Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 51


__ADS_3

Gilbert sudah berhasil menekan masuk setengahnya dan nyatanya meskipun ini begitu sulit, tapi lobak import Gilbert sangat menyukai saat-saat seperti ini. Tubuh Gilbert bergetar saat merasakan semakin dalam dia memasuki Naura.


Sementara Naura menjerit-jerit kesakitan tapi dia nikmati sepenuh hati tanpa mengeluh sama sekali.


"Ah Nola, kau sangat menjepit Dady sit ah!"


"Oh God,"


"Belum masuk semua sayang tapi ini sudah sangat luar biasa Nola, ahh,"


"Terus Dad, masukan seluruhnya Dad lagi ah,"


"Iya sayang, Dady akan tekan lebih dalam lagi!"


Gilbert berusaha keras dijalan yang begitu sempit kanan dan kirinya tapi ingin dia masuki seluruhnya sehingga terus menekan masuk dengan paksa, Naura semakin merasakan kesakitan luar biasa hingga Naura pun menggigit pundak Gilbert.


"Emtthhh ahhh Dad, panjang sekali Dad ah,"


Naura merasakan miliknya sudah dipenuhi oleh lobak import milik Gilbert, dan Gilbert merasakan seluruh miliknya yang super panjang itu berhasil didesak masuk hingga seluruhnya kedalam bagian inti Naura.


Bekas gigitan Naura dipundak Gilbert sampai berbekas dan berdarah saking kencangnya Naura meluapkan rasa sakitnya dengan menggigit pundak Gilbert, meskipun pundaknya terasa perih tapi Gilbert menikmati rasa perihnya sebagai sensasi yang luar biasa nikmat.


"Sayang ah,"


Ditatapnya wajah Naura yang masih meringis kesakitan sambil menggigit bibir bawahnya.


"Dad, kau luar biasa Dad ahh,"


"Kau sudah siap untuk menikmatinya?"


"Iya Dad, lakukan sesukamu aku sangat menantikannya ah,"


Mendapatkan semangat dari gadis yang saat ini berada dibawah kungkungannya, Gilbert mulai menggerakkan pinggulnya keluar masuk dari bagian inti Naura, ternyata setelah Gilbert menggerakkan pinggulnya yang Naura rasakan jauh lebih dari yang dia bayangkan.


Pantas saja Sabia sampai memejamkan kedua matanya dan terus men de sah kencang, ternyata rasanya senikmat ini.


"Ah Dad ahhh,"


Meskipun masih bercampur dengan rasa sakitnya tapi kenikmatan yang luar biasa sudah bisa dirasakan oleh Naura. Begitu juga dengan Gilbert, seperti dihimpit oleh jalanan yang sangat sempit membuat lobak import Gilbert sangat menikmatinya.


Hentakan demi hentakan dilakukan oleh Gilbert, keduanya kini sama-sama men de sah, menge rang, hingga didalam kamar ini hanya terdengar suara-suara surgawi keduanya yang saling bersahutan.


Tak puas sampai di situ, Gilbert mengeluarkan terlebih dahulu lobak importnya meminta Naura membelakanginya lalu kembali memasukkan lobak importnya dengan posisi Naura membelakanginya sambil kedua tangan Naura berpegangan pada hardboard yang berada didepannya.


Gilbert meraih rambut panjang Naura yang terurai, memeganginya sambil pinggulnya bergerak maju mundur dibagian inti Naura.


"Ah Dad, terus dad ahh lagi Dad,"

__ADS_1


"Ahhh sit kau nikmat sekali Nola, ahh,"


Rambut Naura terus dicengkeram oleh Gilbert dan hentakan demi hentakan yang dilakukan oleh Gilbert malah semakin luar biasa kencang.


Dikeluarkannya kembali lobak importnya dari dalam bagian inti Naura dan Gilbert pun membalikkan kembali tubuh Naura mengangkatnya keatas tubuh Gilbert.


Kini posisi Naura berada diatas tubuh Gilbert, dengan mengambil alih permainan Gilbert meminta Naura bermain diatasnya. Dimasukkannya lobak import milik Gilbert itu kedalam miliknya membuat Naura mele nguh keenakan.


Gilbert pun membantu Naura bergerak diatas sana dengan mengangkat dan menurunkan pinggul Naura, membuat bagian inti Naura turun naik dilobak import yang panjang dan super keras itu.


