Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 72


__ADS_3

Setelah tangga terpasang sempurna Gilbert pun menaiki anak tangga itu satu persatu hingga sampailah di atap lantai dua kediaman Naura, tapi belum cukup sampai disitu saja karena kamar Naura terletak dilantai tiga rumah itu.


Gilbert harus kembali secara perlahan memanjat dinding yang sangat sempit untuk bisa menjangkau jendela kamar Naura. Setelah berhati-hati selangkah demi selangkah menaiki dinding-dinding sempit, akhirnya Gilbert tiba didekat jendela kamar Naura.


Jendela kamar itu tertutup sehingga Gilbert harus membuka gesper yang dia gunakan, kepala gesper pelat akan digunakan oleh Gilbert untuk mencungkil jendela kamar Naura.


Dengan sedikit mengeluarkan tenaga,. akhirnya jendela kamar Naura bisa Gilbert cungkil. Naura yang terbiasa mematikan lampu ketika hendak tidur, mendengar suara-suara aneh dari dekat jendelanya.


Karena penasaran Naura pun turun dari ranjang untuk melihat bunyi apa didekat jendela kamarnya, tapi belum sampai ke jendela seseorang sudah membuka jendela kamar Naura dan langsung masuk kedalam kamarnya.


Kedua bola mata Naura memutar dan saat hendak berteriak, Naura melihat wajah orang yang masuk lewat jendela kamarnya itu seperti tidak asing lagi baginya.


"Dady?"


"Huhh akhirnya kita bertemu juga sayang,"


Gilbert mendekati Naura untuk memeluknya tetapi Naura menepis tangan Gilbert.


"Mau Dady kesini? Dan kenapa bisa lewat jendela kamarku? Itu kan bahaya Dad?"


"Tidak ada cara lain karena kau tidak mau bertemu Dady jika Dady tidak nekat begini, sayang Dady merindukan mu,"


"Stop disitu jangan mendekat atau aku teriak!"


"Nola, semua yang kau lihat itu tidak seperti yang ada didalam pikiran mu sayang,"


"Dady keluar! Aku benci Dady, dasar pembohong, suka selingkuh aku tidak percaya lagi pada Dady, ternyata bibi Leya lebih penting daripada aku!"


"Nola!"


"Keluar!" Naura membentak.


"Kalau Dady tidak mau keluar?"


"Maka aku akan teriak,"

__ADS_1


"Kalau begitu teriak saja!"


Tanpa basa-basi lagi Gilbert langsung menarik pinggul Naura dan me lu mat bibir sensual Naura, hingga Naura pun mengigit bibir Gilbert.


"Sstth ahh,"


Tapi meskipun terkena gigitan Naura tetap saja tidak menghalangi Gilbert untuk berciuman dengan Naura, karena Gilbert terus menerus me lu mat bibir sensual lembut dan manis milik Naura.


Emthh.


Emthh.


Naura kekeh menolak ciuman ini kedua tangannya memukul-mukul dada bidang Gilbert, tapi apalah daya tenaga Gilbert tidak mungkin bisa Naura lawan.


Kedua tangan Gilbert me re mas melon import milik Naura, sambil terus me lu mat bibir Naura dan memasukkan lidahnya hingga memenuhi rongga mulut Naura.


Kedua kaki Gilbert melangkah menuju ranjang dan otomatis membawa tubuh Naura terlentang diatas ranjang saat ini, Gilbert segera menaiki tubuh seksi Naura sambil terus me nye sap bibi Naura dan kedua tangannya mer e mas melon import Naura.


Ciuman itu kini turun keleher Naura hingga membuat tubuh Naura geli dan keenakan.


Gilbert mengigit inci demi inci kulit leher Naura hingga gigitan-gigitan kecil itu turun kebagian melon import Naura.


Semakin Naura brutal maka Gilbert pun semakin brutal menikmati tubuhnya, diangkatnya kaos yang dikenakan Naura hingga diatas dadanya memuat kedua melon import Naura menyembul dihadapan Gilbert.


Tak tunggu lama Gilbert melepaskan pengait b r a yang dikenakan oleh Naura.


"Stop Dad aku tidak mau, aku benci,"


Sekali hap satu melon import itu memenuhi rongga mulut Gilbert, membuat Naura pun replex membusungkan dadanya.


Gilbert meng hi sap pucuk melon import milik Naura hingga memainkan pucuknya dengan lidah, kedua tangan Gilbert melucuti pakaiannya sendiri hingga membuka resleting celananya.


Satu tangan Naura diraih oleh Gilbert untuk mengelus-elus lobak import miliknya yang sudah sangat mengeras.


"Tidak dad lepas ah,"

__ADS_1


Pikirannya menolak tetapi tubuhnya justru merespon sebaliknya.


Hi sa pan Gilbert pada melon importnya secara bergantian benar-benar sangat kuat dan kencang, sepertinya laki-laki itu meluapkan semua rasa rindunya pada kedua melon import Naura.


Puas dengan melon import ciuman-ciuman nakal Gilbert beralih kebagian perut, pusar hingga bermuara dibagian inti Naura.


"Tidak lepaskan Nola Dad, Nola tidak mau,"


Kedua tangan Naura berusaha mendorong kepala Gilbert yang nyaris menyentuh bagian intinya. Tetapi dengan cepat satu tangan Gilbert memegangi kedua tangan Naura, sementara satu tangan Gilbert membuka kedua pangkal Naura agar lebih terbuka lebar.


"Kau masih marah pada Dady?"


"Aku kecewa, aku benci Dady,"


Semakin Naura berkata benci dan marah maka Gilbert akan semakin membuat Naura tak tahan lagi untuk marah lama-lama padanya.


Slupp...


Wajah Gilbert akhirnya tenggelam dibagian inti Naura membuat Naura langsung mendongakkan wajahnya keatas.


"Ah jangan Dad, lepaskan Ah!"


Jika Naura terus protes maka Gilbert akan bertindak semakin liar terhadap bagian intinya, Gilbert meny e sa p bagian inti Naura.


"Ahh Dad ahhh," saat ini yang bisa dilakukan oleh Naura hanya men de sah dan menjerit-jerit keenakan.


Gilbert terus meny e sap miliknya, men ji latnya seperti miliknya itu adalah selai coklat yang manis dan lezat, tubuh Naura langsung menggeliat ke sana kemari tidak kuasa lagi menerima kenikmatan yang dilakukan oleh Gilbert pada bagian inti miliknya.


Othor juga mau Dad, setiap kali nolak setiap kali marah malah dibuat enak. ehhh😂


Pagi-pagi ini Thor udah buat para emak-emak balik lagi guling-guling dikasur, kabur ahhh takut diprotes karena digantung pas lagi tanggung menanggung.😄



__ADS_1


__ADS_2