Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 75


__ADS_3

Disebuah dermaga yang merupakan tempat untuk pengiriman barang milik group Limson, disana Dady Domanick berdiri tegap dengan kedua tangan yang menyilang dibelakang pinggangnya.


Kedua sorot mata Dady Domanick seperti seekor elang yang menyorot tajam, beberapa anggota group Limson yang melihat Tuannya itu seperti tidak baik-baik saja, mereka memilih mengambil jarak dan tak berani mengganggu apalagi bertanya tentang apa yang terjadi.


Mobil Gilbert pun memasuki dermaga, dan melihat posisi Dady Domanick tengah berdiri ditengah-tengah, segera Gilbert menghentikan mobilnya lalu turun untuk menghadapi Dady Domanick.


Langkah kaki Gilbert terdengar oleh kedua gendang telinga Dady Domanick.


Tap.


Tap.


Tap.


Saat berbalik Gilbert sudah berada tepat dihadapan Dady Domanick. Dibuangnya pistol yang selalu dibawa kemana-mana oleh Dady Domanick ke lantai begitu saja.


Melihat Dady Domanick membuang senjatanya, Gilbert pun mengikuti langkah tersebut dengan mengambil satu buah pistol yang terselip dipinggangnya lalu dibuangnya begitu saja.


Hiya...


Hiya..


Keduanya terlibat pertarungan menggunakan tangan kosong, Dady Domanick menggebu-gebu melakukan serangan pukulan secara bertubi-tubi dari segala arah, sementara Gilbert fokus menangkis serangan dan berupaya agar tidak memberikan serangan balik.


"Ayo Bert hanya segini kekuatan mu?" Dady Domanick menarik satu tangan Gilbert lalu mengunci pergerakan satu tangannya Gilbert itu.


"Nick, aku hanya ingin kita bicara," Gilbert menangkis satu tangan Domanick yang hendak menyikut wajahnya.


"Bicara katamu? Aku bisa memberikan mu wanita yang seksi, yang cantik bahkan ribuan wanita bisa aku berikan padamu, kenapa harus Nola? Kenapa dia?" Dady Domanick mendorong tubuh Gilbert kemudian menendang bagian dada Gilbert, hingga Gilbert pun terpental cukup jauh.


Aaaa (memekik)


"Banyak wanita murahan diluar sana, kenapa putriku yang kau jadikan alat pemuas mu? Sudah seberapa banyak kau menidurinya?"


Hiya..


Dady Domanick kembali menyerang dengan menggunakan tangan kanannya, tetapi menggunakan satu tangannya Gilbert berhasil menangkis dan membalas menendang bagian dada Dady Domanick, hingga Dady Domanick terpental.


Aaaa


"Sit!!" memekik.


"Aku hanya mencintai Nola aku tidak butuh wanita manapun lagi, dan aku tidak dapat menghitung sudah berapa banyak aku melakukannya dengan putrimu!" Gilbert benar-benar polos dan berterus terang bahwa saking seringnya melakukan penyatuan dengan Naura, dia sampai tidak ingat ketika Dady Domanick bertanya sudah seberapa banyak Gilbert meniduri Naura.

__ADS_1


"Keparat!!"


Keduanya semakin memanas dan mulai bisa saling menghajar bagian wajah dan perut satu sama lain, wajah tampan keduanya pun sudah terlihat tak lagi mulus akibat luka-luka yang keduanya sama-sama dapatkan.


Para anggota group Limson bingung saat ini, mau menghentikan pun mereka ragu dan takut menjadi sasaran amukan keduanya yang sama-sama sedang memanas.


"Apa kita hanya menonton disini?" tanya salah seorang anggota group Limson.


"Kau mau ikut masuk kedalam perkelahian macan dan harimau itu? Bisa-bisa kita yang menjadi santapan harimau dan macan yang sama-sama sedang kalap itu!"


"Benar juga, ya sudah kita menonton saja disini! Ini sama kok seperti film action yang semalam aku tonton,"


Setelah wajah dan bagian perut keduanya sudah sama-sama terluka parah, tubuh Dady Domanick dan tubuh Gilbert sama-sama ambruk dilantai.


"Kau tau Nick, kau bahkan mencintai sepupumu sendiri! Cinta itu memang aneh, dia bisa memilih dan menentukan wanita mana yang membuatnya jatuh cinta!" sambil menghapus darah yang keluar dari bibirnya dengan jempol tangan.


"Cuih, cinta kau bilang? Kau jadikan anakku alat untuk menumpahkan cairan kepuasan mu itu Bert,"


"Kami sama-sama keluar Nick,"


"Bede bah, tidak tau malu kau mengatakan itu didepan ayah dari wanita yang kau tiduri!!"


