
Setelah melakukan hal demikian pada Sabia, tentu saja Mr Zie sangat merasa bersalah karena ini sungguh bukan dirinya yang dulu.
"Aku akan mengantarmu pulang,"
"Kenapa harus buru-buru Mr, tidak bisakah kita membicarakan dulu tentang hubungan kita selanjutnya?"
Selain Sabia menyadari bahwa dia hanya bisa on jika bersama dengan Mr Zie, Sabia juga menyadari dirinya telah jatuh hati pada sosok laki-laki seperti Mr Zie. Karena itu sekalian saja malam ini Sabia meminta kepastian pada Mr Zie.
"Maksudmu?"
"Kita sudah sering bermesraan, pertama kita pernah tidur bersama, kedua kau menciumiku di pameran dan sekarang kau melakukan ini padaku, tidakkah kau mengajakku berkencan atau menjadikan aku pacarmu Mr?"
"Bi, aku tidak mengerti dan aku pun tidak menyangka kenapa kita sampai terlibat ini semua, tapi sungguh aku hanya ingin membantu mu tadi! Aku sama sekali tidak mencintai mu Bi, kau adalah mahasiswi dan aku Dosen mu,"
"Apa? Setelah semua yang kita lalui, apa kau sungguh hanya menganggapnya hubungan diantara mahasiswi dengan Dosennya Mr?"
"Ya, lagipula tidak semudah itu aku menghapus April dalam ingatanku!"
Rasanya seperti hati dihantam oleh benda keras, dan wajah ditenggelamkan pada air yang begitu dalam, sakit dan sulit untuk bernafas ketika Mr Zie mengatakan semua hal itu.
Padahal Sabia sudah berusaha melakukan pendekatan sebisa dirinya dengan Mr Zie, tetapi tetap saja Mr Zie tidak memiliki perasaan yang sama dengan yang Sabia rasakan sekarang.
"Bi aku minta maaf tapi aku berharap kau bisa menemukan laki-laki yang jauh lebih baik daripada aku!"
"Kenapa kau jahat sekali?" tanpa terasa air mata menetes dipipi Sabia.
"Aku tidak mau membahas lagi masalah ini, ayo aku akan mengantarmu pulang!"
Mr Zie meraih tangan Sabia, tapi buru-buru Sabia hempaskan tangan itu.
"Aku bisa pulang sendiri,"
Sabia segera berlari keluar dari dalam kamar Mr Zie.
"Bia!" memanggil sambil mengejar.
Tetapi Sabia berlari sangat kencang dan langsung menuju kedalam mobilnya, dengan perasaan kecewa dan malu Sabia menginjak pedal mobilnya untuk segera pergi meninggalkan halaman kediaman Mr Zie.
Mr Zie yang tidak bisa mengejar Sabia hanya bisa memandangi mobil milik Sabia berlalu pergi meninggalkan halaman rumahnya. Sepanjang jalan Sabia terus menangis, dia tidak pernah memiliki rasa suka terhadap laki-laki sampai seperti ini tetapi kenapa Mr tega menolaknya mentah-mentah.
Tanpa diberikan terlebih dahulu sebuah kesempatan, Mr Zie mengunci seluruh pintu harapan Sabia menuju kehatinya. Sambil mengemudikan mobilnya Sabia menangis hingga tersedu-sedu.
__ADS_1
Jika dulu Sabia hanya menganggap laki-laki adalah tempat pelampiasan hasrattnya saja, tapi begitu rasa cinta itu hadir dalam hidupnya, Sabia malah dicampakkan sesakit ini.
Keesokan harinya Gilbert dan Naura baru kembali setelah menghabiskan waktu semalaman suntuk diatas kapal pesiar, dengan cincin yang melingkar dijari tangannya Naura diantar pulang oleh Gilbert.
"Pagi semua!" sapa Naura pada orangtua dan kedua adiknya.
"Pagi sayang, kalian habis dari mana?" tanya Momy Lindsey.
Mereka duduk bersama dimeja makan, dan Naura pun mengangkat jari tangannya yang saat ini sudah memakai cincin.
"I-itu cincin apa?" tanya Dady Domanick.
"Nick aku memutuskan untuk melamar Nola,"
"Hah?" serempak.
"Melamar Bert? Tapi Nola kan masih kuliah, tidak bisakah ditunda sampai dia lulus?" tanya Dady Domanick.
"Kau jangan khawatir, itu hanya pengikat saja! Kami akan tetap menikah begitu Nola lulus,"
"Iya Dad, mom, tidak apa-apa kan?"
"Baiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusan kalian,"
"Iya mom, aku juga maunya begitu aku takut Dady Bert sudah keburu turun mesin jika menunggu aku lulus terlalu lama,"
Ckckckck..
"Kau dengar itu Bert?" Dady Domanick nampak puas karena Naura mengatakan hal itu.
"Tidak akan Nola, kau tenang saja! Dady akan terus rajin berolahraga,"
"Aku percaya Dad," mengedipkan sebelah matanya.
Di luar negeri ada program kuliah yang bisa ditempuh selama 2 tahun studi saja!
Program tersebut dikenal dengan istilah fast-track program. Dalam program ini, mahasiswa dapat menyelesaikan kuliah S1nya hanya dalam 3 tahun, atau bahkan 2 tahun saja, tergantung program dan jurusan yang dipilih. Gagasan di balik dicetusnya program gelar ‘jalur cepat’ atau fast-track ini adalah bahwa agar siswa dapat menghemat uang untuk biaya studi, akomodasi, dan biaya lainnya serta lebih cepat memasuki dunia kerja.
Jadi, fast-track dapat disebut sebagai program percepatan kuliah. Konsepnya pun mirip dengan akselerasi di sekolah, dimana materi pelajaran disusun lebih padat sehingga masa studi dapat dipersingkat dibandingkan “normal track”. Tren studi ini sudah mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir loh. Sudah banyak universitas di luar negeri yang menawarkan program studi ini.
2 tahun kemudian!!!!
__ADS_1
Selama 2 tahun terakhir Naura belajar dan kuliah dengan sungguh-sungguh, hingga akhirnya dirinya bisa lulus lebih cepat dibandingkan teman-teman satu angkatannya yang lain. Semua itu dilakukan oleh Naura agar bisa segera menikah dengan Gilbert.
Berbeda dengan Sabia yang masih bergelut dengan bangku kuliah karena mustahil Sabia bisa bersungguh-sungguh seperti Naura, sejak kejadian penolakan cintanya oleh Mr Zie 2 tahun lalu. Sabia semakin tidak bersemangat lagi kuliah sehingga kerap kali bolos.
Apalagi Mr Zie sampai keluar dari kampus tak lagi mengajar sebagai dosen disana, membuat Sabia semakin dirundung kesedihan karena tak pernah lagi bertemu dengan Mr Zie.
Hari ini Sabia dan Naura akan pergi untuk berbelanja di mall bersama-sama. Sebenarnya Gilbert meminta pada Naura untuk menasehati Sabia karena dia sudah terlalu sering bolos kuliah.
Dus sebuah mall di pusat kota!
"Bi,"
"Hmm,"
"Kau bolos lagi ya kemarin?"
"Iya, kau tau dari Dady ku Nau?"
"Bi, kurang-kurangi bolos kuliahnya, memang kau tidak mau lulus kuliah tepat waktu?"
"Kau bicara seperti ini pasti karena kau sangat bangga kan kau bisa lulus kuliah mengikuti program fast-track hanya dalam waktu 2,5 tahun saja? Nau, tingkat kepintaran orang kan berbeda-beda, aku tidak bisa seperti mu!"
"Bukan itu maksudku Bi, begini saja sebenarnya kau sering bolos kuliah karena Mr Zie kan?"
"So tau!"
"Bi, aku tau karena aku cukup mengenalmu, kenapa? Karena dia tidak lagi mengajar di kampus?"
Sabia tertunduk lesu, sebenarnya Naura tidak tau jika sebelum Mr Zie tak lagi mengajar, Mr Zie sudah menolak cinta Sabia hingga membuatnya patah semangat seperti ini.
"Sudahlah Nau, jangan bahas dia lagi! Aku sudah lupa, kita kan mau belanja baju dan tas untuk apa membahas kuliah,"
Huhh..
Memang sulit sekali menasehati Sabia sampai Naura sendiri pun akhirnya menyerah! Keduanya pun melanjutkan berbelanja dan mengunjungi banyak tempat perbelanjaan.
Hingga kedua kaki Naura berhenti di salah satu outlet gaun pengantin! Terlihat dari kaca besar yang didalamnya terpampang sebuah patung wanita dengan gaun pengantin yang begitu indah.
Hai guys lama nih engga jumpa, maaf ya maak jarang up sekarang ini. Ga terasa novel Putri Kecil Pemuas Dady sudah hampir mendekati episode terakhir, semoga kalian tetap mau baca sampai akhir ya guys, karena engga lama lagi akan end.
__ADS_1