Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 52


__ADS_3

Sebenarnya Naura sangat ingin sekali menginap di rumah Gilbert, tapi sayangnya Momy Lindsey tidak memberi izin karena Stanley dan Steiner sedang menginap di rumah Oma Larisha sehingga momy Lindsey akan semakin kesepian jika Naura juga menginap di rumah Gilbert.


Karena terus ditelpon untuk pulang ke rumah, akhirnya Gilbert pun mengantarkan Naura pulang ke rumahnya. Setibanya di kediaman Naura, keduanya masuk untuk menemui orangtua Naura.


Kebetulan Dady Domanick dan momy Lindsey baru saja tiba dimeja makan untuk makan malam bersama.


"Mom, aku pulang!"


"Nah Dad, akhirnya pulang juga ini anak,"


"La, jangan terus membuat Gilbert sibuk karena kau terus mengikutinya kasihan nanti dia bisa jadi duda karatan!"


Kedua bola mata Gilbert memutar, seenaknya saja Domanick mengatakan jika dirinya duda karatan, padahal baru saja sudah terasah dan tidak mungkin karatan.


"Iya La, kau harus memberikan ruang agar Dady Bert itu bisa dekat kembali dengan bibi Leya, mereka kan serasi,"


Rasanya ingin sekali Naura menutup mulut momy Lindsey ketika dia mengatakan jika Gilbert serasi dengan Leya.


"Ayo makan dulu Bert, kita sudah lama juga tidak makan malam bersama," duduk disalah satu kursi.


"Ya kebetulan aku lapar," Gilbert pun langsung bersemangat diajak makan malam bersama, maklum tadi sore tenaganya terkuras sangat banyak oleh Naura.


Melihat Gilbert sangat antusias untuk iku makan malam, Naura pun paham laki-laki kekar itu pasti kelaparan karena tadi sudah berkeringat bersama tapi belum memakan makanan apapun, sejujurnya Naura juga sangat lapar sekali.


Baru saja makanan tersaji diatas meja makan, Gilbert dan Naura sudah sama-sama mengambil berbagai macam makanan kepiring lalu langsung memakannya dengan lahap.


Dilihatnya oleh momy Lindsey, naf su makan Naura biasanya tidak seperti sekarang, apalagi ini makan malam Naura biasanya akan makan sedikit sekali karena dia takut gemuk, tapi malam ini Naura sepertinya orang yang belum makan selama berhari-hari.


Begitu juga dengan Gilbert, dengan lahapnya Gilbert memakan seluruh makanan dipiringnya, bahkan menyendok lagi makanan yang lainya.


"Ini kalian berdua lagi lomba balap makan?"


"Hah?" serempak.


"Kau tumben sekali makan lahap seperti itu Nola," kata momy Lindsey.


Ckckckck..


"Maaf mom tadi di kampus itu aktivitasnya sungguh melelahkan Nola jadi laper,"

__ADS_1


Berhubung sedang makan malam bersama, Domanick jadi teringat kembali akan tugas yang dia amanatkan terhadap Gilbert beberapa waktu yang lalu.


"Ngomong-ngomong apa kau sudah mendapatkan informasi tentang laki-laki yang sudah meng hi sap leher anakku, Bert?"


Seketika Naura pun langsung mengambil air minum karena tenggorakannya mendadak serat, begitu juga dengan Gilbert mendadak naf su makannya hilang seketika.


Tidak Gilbert sangka Domanick akan terus mengingat sosok laki-laki yang tak lain adalah dirinya, kenapa tragedi leher merah Naura itu tidak pernah dilupakan oleh Domanick.


"Nah iya itu Bert, apa sudah ada kabar karena Nola tidak akan mau mengatakannya pada kami siapa laki-laki itu,"


Gilbert pun langsung gelagapan, sementara Naura berpikir harus menolong Gilbert dari situasi mencekam yang dihadapinya sekarang.


"Mom, Dad, sudahlah kan Nola juga sudah janji tidak akan melakukan hal itu lagi,"


"Tidak bisa, Dady harus tau siapa laki-laki bre ng sek yang sudah melakukan itu padamu!"


