Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 38


__ADS_3

"Dady senang kan?" tanya Sabia.


"Iya tentu saja! Ya sudah, kita berangkat sekarang karena Dady harus jemput Nola juga mulai hari ini!"


"Kita jemput Naura Dad? Asik!" ucap Sabia kegirangan.


Sementara Leya hanya tersenyum semu dan menyodorkan satu paper bag berisi makanan yang Leya buat sendiri untuk Gilbert.


"Ini, untuk kau sarapan Bia cerita katanya kau sering tidak sarapan!"


Sebenarnya Gilbert tidak ingin menerimanya tapi dia merasa tidak enak hati jika menolak pemberian Leya apalagi dihadapan Sabia anak mereka, daripada membuat Sabia sedih dan kecewa Gilbert pun menerima makanan itu.


"Terimakasih Leya, kau juga jangan lupa sarapan!"


Sebenarnya Leya sendiri ingin berbicara bahwa dia akan mulai pindahan ke rumah baru lusa, siapa tau Gilbert menawarkan untuk mendampinginya membantu proses pindahan tapi sepertinya Gilbert tidak tertarik untuk tau lebih lanjut urusan pribadi Leya.


Setelah belasan tahun tidak bertemu dan mengubur hidup-hidup semua perasaan cintanya, kini ketika dipertemukan kembali malah seperti orang asing yang penuh dengan rasa canggung.


Akhirnya tibalah mobil Gilbert di kediaman Naura, kebetulan Naura baru saja selesai sarapan dan Naura pun langsung berpamitan pada orangtuanya begitu mendengar dari pelayan mobil Gilbert sudah didepan.


Mulai hari ini Gilbert akan mengantar jemput Naura sekaligus Sabia, selain tugas dari Dady Domanick untuk mencari tau identitas pria yang sudah meng hi sap leher Naura, Gilbert juga merasa khawatir jika Naura bersama anggota group Limson yang lain. Lebih tenang dan lega bila Naura pergi kemanapun bersama dengannya, apalagi Jazz masih belum ditemukan.


Naura pun senang karena mulai sekarang akan lebih sering bertemu dengan Gilbert, itu artinya akan lebih sering juga Naura menggoda duda kekar dan tampan itu.


Meskipun duduk dibangku belakang, tapi Naura sesekali melempar senyuman sambil mengedipkan sebelah matanya ke spion depan, membuat Gilbert pun harus berusaha keras menahan diri agar tidak balik tersenyum, bisa-bisa Sabia akan curigai jika diantara ayah dan sahabatnya ada sesuatu yang tidak beres.


"Naura aku senang sekali mulai sekarang kita akan berangkat dan pulang kampus bersama-sama,"


"Iya Bia, aku juga senang biasanya pemandangan pagi ku seperti benang kusut melihat wajah supir yang mengkerut, tapi sekarang," Naura tidak meneruskan kata-katanya.


"Tapi sekarang pagi mu cerah karena melihat wajah cantik ku kan?"


Ckckck..


"Iya deh," kata Naura, padahal paginya terasa cerah karena bisa melihat wajah tampan nan kharismatik si duda kekar yang saat ini sedang berusaha menahan pandangannya agar tidak terus melihat ke kaca spion.


Setibanya di halaman kampus, Sabia mendadak meminta turun buru-buru karena melihat Dosen yang hari Jumat kemarin sudah menolaknya masuk ke dalam kelas akibat telat masuk setelah jam istirahat.


"Dad, Nola, aku buru-buru, aku duluan!" sambil cepat-cepat membuka pintu mobil lalu berlari mengejar dosen yang telah menolaknya masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


Naura pun bingung padahal hari masih pagi kenapa Sabia begitu terburu-buru seperti itu, kini didalam mobil tersisa Gilbert dan Naura.


"Kemarilah, Dady ingin bicara!"


Naura menurut lalu pindah ke bangku depan.


"Maaf ya, gara-gara hi sa pan Dady kau jadi harus bertengkar dengan Dady Nick!"


"Dady tau kalau Dady Nick marah besar terhadap ku?"


"Tentu saja, bahkan ayahmu itu meminta Dady untuk mencari tahu siapa laki-laki yang sudah melakukan itu pada mu!"


"Oh my God, Dady itu terlalu posesif aku sebal sekali jadinya! Padahal aku sudah dewasa,"


"Setiap orangtua akan melakukan hal yang sama, apalagi jika mereka memiliki putri secantik dirimu Nola,"


Tatapan penuh pesona Gilbert membuat Naura pagi-pagi begini sudah dibuat gemas, diraihnya ceruk leher Gilbert lalu bibir Naura pun langsung meny eruput bibir Gilbert.


