
Setibanya di kediaman Gilbert beberapa pelayan menyapa dan tersenyum pada Naura.
"Dady Bert masih ada di rumah kan?" tanya Naura.
"Masih nona, sepertinya Tuan memang libur hari ini!"
"Apa? Libur?"
"Iya, karena Tuan meminta saya untuk tidak menyiapkan kemeja dan jas kerjanya,"
Mendengar perkataan dari pelayan rumah, Naura pun merasa heran, pasalnya semalam dia ingat betul Gilbert membatalkan untuk mengajaknya pergi bersama dengan alasan adanya hal penting? Selama ini Naura sangat tau, hal penting bagi Gilbert adalah sesuatu yang menyangkut tentang pekerjaannya.
"Nona,"
"Ah iya, kalau begitu dimana Dady Bert sekarang?"
"Di kamar nona Bia, nona!"
"Oke terimakasih aku akan menemui Dady,"
"Baik nona,"
Naura menaiki lift dilantai satu rumah yang sangat luas itu untuk menuju lantai tiga tempat kamar Sabia berada.
Ting..
Pintu lift terbuka Naura melangkah perlahan sambil tersenyum tak sabar untuk bertemu dengan Gilbert pagi ini, terlihat pintu kamar Sabia terbuka cukup lebar dan belum sampai kedua kaki Naura melangkah hingga ke dekat pintu kamar, Naura sudah mendengar suara tawa dari beberapa orang.
Karena semakin penasaran, Naura pun mendekat kearah kamar. Rupanya didalam kamar Sabia ada Leya dan juga Gilbert yang ketiganya tengah tertawa bersama-sama, entah apa yang mereka tertawakan sehingga mereka persis seperti keluarga kecil yang bahagia.
Kedua kaki Naura tidak lagi melangkah maju, untuk beberapa saat Naura hanya diam mematung melihat bagaimana laki-laki yang dia cintai sedang tertawa bahagia bersama putri dan wanita dimasa lalunya.
"Inikah hal penting itu? Bibi Leya? Samapi Dady tega membatalkan untuk pergi kencan denganku?" gumam Naura.
Saat sedang bercanda dengan Leya dan Sabia untuk menghibur hati Sabia yang kemarin sempat bersedih, Gilbert tak sengaja menengok kearah pintu kamar yang terbuka lebar.
Gilbert langsung sangat terkejut karena ternyata ada Naura yang sedang berdiri di depan pintu.
Begitu tau bahwa Gilbert menyadari kedatangannya, Naura buru-buru berlari pergi dari sana, sementara Gilbert langsung mengusap kasar wajahnya dan menebak pasti Naura akan salah paham akibat kejadian ini.
Apalagi ada Leya didalam kamar Sabia, buru-buru Gilbert pergi mengejar Naura.
"Dad, mau kemana?" Sabia yang tidak mengetahui kedatangan Naura, penasaran kenapa ayahnya seperti melihat sesuatu dan buru-buru pergi.
"Sebentar nak, Dady ada urusan!"
Naura turun menggunakan lift sementara Gilbert menggunakan tangga agar cepat bisa mengejar Naura, begitu pintu lift terbuka Naura segera berlari untuk keluar dari dalam rumah Gilbert.
Disusul oleh Gilbert yang akhirnya sampai dilantai satu rumahnya setelah berlarian kencang demi mengejar Naura, terlihat Naura sudah berlari menuju ruang tamu.
"Nola! Sayang! Hei tunggu dulu Nola!"
Tetapi Naura yang sudah kecewa, marah dan cemburu tak lagi mau berhenti berlari menjauhi Gilbert, dengan sekuat tenaga Gilbert terus berlari hingga akhirnya saat Naura hendak masuk kedalam mobil, tangan Gilbert bisa meraih satu tangannya.
__ADS_1
"Sayang! Tunggu dulu dong,"
"Lepas! Lepas! Pembohong, dasar jahat!"
"Nola dengarkan dulu!"
Gilbert memeluk tubuh Naura namun Naura kekeh berusaha terlepas dari pelukan Gilbert.
"Apa ini yang Dady sebut hal penting? Kalian sudah seperti keluarga Cemara, lalu untuk apa Dady mengejar ku, lepaskan!"
"Nola tidak seperti itu, tolong dengarkan dulu penjelasan Dady,"
Bught...
Aaaa... memekik.
Saat Naura menendang lobak import Gilbert hingga akhirnya Gilbert pun melepaskan pelukannya, kesempatan itu langsung tidak disia-siakan oleh Naura untuk masuk kedalam mobil lalu memerintahkan supir pribadinya untuk menjalankan mobil.