Baru leher merah saja Domanick langsung bersikap seperti ini, bagaimana jika Domanick mengetahui anaknya sekarang bukan hanya sudah di hi sap dileher melainkan dimana-mana.


"Aku sudah putus dengan laki-laki itu kok Dad,"


"Apa? Putus, enak sekali laki-laki itu setelah dia melakukan itu pada leher mu dan kalian putus, katakan Nola siapa laki-laki itu?"


Sebenarnya Domanick sudah sangat geram ingin sekali mencengkram leher dari laki-laki itu, tapi sepertinya Naura memang tidak berbohong dia sudah putus dengan laki-laki yang melakukan itu, buktinya setelah diamati bagian lehernya tak ditemukan sedikit pun bekas merah dileher Naura.


"Baik lah Nola, Dady harap itu terakhir kalinya kau berbuat seperti itu dengan laki-laki, kau harus ingat kau itu masih kecil dan Dady belum siap jika kau berbuat jauh dengan laki-laki diluaran sana!"


"Berbuat jauh bagaimana Dad?"


Domanick pun kesulitan menjelaskan pada Naura.


"Itu loh la, jerit-jeritan diatas ranjang apalagi kalau sampai one night stand ngeri momy bayanginya!"


"Mana mungkin Nola berbuat hal seperti itu, iya kan La? Kau itu anak manis, tidak mungkin melakukan hal seperti itu," Gilbert berusaha melindungi Naura.


Perkataan Gilbert justru membuat Naura merasa tidak diakui dengan apa yang sudah dilakukan oleh Gilbert tadi terhadapnya, dengan isengnya Naura menggerayangi betis Gilbert dengan kakinya yang berada dikolong meja makan.


Merasakan kakinya dielus-elus oleh sesuatu, Gilbert pun melorot kearah Naura bukan apa-apa jika terus diraba-raba oleh kaki Naura bisa membuat lobak import itu kembali mengeras lagi.


"Benar juga kau Bert, rasanya Nola masih sangat kecil dan polos dia tidak mungkin mengerti dan paham soal seperti itu jika dia tidak bertemu laki-laki macam kita, maka akan aman saja,"

__ADS_1


Ckckckck..


Perkataan Domanick membuat Gilbert semakin salah tingkah.


"Benar itu, Momy setuju dengan mu Dad. La coba saja jika kau bertemu laki-laki seperti Dady ataupun Dady Bert bisa-bisa kau akan dilahapnya sampai habis!"


Gilbert pun langsung menoleh kearah momy Lindsey, sebetulnya Gilbert sangat tersinggung oleh perkataan Momy Lindsey yang sebetulnya memang benar faktanya seperti itu.


"Untung aku sudah pensiun,"


"Waw, kau yakin sudah benar-benar pensiun dan sudah tidak pernah lagi?"


"Tentu saja Nick, memangnya kau dan Lindsey siang dan malam masih teratur melakukannya!"


Hahaha..


Memangnya kenapa toh tubuhku masih kuat apalagi tubuh bagian bawahku, masih bisa membuat momynya anak-anak jerit-jerit dan mencakar ku!"


"Dad, kau ini malu tau!" Lindsey tersenyum malu.


Sementara kaki Naura terus bergerak menggesek paha Gilbert dibawah meja sana. Meskipun Gilbert sudah memberikan kode agar Naura berhenti, gadis itu sepertinya tidak takut dibikin sakit oleh lobak import yang saat ini sudah kembali mengeras seperti tongkat besi.


Padahal Gilbert sudah memberikan kode agar Naura berhenti bermain-main dipahanya, tetap saja kaki jenjang Naura terus meraba-raba paha Gilbert dibawah meja sana.


Setelah makan malam diatas meja tandas, Gilbert pun berpamitan pada Domanick dan Lindsey.


"Aku akan pulang sekarang terimakasih atas jamuan makan malamnya Tuan Nick,"


"Iya sama-sama, kapan-kapan kita makan malam lagi dengan Leya dan Sabia mereka juga sekarang bagian dari kita,"


"La, besok Dady jemput lagi ya!"


"Oh besok lagi ya Dad?"


"Hah?"


Naura malah semakin memancing Gilbert dengan kata-kata ambigunya.


"Besok lagi kan Dad, jemputnya?"

__ADS_1


__ADS_2