Keduanya berciuman dan saling melu mat, apalagi pagi ini Gilbert memiliki sejuta kesibukan di perusahaan iklan group Limson, belum lagi perusahaan group Limson yang sudah mulai merajai pasar dibidang fashion membuat Gilbert memang memerlukan nutrisi pagi semanis bibir Naura.


Digigitnya bibir bagian Naura yang merupakan bagian favorit Gilbert.


"Sstth Dad,"


"Dady masih memiliki hutang padamu!"


"Apa?" tanya Naura.


"Kemarin kau sudah memuaskan Dady, nanti kau yang akan Dady buat merasakan hal yang sama!" bisik Gilbert.


"Aku sangat menantikannya Dad,"


Keduanya sama-sama sedang dalam kondisi kasmaran dan berbunga-bunga bagai sedang berada di negeri sejuta cinta, hingga sesaat Gilbert melupakan ketakutannya untuk menjalani hubungan ini lebih lanjut.


Naura turun dari dalam mobil, dan Gilbert pun melajukan mobilnya.


Di salah satu ruangan dosen mata kuliah akuntansi, Sabia mengikuti dosen laki-laki itu hingga masuk kedalam ruangannya.


"Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?"

__ADS_1


"Untuk apa? Anda saja tanpa basa-basi langsung menolak aku untuk masuk kedalam kelas!"


"Kapan?"


"Oh Anda lupa ya? Apa memang ingin terlihat berwibawa sampai berlagak lupa?"


Mr Zie, bernama lengkap Genzie Kendler seorang dosen akuntansi yang terkenal sangat disiplin dan tidak menyukai mahasiswa-mahasiswi menyepelekan kedisiplinan terutama soal waktu.


"Jaga bicaramu, dan katakan apa yang kau inginkan?"


"Aku mau kau memberikan aku kuis seperti hari Jumat di kelas, agar aku memiliki nilai tambahan dan absen ku tolong diganti dengan hadir!"


"Kalau aku tidak bersedia?"


Sabia pun mulai melancarkan aksinya, Sabia selalu berpikir semua masalah dengan para lelaki itu akan hilang hanya dengan memberikan sebuah kenikmatan! Sabia mulai mendekati Mr Zie lalu jari jemari yang berhiaskan kutek berwarna merah muda itu mulai meraba bagian dada Mr Zie, tentu saja Mr Zie langsung menepisnya secepat kilat.


"Tolong jangan menyentuhku!"


Apa yang baru saja terjadi? Baru kali ini Sabia mendapatkan sebuah penolakan, biasanya dosen di kampus lamanya Sabia selalu berhasil demi mendapatkan nilai baik tapi Mr Zie, dia lantang menolak sentuhannya.


"Temui aku sore nanti! Jika mau memperbaiki absensi dan nilai mu! Aku akan memberikan kuis untukmu disini!"


Masih dia tak percaya Sabia keluar dari dalam ruangan Mr Zie dan disaat yang sama Naura melihat Sabia.


"Bia, kau darimana si? Aku kan mencari mu dari tadi?"


Sabia masih melamun hingga Naura pun berusaha menyadari Sabia dari lamunannya, dan membuat Naura tanpa sengaja menubruk seorang yang berpenampilan seperti seorang Dosen.


Pria berusia sekitar 40 tahun, memakai kaca mata dan berpakaian layaknya seorang Dosen tertubruk oleh Naura tanpa disengaja hingga buku-buku yang dibawa oleh pria tersebut berjatuhan.


"Maaf Mr, aku tidak sengaja!"


Sabia pun turut membantu Naura merapihkan buku-buku tersebut tapi laki-laki itu tersenyum manis pada Naura. Diterimanya buku-buku yang sudah dirapihkan oleh Naura dan Sabia oleh pria tersebut.


"Hai, kenalkan aku dosen baru disini nama ku Justin!" mengulurkan tangannya pada Naura, Justin adalah identitas baru yang dipakai oleh Jazz untuk mendekati Naura.


Aduh ngeri-ngeri sedap Ye Mr Justin alias Mr Jazz, mau ape?? Kayanya Dady Gilbert harus cincang daging nih manusia satu baru deh insyaf nih orang!! Naura harus extra dijaga ketat nih Dady, jangan sampai ada celah buat Jazz.


Sabia engga semua cowok doyan barang obralan kaya kamu😝Mr Zie yang ada geli kalau sama cewek obralan begitu.

__ADS_1




__ADS_2