
Bibir Naura terus berbicara dari A sampai Z, meskipun ocehan Naura sangat membuatku gendang telinga Gilbert hampir meletus suaranya yang cempreng dan tanpa titik ataupun koma, Naura terus menerus mencecar Gilbert tentang Leya yang tadi datang menemuinya.
Bukannya menjawab pertanyaan-pertanyaan Naura yang panjang kaki lebar, Gilbert justru tersenyum melihat bibir sensual itu menggerutu terus, semakin lama memperhatikan bibir sensual Naura justru lobak importnya semakin bereaksi.
Jika tadi sempat mengempes sedikit ketika ada Leya datang, kini lobak itu semakin mengeras dan terus mengeras hingga Gilbert pun menarik pinggul Naura dengan kedua tangannya.
Membuat tubuh keduanya mengikis jarak, Naura pun berhenti mengomel dan menatap wajah tenang Gilbert yang sejak tadi sama sekali tidak keberatan ketika Naura terus mengoceh terhadapnya.
"Kenapa berhenti mengomel? Lanjutkan Dady suka melihat bibir sensual mu ini terus bergerak-gerak saat kau mengomel,"
"Dad kau menyebalkan sekali!" Naura memukul dada bidang Gilbert.
Setelah membiarkan kedua tangan Naura memukul otot-otot didada bidangnya, Gilbert meraih kedua tangan Naura lalu menaruh kedua tangan Naura melingkar di lehernya.
"Dady belum selesai denganmu,"
"Lalu?"
"Kita lanjutkan sekarang,"
Gilbert langsung memagut bibir sensual Naura, apalagi bibir bagian bawahnya yang tebal dan sangat kenyal membuat Gilbert selalu favorit untuk meny e sapnya lalu menggigitnya gemas.
"Sssthh dad,"
Keduanya berjalan menuju ranjang panas tempat tadi keduanya melakukan pemanasan, perlahan sambil terus berciuman Gilbert menaikkan tubuh Naura keatas ranjang hingga tubuh Naura pun terlentang tak berdaya.
Tanpa basa-basi lagi, tubuh kekar Gilbert menindih tubuh mungil Naura, bisa dibayangkan tubuh yang sangat kekar dan berotot itu berada diatas tubuh mungil Naura.
Meskipun tubuh Naura mungil, tapi berat badannya sangat ideal sehingga tubuh Naura memiliki body kecil namun padat berisi.
Gilbert masih betah me lu mat bibir sensual Naura walaupun kali ini kedua tangannya tak tinggal diam dan langsung mer e mas kedua melon import Naura, membuat Naura semakin menggeliat geli merasakan kedua tangan besar itu mer e mas-re mas kedua melon importnya.
__ADS_1
Ciuman Gilbert semakin turun meng e cup setiap inci kulit leher Naura, sementara kedua tangan besarnya sudah mengangkat kaos yang Naura kenakan hingga kaos itu berhasil dilepaskannya.
Semakin melihat tubuh Naura terbuka seperti ini semakin ga i dah Gilbert semakin menggila dan tak sabar ingin segera melampiaskannya pada tubuh Naura, tubuhnya yang masih kencang membuat Gilbert tidak lagi berpikir bagaimana nanti jika Domanick mengetahui perkara ini.
Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah hanya kepuasan, kenikmatan dan bisa merasakan apa yang selama ini terbayang-bayang dalam pikirannya.
Ke cu pan-ke cu pan Gilbert sudah berpindah hingga ke bagian kedua melon import Naura, hingga b r a yang dikenakan oleh Naura itu kembali dilepaskannya oleh Gilbert.
Dengan sekali hap melon import itu bisa Gilbert masukkan kedalam rongga mulutnya, begitu kenyal dan teras sangat kencang hingga Gilbert dibuatnya mabuk kepayang, kedua tangan Gilbert sudah meraih resleting rok yang Naura kenakan saat ini hingga dengan tidak sabarannya, Gilbert menurunkan rok mini beserta kain penutup akhir yang Naura kenakan.
