Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 91


__ADS_3

Karena ketakutan akhirnya Naura sampai pingsan setelah dibekap oleh seseorang, dalam kondisi tidak sadarkan diri Naura dibawa menggunakan mobil jip suatu tempat.


Setibanya disebuah resort megah yang terletak dipinggir pantai, Naura dibawa ke sebuah ruangan.


"Loh ini kenapa pingsan gini little momy ku? Kalian apakan dia? Wah, bisa-bisa Dady akan mencincang kalian jika tau calon istrinya sampai pingsan begini,"


"Maaf nona tidak sengaja lagipula nona Naura pingsan sendiri bukan salah kita,"


"Benar itu nona Bia, kami tidak kasar sama sekali kok!"


"Ya sudah-sudah kalian keluar sana!"


Setelah para anggota group Limson yang tadi diminta menculik Naura demi memberikannya kejutan besar itu keluar dari ruangan tersebut, Sabia langsung memerintahkan perias dan perancang busana untuk memakaikan Naura make up dan juga gaun pengantinnya.


"Maaf nona ini kita pakaikan gaun dan make up dalam keadaan mempelai wanita pingsan?"


"Kenapa? Kalian tidak bisa? Bukankah kalian tenaga profesional, masa menangani orang pingsan saja tidak bisa, seharusnya kalian harus bisa dalam keadaan apapun,"


"Ba-baik nona!" serempak.


Akhirnya Naura di make up dalam keadaan tidak sadarkan diri, tiba-tiba datanglah momy Lindsey dan Dady Domanick ke ruangan tersebut.


"Bi, apa Nola sudah sampai?" tanya Momy Lindsey.


"Astaga! I-ini Nola kenapa begini Bi?" Dady Domanick terkejut melihat Naura dirias dalam keadaan mata terpejam.


"Itu Paman, anak buah Paman yang buat Naura pingsan begitu, katanya mereka Naura panik saat para anggota group Limson culik kesini,"

__ADS_1


"Anak seorang mafia tapi penakut sekali kau ini La,"


"Loh bukankah Dady yang sejak kecil tidak pernah mau Nola belajar bela diri dan memanjakannya?"


"Iya juga ya!" Dady Domanick menggaruk-garuk kepalanya.


"Ya sudah, Bibi dan Paman titip Nola ya Bi, soalnya tamu-tamu penting sudah berdatangan engga enak kalau kita tidak menyapa mereka!" ujar momy Lindsey.


"Iya Bibi tenang saja, Dady ku bagaimana?"


"Masih di ruangan sebelah masih diberikan sentuhan make up wajahnya, agar tidak terlihat pucat di kamera!"


"Oke, kalau begitu,"


Setelah mengecek keadaan Naura di ruangan make up, Dady Domanick dan momy Lindsey langsung kembali ke kursi para tamu undangan yang terletak dipinggir pantai.


Sabia sampai harus repot-repot menginfokan pada teman-temannya agar tidak mengshare foto undangan atau informasi apapun karena ini kejutan untuk Naura, Gilbert ingin memberikan kejutan terbesar dalam hidup Naura dia begitu mempersiapkan semuanya sebaik mungkin untuk wanita terkasihnya.


Diantara banyaknya tamu undangan dengan senyum dibibir mereka, ada Leya yang sedang tersenyum dengan menekan kesedihan karena lagi-lagi Gilbert akan menikah dengan wanita lain.


Seolah takdir tidak pernah berpihak dengannya, karena tidak ada kesempatan lagu untuk Leya kembali dengan cinta pertamanya itu.


Tetapi sebagai seorang Ibu, saat ini Leya lebih banyak bahagia karena melihat Sabia juga bahagia akan pernikahan dadynya dengan sahabatnya sendiri. Jika Sabia bahagia maka tidak ada alasan bagi Leya untuk tidak ikut berbahagia.


"Kau baik-baik saja?" tanya Momy Lindsey yang menggenggam erat tangan Leya.


Momy Lindsey yang melihat Leya sedang duduk dibangku tamu undangan dengan kedua mata berkaca-kaca, langsung duduk disamping Leya untuk menghiburnya.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja justru aku bahagia untuk pernikahan mantan terindah dan juga putrimu yang sangat cantik!"


"Terimakasih Leya, kau adalah wanita hebat yang sangat baik hati,"


"Bagiku asalkan Bia dan Dadynya bahagia aku juga sudah cukup bahagia,"


"Kau luar biasa Leya, Sabia juga dia baik sekali karena bisa menerima Nola menjadi ibu sambungnya!"


"Ya, anak itu memang baik walau kadang selalu buat darahku naik,"


Ckckck..


"Ngomong-ngomong apa Bia sudah memiliki kekasih?"


"Sepertinya belum, dia tidak pernah mengenalkan laki-laki padaku! Dia juga sudah dua tahun ini berhenti dugem, mabuk-mabukkan, atau nongkrong dengan teman-temannya, seringnya menghabiskan waktu didalam kamarnya saja!"


"Perubahan kearah positif bagus untuk Bia, sepertinya dia ingin lulus kuliah tepat waktu,"


"Iya ini tahun terakhir dia di kampus, aku berharap anak itu benar-benar lulus,"


"Amin,"


Tak terasa Naura sudah selesai di make up dengan make up yang tidak terlalu tebal, tetapi tetap terlihat anggun dan cantik! Saat ini Naura tengah dipakaikan gaun oleh beberapa orang sementara Sabia ikut membantu karena Naura belum juga sadar dari pingsannya.



__ADS_1


__ADS_2