Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 65


__ADS_3

Mr Zie menikmati saat-saat melihat wanita tak berdaya dibawah penguasaannya, dia sendiri sebenarnya tidak sadar dengan apa yang dia perbuat saat ini pada Sabia.


Sementara Sabia, bukan hal seperti ini yang dia mau, ini sangat membuatnya takut karena efek serbuk yang dosisnya paling tinggi bisa membuat seseorang seperti serigala liar yang kejam.


Setelah berhasil mengikat kedua tangan Sabia dan merobek seluruh pakaian Sabia, dengan wajah yang sudah dalam pengaruh dosis tinggi Mr Zie melepaskan seluruh pakaiannya.


Dilihatnya oleh Sabia lobak import milik Mr Zie ternyata sangat jumbo dan panjang, ini adalah lobak import terbesar yang pernah Sabia lihat.


Kedua bola mata Sabia terbelalak melihat lobak import milik Mr Zie sebesar itu ternyata. Tanpa basa-basi Mr Zie yang sudah menggila akan hasratt yang sudah menjalar keseluruh tubuhnya, segera mengarahkan lobak import miliknya pada bagian inti Sabia.


Ditekannya dengan kasar dan tanpa ampun oleh Mr Zie hingga membuat Sabia menjerit pertama kalinya, biasanya dia tidak pernah merasakan sakit tapi lobak import milik Mr Zie itu berukuran terlalu besar dan panjang.


Membuat Sabia merasakan sakit saat dengan kasarnya Mr Zie mendorong lobak importnya masuk kedalam bagian intinya yang kecil.


"Aw Mr sakit,"


Tapi bukannya berhenti justru Mr Zie merasakan kenikmatan yang luar biasa.


"Ahhh kau nikmat sekali,"


"Ini enak, ahhh enak sekali!" Mr Zie terus meracau merasakan miliknya dihimpit dari berbagai arah.


Sementara Sabia merasakan miliknya sudah sangat terisi penuh oleh lobak import yang berukuran jumbo milik Mr Zie, padahal itu belum masuk seluruhnya.


"Aku akan memasukkannya semua ahh, enak sekali!"


"Tunggu dulu Mr, jangan dimasukkan dulu!"


"Ahhhhh,"


Tapi Mr Zie yang sudah dalam kondisi tidak sadar atas apa yang dia lakukan saat ini, tidak peduli dengan penolakan Sabia dia lantas menghentakkan seluruhnya masuk kedalam bagian inti kecil milik Sabia.


"Mr stop, kau kasar sekali! Stop!" Sabia menjerit-jerit karena Mr Zie sangat cepat dan kasar memaju mundurkan pinggulnya.


Melihat Sabia menjerit-jerit justru membuat Mr Zie yang dalam pengaruh dosis tinggi, semakin ingin membuat Sabia lebih menjerit lagi..


Dilepaskannya lobak importnya dari dalam sana, dan Mr Zie pun membuka lebar kedua pangkal paha Sabia lalu menahannya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Mr kau mau apa? Lepaskan ikatan ditangani lepas!" teriak Sabia.


"Aku mau memakannya, aku penasaran dengan rasanya!"


Mr Zie lantas menenggelamkan wajahnya dibagian inti Sabia, dan langsung menye sap bagian inti Sabia me lu mat bagian inti Sabia hingga Sabia merasakan sensasi yang benar-benar membuatnya semakin tidak bisa lepas dari dunia ranjang.


"Mr ah, Mr oh Fu ck Mr,"


Dengan liar Mr Zie seolah memakan habis bagian inti Sabia, membuat Sabia menjerit-jerit dibuatnya.


"Mr aku mau, Ahhhh,,"


Sabia mencapai kenikmatannya tapi Mr Zie justru semakin menjadi-jadi, dia menggunakan lidahnya untuk kembali membuat Sabia menjerit-jerit.


Lidah itu meliuk-liuk memasuki bagian inti Sabia hingga membuat Sabia tak kuasa melawan gai r ah Mr Zie yang ternyata meledak-ledak sampai seperti ini.


Ini adalah pengalaman pertama Sabia melakukan permainan seliar ini dengan pria, dan Mr Zie sangat luar biasa.


"Mr aku sampai,"


Lagu dan lagi Sabia kembali memperoleh kepuasan, entah sudah berapa kali Sabia mencapai puncak kenikmatannya karena terus menerus Mr Zie tak kunjung melepaskan bagian inti Sabia.


Mr Zie mengangkat wajahnya dari bagian inti Sabia.