"Dad ah ini enak Dad aku tidak mau berhenti Dad ahh,"


Naura terus meracau sementara posisi Naura bergerak lincah diatas sana membuat Gilbert hanya bisa pasrah dan menikmati setiap naik turunnya pinggul Naura.


Gilbert mulai merasakan miliknya berkedut, namun Naura malah semakin bergerak naik turun dengan begitu cepat.


"Nola, sayang ahhh Dady hampir sampai Nola ahh,"


Dan benar saja Gilbert pun me nge rang hebat saat dibawah sana meledak begitu banyak. Tubuh Naura ambruk diatas tubuh Gilbert, dan nafas keduanya masih terengah-engah.


Rasanya sangat puas dan tidak akan terlupakan apalagi bagi Naura ini adalah pengalaman pertama dan paling tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata senikmat apa.


"Dady mencintaimu Nola," Gilbert memeluk erat tubuh Naura.


"Aku juga mencintaimu Dad," dengan nafas masih terengah-engah.


Naura turun dari atas tubuh Gilbert lalu merebahkan tubuhnya disamping Gilbert.


"Kau haus?"


"Iya Dad,"


"Tunggu disini, Dady ambilkan minum untuk mu!"


Naura mengangguk dan Gilbert turun dari atas ranjang, lalu kembali memakai celananya. Karena Naura kehausan, Gilbert pergi mengambilkan air minum untuk Naura, sementara Naura membuka bad cover yang dia pakai menutupi tubuhnya saat ini, dilihatnya Naura ada berkas darah yang tercecer disprai.


"Oh my God ini darah kesucian ku, akhirnya aku melakukannya dengan Dady! Tubuh kekar dan Lobak import itu, masih sangat terasa dibagian inti ku," gumam Naura.


Setelah mengambil air minum di dapur, Gilbert segera kembali kedalam kamarnya.


"Dad, kemari!"


"Ada apa Nola?" ditaruhnya air minum itu dimeja samping ranjang.


"Ada darah ku,"


Diperlihatkannya darah yang tercecer diatas sprei itu oleh Naura, membuat Gilbert menaikkan satu alisnya. Ada rasa bersalah pada Domanick jika tau apa yang sudah dia lakukan terhadap putrinya ini.

__ADS_1


Tapi jika mengingat bagaimana kenikmatan tubuh Naura tadi, Gilbert justru melupakan seluruh kekhawatirannya. Apapun yang akan terjadi kedepannya, tentu saja Gilbert harus siap.


"Kau menyesal melakukannya dengan Dady?"


"Tidak, aku malah menyesal karena tadi kurang lama,"


"Hei kau kelinci kecil yang liar ternyata,"


Ckckckck...


"Nanti kita lakukan lebih lama lagi, kau mau?"


"Tentu saja, aku akan sangat menantikannya Dad,"


Dicubitnya hidung Naura oleh Gilbert, gadis itu bukannya takut dan trauma karena ras sakit yang dia rasakan, ini justru sebaliknya Naura malah sudah tidak sabar untuk melakukannya lagi.


"Ini minum dulu, lalu setelah itu kau mandi,"


"Iya Dad,"


Naura mandi lebih dulu meskipun cara jalanya sedikit berbeda saat pergi ke kamar mandi, tapi sudah tidak ada rasa sakit seperti tadi hanya saja sedikit masih linu.


Setelah selesai mandi, Naura memutuskan untuk keluar dari kamar Gilbert karena takut Sabia pulang, sementara Gilbert membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Naura menunggu Gilbert dengan menonton televisi di ruang televisi, tak lama Gilbert yang sudah selesai mandi menghampiri Naura lalu duduk disampingnya.


"Mau menginap saja disini?"


"Boleh,"


Sabia yang baru pulang ke rumah, melihat Naura dan ayahnya duduk di ruangan televisi.


"Naura, kau disini? Sejak kapan? Harusnya kau menelpon ku, tau kau ada disini aku pulang sejak tadi!"


"Baru saja kok Bi,"


"Nau, ayahmu baik sekali pokoknya ayah kita itu benar-benar ayah yang terbaik iya kan?"


"Iya Dady Nick dan Dady Bert memang paling terbaik!"


"Kau juga anak yang baik Bi,"


"Ah aku anak yang baik?"


"Iya, kau anak yang baik dan pengertian bagi Dady buktinya kau pulang sekarang,"


Baik dan pengertian nya Sabia karena baru Dateng ya Dad?? Coba kalau daritadi datangnya bisa-bisa kamu gelisah gundah gulana karena engga jadi nganu-nganunya😄

__ADS_1




__ADS_2