"Ah Dad, emtthh terus dad lagi,"
Naura sudah merasa diajak terbang ke angkasa dan dikelilingi oleh bintang-bintang yang membuat kesadarannya nyaris menghilang, rasanya begitu sulit diutarakan dan hanya bisa dirasakan.
Kini tubuh Naura sudah polos tanpa sehelai benangpun, sementara kedua tangan besar Gilbert semakin merajalela meraba-raba kedua paha mulus Naura, dan yang pasti sentuhan kedua tangan besar Gilbert itu membuat Naura peka bahwa dia harus membuka selebar-lebarnya kedua pangkal paha itu sebelum Gilbert memerintahkannya.
Kedua pangkal paha Naura sudah dia buka lebar tanpa diminta oleh Gilbert, membuat Gilbert sempat tersenyum kecil disela-sela aktivitasnya meng hi sap melon import yang sintal itu.
"Dad, aku tidak tahan Dad aku ingin melakukannya ahh,"
Naura semakin tidak sabar ingin dimasuki oleh Gilbert, satu tangan besar Gilbert pun akhirnya sampai dibagian inti Naura dirabanya dengan beberapa jari Gilbert membuat Naura membulatkan kedua bola matanya.
Terasa seperti mendapat sengatan arus listrik ketika bagian intinya dimainkan oleh jari tangan Gilbert, semakin lama Gilbert semakin gemas karena yang dirasakan semakin lembab, dicobanya oleh Gilbert dengan memasukkan satu jarinya kedalam bagian inti Naura, hingga membuat Naura menjerit.
"Aw Dad ah,"
Padahal hanya ujungnya saja tapi Naura sudah menjerit manja, Gilbert menyudahi menikmati kedua melon import Naura dan bersiap untuk menembus bagian inti milik Naura.
Kedua tangan Gilbert sudah membuka lebar kedua pangkal paha Naura.
"Sayang, ini akan terasa sakit tapi Dady akan melakukannya sepelan mungkin jika tidak tahan bilang ya!"
__ADS_1
"Iya Dad, aku siap melakukannya denganmu Dad ayo Dad aku sudah tidak tahan,"
Hasratt Naura itu sudah tidak bisa terbendung lagi, bahkan dia tidak peduli jika memang nantinya akan sangat sakit, tapi Naura yakin rasanya akan jauh berkali-kali nikmat setelah kesakitan itu.
Wajah Gilbert mendekati bagian inti Naura, di ji latnya oleh Gilbert hingga membuat Naura memejamkan kedua matanya, Gilbert terus menj i latnya hingga berkali-kali bagian inti Naura, barulah setelah dirasa cukup Gilbert membuka celananya.
Saking sudah tidak sabarannya untuk memasuki bagian inti Naura, Gilbert sampai lupa jika dia masih memakai baju dan celananya, hanya celananya saja yang dia buka sementara bajunya Gilbert tidak sempat buka karena ingin buru-buru menikmati bagian inti yang begitu mungil dan menggemaskan itu.
Diarahkannya lobak import milik Gilbert yang super panjang dan sudah sangat mengeras itu kebagian inti Naura, ditekannya pelan oleh Gilbert kedalam bagian inti Naura tapi yang terjadi adalah bagian inti Naura sangat sulit untuk ditembus.
"Nola kenapa sulit sekali?"
"Coba lagi dad,"
Gilbert berusaha lagi menekan dengan paksa lobak importnya hingga Naura pun menjerit kesakitan.
"Oughttt Fu ck, Dad ahhh,"
"Sayang apa sakit sekali? Ini baru ujungnya saja Nola,"
"Peluk aku Dad,"
Naura meminta agar Gilbert melakukannya sambil memeluknya, hingga Gilbert pun menuruti keinginan Naura dan memeluknya dengan erat, sementara dibawah sana terus menekan masuk meskipun jalannya sangat sempit bahkan tidak muat tapi Gilbert terus menekannya dengan paksa.
Naura sangat merasakan sakit dibagian intinya, tapi rasa sakit itu benar-benar dinikmati oleh Naura, seperti sakit tapi penuh dengan kenikmatan!
"Ahhhhb Dad, ahh terus Dad tekan lagi Dad!"
__ADS_1