"Aku suka melihat mu keenakan seperti itu, stthhh kita lakukan lagi,"


"Tidak Mr cukup!"


Tapi pengaruh serbuk tersebut membuat Mr Zie tidak mampu berhenti sebelum efek serbuk itu hilang, dan efek serbuk itu hilang jika sudah 5 jam berlalu.


Itu artinya selama 5 jam kedepannya Sabia akan terus dipaksa melayani Mr Zie dalam kondisi Mr Zie yang dia sendiri tidak sadar apa yang dia lakukan saat ini pada Sabia.


Sabia berusaha menghindar agar semua ini berhenti karena tubuhnya sudah sangat lemas, Sabia pun berusaha untuk tidak terlentang dan memposisikan dirinya duduk diatas ranjang.


"Ayo kita lakukan lagi, ayo!"


"Tidak Mr sudah cukup!"

__ADS_1


Mr Zie tetap menghampiri Sabia, dan kembali membuka lebar kedua pangkal paha Sabia dengan memaksakan, membuat Sabia hanya bisa pasrah duduk bersandar pada headboard dengan kedua pangkal paha terbuka lebar.


Dirabanya bagian inti Sabia oleh satu tangan besar Mr Zie.


"Tidak Mr, stop aku tidak mau lagi," rengek Sabia dengan kedua tangan yang masih terikat.


Tapi Mr Zie malah memasukkan satu jari tengahnya kedalam bagian inti Sabia.


"Ahhh Mr,"


"Wow ini lembab sangat lembab aku suka ini!"


"Jangan Mr,"


Jari tengah itu langsung bekerja rodi karena dengan sangat cepat bergerak keluar masuk dibagian inti Sabia dengan kasar.


"Ahhhh Mr jangan sudah Mr aku mohon,"


Semakin lama efek serbuk itu membuat Mr Zie semakin menikmati jeritan-jeritan dari wanita yang berada didalam penguasaannya itu! Hingga gerakan cepat jari itu membuat Sabia kembali mencapai puncaknya.


Nafas Sabia sudah terengah-engah dia sudah betul-betul lemas melayani orang yang sedang dalam kondisi seperti ini! Tetapi Mr Zie tidak bisa berhenti dan dia terus kembali menggerakkan jarinya didalam sana.


Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Sabia, tenaga Mr Zie sebagai laki-laki dengan postur tubuh tinggi yang tegap jelas tidak bisa dia lawan, hanya pasrah yang bisa dilakukan oleh Sabia saat ini.


Entah sudah berapa banyak Sabia mencapai puncak kenikmatannya karena sudah tak terhitung, dan kini giliran lobak import Mr Zie itu kembali memasuki bagian inti miliknya, membuat Sabia kembali harus menjerit-jerit.


Selama 5 jam itu Sabia dipaksa harus tetap melayani Mr Zie yang sedang dalam pengaruh serbuk pemberiannya sendiri, kini Sabia sudah kapok membeli serbuk-serbuk seperti itu apalagi untuk mengerjai orang lain, yang ternyata berdampak buruk bagi dirinya sendiri.


Sejauh ini Sabia tidak dapat lagi menghitung berapa banyak dia mencapai puncak nirwana tetapi tetap dihentakan lagu terus menerus. Hingga 5 jam sudah berlalu dan Mr Zie pun sudah berhasil mencapai puncaknya kembali, tak terhitung jumlahnya berapa banyak Mr Zie berhasil mencapai puncaknya akibat bagian inti Sabia.


Yang jelas begitu efek serbuk itu berakhir, tubuh Mr Zie langsung ambruk tak sadarkan diri disamping Sabia. Sementara Sabia sudah tidak memiliki tenaga sedikitpun untuk bergerak karena seluruh tulang-tulangnya seperti patah dan remuk.


"Mr tolong lepaskan ikatan tanganku dulu!"


Masih bisa sadar walau sedikit, Mr Zie meraih ikatan ditangan Sabia lalu melepaskannya meskipun dalam kondisi matanya yang terpejam.


Keduanya sama-sama lemas dan lemah tak berdaya, apalagi Mr Zie dia langsung tidak bergerak lagi. Sementara Sabia masih bisa sadar.

__ADS_1


Bila mengingat hal ini, Sabia sendiri menyesal tapi tak dapat di pungkiri bahwa Mr Zie juga telah memberikan kenikmatan dan kepuasan yang luar biasa dan tidak pernah dirasakan oleh Sabia selama ini.


__ADS_2