"Nola!!!" teriak Gilbert sembari mengejar mobil Naura yang telah melaju meninggalkan kediamannya.
Untuk mengejar Naura kali ini pun itu tidak mungkin karena Gilbert sudah berjanji akan menemani Sabia hari ini, dan memberikan waktunya untuk berkumpul bersama Sabia demi menebus sudah banyaknya waktu yang terlewatkan oleh Gilbert bersama dengan putri kandungnya itu.
Setelah melihat adegan keluarga Cemara yang berbahagia dan tertawa bersama-sama, Naura mengunci dirinya didalam kamar, bahkan hingga makan malam tiba Naura tidak mau keluar makan meskipun telah dibujuk oleh momy Lindsey.
Hiks.
Hiks.
Naura hanya tiduran diatas ranjangnya dan tidak mau beranjak kemanapun karena merasa sangat kecewa pada Gilbert.
Hingga keesokan harinya, saat Gilbert dan Sabia menjemput Naura untuk berangkat ke kampus, Naura belum juga mau keluar kamar.
"Bert, sepertinya Nola tidak berangkat kuliah hari ini!" kata momy Lindsey.
"Apa Bi? Nola tidak berangkat kuliah? Apa dia sakit?"
"Sepertinya begitu, sejak kemarin dia tidak mau keluar kamar, ini saja Dadynya sedang membujuk dia untuk sarapan tapi belum berhasil,"
"Nola kenapa ya Dad?"
"Kalau begitu kami berangkat dulu, nanti sore aku akan membujuknya untuk keluar kamar,"
"Iya Bert siapa tau kalau kau yang membujuk anak itu mau keluar kamarnya,"
Di depan pintu kamar Naura!
Dady Domanick terus berusaha membujuk agar Naura mau sarapan dan membuka pintu kamarnya.
"Nola, jangan sampai Dady dobrak pintu kamarnya! Cepat buka!"
Tok.
Tok.
__ADS_1
Tok.
"Nola, dengar Dady bicara tidak! Buka!"
Melihat suaminya sudah emosi karena Naura tak kunjung keluar kamar, Momy Lindsey segera menghampiri Dady Domanick untuk bersabar dulu.
"Dad, sudah kau pergi lah ke kantor nanti Nola biar momy bujuk lagi,"
"Ya sudah mom, anak itu tanpa sebab mengunci diri didalam kamarnya ada-ada saja!"
Setelah Dady Domanick pergi barulah momy Lindsey membujuk Naura.
"Sayang, ini Momy! Buka dulu pintunya setidaknya biarkan momy mengantar sarapan untuk mu nak, nanti momy janji tidak akan bertanya atau mengganggu mu jika memang kau ingin sendiri dulu! Momy janji sayang,"
Barulah Naura mau membukakan pintu kamarnya, dan momy Lindsey pun masuk untuk menaruh sarapan dimeja yang terletak dipojok kiri kamar mewah itu.
"Nola sarapan ya, nanti kalau Nola sudah siap bicara sama momy, Momy pasti akan dengarkan apa mau Nola,"
"Terimakasih mom, tapi untuk saat ini aku tidak mau bertemu siapapun dulu!"
"Termasuk Sabia dan Dady Bert?"
Naura mengangguk.
"Oke sayang, yang penting kau sarapan dulu ya!"
Sementara itu hari ini Gilbert benar-benar menyelesaikan pekerjaannya buru-buru untuk bisa pergi ke rumah Naura setelah mengantar Sabia pulang ke rumah.
Tiba di kediaman Naura, Gilbert bertemu dengan momy Lindsey.
"Bert kau datang,"
"Iya, bagaimana apa Nola masih tidak mau keluar kamar?"
"Iya, tapi dia sudah mau makan hanya saja dia bilang sedang tidak mau diganggu,"
"Aku tidak boleh menemuinya?"
"Sepertinya tidak dulu, dia hanya mau bertemu aku momynya, dengan dadynya sendiri saja dia tidak mau bicara!"
Heuhh..
Gilbert menghela nafas panjangnya padahal dia sudah sangat merindukan Naura, dia benar-benar tidak sanggup tidak bertemu Naura satu hari saja.
"Sit Nola kenapa kau seperti ini? Apa kau tidak tau Dady hampir gila karena sangat ingin bertemu denganmu sayang," dalam hati Gilbert.
Sore ini Gilbert sangat frustrasi dan belum meninggalkan kediaman Naura, dia sangat berharap bisa melihat Naura sore ini.
Hayo loh Dad, nanti siapa yang urutin lobak kamu kalau Nola ngambek, lagian si deket-deket terus sama Tante-tante belum. move on itu.😁 Jadi pusing pala atas pala bawah kan sehari engga ketemu.
__ADS_1