Keduanya mengatur nafas masing-masing setelah lelah melampiaskan amarah dengan bertarung habis-habisan, dengan menatap keatas langit Dady Domanick dan Gilbert sama-sama terlentang dan menatap bintang-bintang diatas sana.


"Aku tidak bisa,"


"Kalau begitu Nola yang akan aku kirim jauh dari sini,"


"Nick kami saling mencintai dan aku akan menikahi Nola,"


"Hentikan kegilaan mu Bert, usia kalian terpaut sangat jauh aku dan Lindsey ingin Nola menikah dengan orang yang muda bukan dengan laki-laki tua yang usianya seperti ayahnya sendiri!"


"Nick,"


"Akhiri hubungan kalian atau pergi dari hidup kami!"


"Kau serius? Kau ingin aku pergi dari hidup mu?"


"Jika kau tidak mau mengakhiri hubungan mu dengan putriku, maka lebih baik kau memang pergi dari hidupku!"


Padahal besok adalah hari pelantikan Gilbert sebagai CEO di perusahaan G.L shirt tetapi dengan adanya masalah ini, entah apa yang akan terjadi selanjutnya.


Kedua mata Dady Domanick berkaca-kaca sebenarnya dia tidak sungguh-sungguh mengusir Gilbert dari hidupnya, tetapi ini dilakukan untuk mengancam Gilbert agar dia mau memutuskan hubungannya dengan Naura.

__ADS_1


"Aku mencintai Nola, aku sangat mencintainya Nick! Aku keluar dari group Limson!"


Setelah mengatakan itu Gilbert bangun dan pergi begitu saja meninggalkan Dady Domanick menuju mobilnya, sementara Dady Domanick malah terisak tangis karena Gilbert justru memutuskan untuk keluar dari group Limson.


Mobil Gilbert terlihat meninggalkan dermaga sementara Dady Domanick masih terlentang dilantai dan menangis tersedu-sedu, seperti seorang wanita yang diputuskan oleh kekasihnya, Dady Domanick tidak menyangka akan kehilangan Gilbert.


"Kau lihat, Tuan Nick menangis seperti wanita yang sedang putus cinta!" ujar salah seorang anggota group Limson yang masih setia mengintip.


"Iya benar, dia pasti sangat patah hati karena ditinggalkan oleh Tuan Bert, kasihan aku bisa mengerti meskipun Tuan Nick ketua mafia yang terkenal kejam tapi dia memiliki sisi kelembutan dihatinya jika menyangkut Tuan Bert,"


Para anggota group Limson bahkan seperti melihat adegan drama romance saat menyaksikan Gilbert pergi meninggalkan Dady Domanick, dan Dady Domanick malah menangis meraung-raung sekarang.


Sementara di kediaman mewah milik Domanick, setelah dibujuk oleh Stanley dan Steiner akhirnya Naura mau keluar kamar dan menemui Momy Lindsey.


"Pokoknya kau harus meminta maaf dan memeluk momy kak," kata Stanley.


"Iya cepat sana, memangnya kau tidak kasihan momy menangis terus akibat perkataan mu yang tidak masuk akal itu?"


"Iya, aku mengerti!" Naura langsung berjalan menuju kamar Momy Lindsey.


Pintu kamar Momy Lindsey tidak ditutup, Naura pun melangkah masuk. Dilihatnya oleh Naura, momy Lindsey sedang duduk dikursi yang berada di balkon kamarnya.


Naura bersimpuh dilantai lalu langsung memeluk momy Lindsey.


"Momy, maafkan aku! Tadi aku hanya asal bicara, aku tau kok bagaimana momy sangat menyayangi ku bahkan jauh melebihi momy sayang pada Stanley dan Steiner,"


Dipeluk oleh Naura membuat air mata momy Lindsey semakin mengalir deras.


"Mom, maafkan aku! Aku sangat menyesal berkata begitu, aku sayang sekali sama momy,"


Momy Lindsey pun membalas pelukan Naura, keduanya berbaikan dan saling menghapus air mata.


"Kau lihat itu Stei? Mereka sekarang saling menghapus air mata satu sama lain!" kata Stanley.


"Dasar wanita, untuk apa menangis jika ujung-ujungnya dihapus juga air matanya," kata Steiner.


❤️❤️❤️


Dady Nick kayanya yang akan lebih parah hati dibandingkan Naura jika Dady Gilbert benar-benar pergi ya. Maak jadi bingung itu Dady Nick nangis sampai meraung-raung gitu, mana ingusan pula😌😌


Malu kali Dad, masa ketua mafia yang terkenal kejam nangis ditonton para anggotanya.


__ADS_1



__ADS_2