yang akan mengantar Naura pulang ke rumah.


"Dad kenapa repot-repot Dady yang antar aku pulang, dan supir diminta pulang duluan?"


"Kau tau, Dady belum bisa menemukan Jazz Nola, jadi jangan pernah pergi hanya dengan supir!"


"Tapi aman kok dad,"


"Kita tidak tau kapan dia datang, mulai sekarang kau dan momy mu serta kedua adikmu akan Dady berikan pengawal pribadi!"


"Lalu mana pengawal ku?"


"Ini disamping mu!"


"Ish, Dady kan sibuk!"

__ADS_1


"Akan Dady usahakan untuk bisa mengantar jemput kau ke kampus atau kemanapun, yang penting jangan lagi abaikan pesan dan telepon Dady serta sudahi marah mu pada Dady!"


"Janji ya?"


"Janji, Dady harus bisa menjagamu kapanpun itu! Kabari Dady jika kau ingin pergi kemanapun, akan Dady antar,"


"So sweet,"


"Cih,"


Gilbert dan Naura pun tidak berhenti saling melempar senyuman, tidak pernah Gilbert sangka belasan tahun tidak lagi tergoda dengan wanita seksi atau wanita cantik manapun yang menggodanya ataupun dia temui, tapi dengan Naura semua berubah.


Jiwa kelelakian Gilbert bangkit dan sulit dikendalikan hingga benteng pertahanan itu akhirnya runtuh juga, hati Gilbert kembali bersemayam satu nama yang kian detik kian tumbuh menghidupkan hatinya yang telah lama mati.


Sudah sampai di kediaman Dady Domanick, Naura pun turun dari mobil Gilbert sementara Gilbert langsung pergi meninggalkan kediaman Dady Domanick karena memang banyak pekerjaan yang menantinya.


Sambil berjalan meloncat-loncat Naura merasakan hatinya berbunga-bunga karena tadi sudah berbaikan dengan Gilbert, bahkan melakukan hal yang luar biasa bersama dengan Gilbert.


Disaat yang sama, Dady Domanick hendak pergi untuk urusan pekerjaan dan melihat anak gadisnya itu tengah tersenyum berseri-seri.


"Nola, kenapa kau senyum-senyum sendiri?"


Dicermatinya oleh Dady Domanick dan kedua mata Dady Domanick menyoroti tajam atas apa yang terdapat dileher anak gadisnya, bekas merah yang diyakini oleh Dady Domanick itu adalah bekas hi sa pan dari seorang laki-laki, karena Dady Domanick pun sangat hapal dan sering melakukannya, makanya Dady Domanick yakin itu adalah bekas hi sa pan.


"Nola apa ini? Siapa yang sudah berani-beraninya melakukan ini terhadap mu?" Dady Domanick langsung marah besar dan memegangi leher Naura untuk bisa lebih detail lagi seberapa tajam hi sa pan laki-laki yang entah siapa itu pada leher anaknya.


"Ih Dady lepas! Lepas!"


"Mom! Momy!" teriak Dady Domanick.


"Aku mau ke kamar Dad!"


"Duduk di sana!"


"Tidak mau!"


"Duduk Dady bilang!" membentak.


Kedua pelupuk mata Naura bahkan sampai berkaca-kaca karena Dady Domanick belum pernah membentaknya sampai seperti ini. Momy Lindsey dan seluruh pelayan yabg berada dilantai satu pun segera menghampiri Dady Domanick, sorot mata Dady Domanick sudah memerah akibat amarah yang begitu besar.

__ADS_1


"Dad, ini ada apa si teriak-teriak begitu?" momy Lindsey melihat Naura duduk ketakutan.


"Kau lihat itu mom, ada bekas hi sa pan laki-laki dileher Nola? Siapa yang berani melakukan ini padanya? Apa kau tau?"


"Nola, Dad tenanglah dulu kita tanya Nola pelan-pelan!" Momy Lindsey menghampiri Naura dan melihat bekas merah dilehernya yang begitu merah kebiru-biruan sepertinya laki-laki itu meng hi sapnya dengan penuh gai rah.


"Aku sudah dewasa mom!"


"Nola, katakan siapa yang berani melakukan ini terhadap mu? Katakan siapa laki-laki itu nak?"


"Cukup mom, dad, Nola sudah dewasa jadi wajar Nola melakukan ini dengan kekasih Nola!"


"Wajar katamu?"


Dady Domanick menendang meja yang berada didepannya hingga meja kaca itu jatuh dan pecah.


Prang...


Aaaa (semua berteriak)


Semua pelayan yang sejak tadi hanya bisa berdiam diri menyaksikan kemarahan Dady Domanick, langsung serentak mengambil peralatan kebersihan untuk membersihkan serpihan kaca dilantai.


Karena sebejad-bejadnya seorang laki-laki dia pasti akan menjaga putrinya dengan sangat hati-hati, dan tidak akan pernah mau jika putrinya dirusak oleh laki-laki yang entah siapa apalagi jika laki-laki itu bukan lah laki-laki yang bertanggungjawab.


Naura menangis kencang sementara Momy Lindsey hanya bisa memeluk Naura karena dia pun bingung untuk meredam emosi suaminya saat ini.


"Kenapa kau cengeng? Disaat seperti ini Dady hanya butuh jawaban bukan tangisan! Nola, katakan siapa laki-laki yang berani berbuat seperti itu padamu?" masih dengan nada membentak.


"Memangnya kenapa Dady harus tau? Ini urusan Nola, dan Nola berhak berkencan dengan laki-laki mana pun! Nola sudah dewasa, mom katakanlah pada Dady!"


"Bagaimana jika kau bertemu laki-laki yang tidak bertanggungjawab Nola? Kau hamil, lalu kau membesarkan anak diusia mu yang masih muda? Bagaimana?"


Dady Domanick sangat ketakutan jika sampai anak gadisnya dinikmati oleh laki-laki yang tidak bertanggungjawab, seperti saat dulu dirinya masih menjadi seorang Cassanova entah berapa banyak anak gadis seusia Naura yang dia nikmati dan dia tinggal begitu saja, dan Dady Domanick tidak mau sampai putrinya bertemu dengan laki-laki macam dirinya dimasa muda.


"Tinggal pakai pengaman! Teman-teman ku banyak yang pengalaman, jadi Dady tidak perlu khawatir berlebihan seperti ini!" Naura langsung berlari pergi meninggalkan Momy Lindsey dan Dady Domanick sambil menangis.


"Dad, kau kenapa si? Tidak bisa bicara baik-baik dengan Nola? Anak itu semakin kita keras semakin kita kasar, dia akan semakin berontak Dad!"


"Astaga, maaf mom tadi aku benar-benar emosi dan takut sekali jika Nola bertemu laki-laki seperti aku yang dulu!"

__ADS_1


Lagian si Dady maen geragot aje, jadinya rame kan🤦 Hai hari Senin nih bisa kali lempar votenya buat Dady dan Nola😁


__ADS_2