
Please jomblo sembunyi aja dipojokan!!!
Naura mencubit kulit perut laki-laki yang bergelar suaminya itu! Semalaman suntuk mereka mengobrol dan bercerita banyak hal, lagi-lagi Gilbert terus mencolek-colek pinggul Naura agar dia segera mengakhiri obrolannya dengan Dady Nick dan momy Lindsey.
Rasanya lobak import milik Gilbert kian detik kian membesar, memanjang dan mengeras sampai-sampai Gilbert merasa lobak importnya sudah tidak nyaman dibalik celananya.
"Sayang ayolah!" berbisik pelan.
"Sabar Dad, momy dan Dady ku masih mau mengobrol!"
Gilbert pun diam-diam meraih satu tangan Naura dan menariknya sehingga satu tangan Naura pun menyentuh lobak import miliknya. Kedua bola mata Naura terbelalak saat tangan mungilnya menyentuh lobak import milik suaminya yang ternya sudah sangat keras.
Karena tergiur oleh lobak import yang begitu keras itulah, akhirnya Naura pun tidak lagi mau tertahan disini.
"Mom, Dad, aku sudah capek dan ngantuk sebaiknya aku dan Dady Bert tidur sekarang saja!"
"Ya sudah La, Momy juga sudah sangat ngantuk ayo Dad kita ke kamar!" ajak momy Lindsey.
Tetapi Dady Domanick yang terlalu banyak menenggak minuman keras hanya bisa menganggukkan kepalanya, tetapi kedua matanya sambil terpejam. Terpaksa Gilbert membantu momy Lindsey dulu untuk memapah Dady Domanick sampai didalam kamarnya.
"Terimakasih ya menantu,"
"Sama-sama momy cantik," ujar Gilbert seraya berjalan meninggalkan kamar Dady Domanick.
__ADS_1
Akhirnya setelah pukul 02.00 pagi bisa juga menghabiskan malam pertama dengan sang istri, buru-buru Gilbert menyusul Naura yang sudah lebih dulu berada didalam kamarnya.
Tok.
Tok.
Tok.
Sebenarnya mereka berdua sudah sangat sering melakukannya, tetapi entah kenapa setelah resmi menjadi suami istri justru Gilbert merasa grogi sampai-sampai dia mengetuk pintu kamar Naura terlebih dahulu, padahal seharusnya tinggal langsung masuk saja.
Klek..
Naura rupanya sudah berganti pakaian dengan pakaian dinas yang sesungguhnya! Memakai lingerie tembus pandang berwarna merah menyala dengan rambut yang digerai, Gilbert menatap Naura dari ujung rambut sampai ujung kaki, begitu mulus seksi dan mengga i r ah kan.
"Oh ya? Apa lingerie ini cocok untuk ku Dad?"
"Sangat cocok, luar biasa sayang kau sangat mempesona!"
Gilbert langsung melepaskan satu persatu pakaiannya, sambil berjalan terus kearah ranjang! Diikuti oleh kedua kaki Naura yang otomatis melangkah mundur karena Gilbert mendesak tubuhnya semakin dekat dengan ranjang.
Tubuh Naura akhirnya terlentang diatas ranjang sedangkan seluruh pakaian Gilbert sudah selesai dilucuti seluruhnya.
"Oh my God aku selalu excited karena super panjang sekali Dad,,"
__ADS_1
"Tentu saja harus panjang agar bisa membuatmu puas sayang, kita akan sama-sama puas dimalam pengantin kita ini,"
Naura melipat bibir bawahnya bisa dia bayangkan Gilbert pasti akan memborbardir dirinya habis-habisan malam ini.
Tak ingin basa-basi lagi karena sudah satu bulan lebih Gilbert dan Naura tidak melakukan penyatuan, kedua kaki Naura langsung direntangkan selebar-lebarnya oleh Gilbert.
Ditekuknya kedua kaki Naura sementara kedua pangkal pahanya sudah terbuka lebar dihadapan Gilbert.
Balutan lingerie berwarna merah menyala yang tembus pandang itu, membuat Gilbert tak sabar untuk menikmati tubuh Naura.
Tanpa membuka lingerie tersebut, Gilbert melucuti celana d a la m yang berwarna senada milik Naura hingga dilemparkannya entah kemana.
"Dady kau kasar sekali,"
"Ini baru permulaan sayang, kau bisa request mau Dady bermain halus, kasar, atau liar?"
Rasanya Naura tidak bisa memilih pilihan tersebut, dia ingin Gilbert memainkan seluruh tempo! Tetapi karena penasaran selama ini Gilbert belum pernah bermain kasar, Naura pun ingin mengetahui apa yang dimaksud Gilbert dengan permainan kasar itu.
"Aku mau kau bermain kasar Dad,"
Gilbert tersenyum licik kemudian langsung menenggelamkan wajahnya didalam bagian inti Naura. Di hi sapnya bagian tersebut hingga Naura langsung men de sah tak karuan.
"Dad, kau tidak pemanasan dulu dan langsung to the point Ahhhh,"
__ADS_1
Ga usah pemanasan dulu Nau buat apa, kan kalian udah pro iya engga🤦