Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 89


__ADS_3

Naura lantas terus berjalan sambil merutuki Gilbert yang ternyata benar-benar pergi, padahal kan Naura ingin Gilbert terus membujuknya sampai Naura luluh kembali dan mau masuk kedalam mobil.


Tetapi yang ada malah Naura ditinggalkan dijalanan seperti ini, di trotoar jalan raya Naura terus berjalan kaki berharap akan ada taxi yang segera berhenti karena kakinya tidak pernah dibawa berjalan kaki di jalanan seperti sekarang ini.


"Aku rasa benar dugaan ku, Dady memang sudah bosan padaku apa karena selama ini kami terlalu sering melakukan penyatuan? Dady jadi tidak peduli lagi padaku, tega sekali dia meninggalkan aku dijalanan seperti ini." Gumam Naura.


Hujan deras menyebabkan tidak ada satu pun taxi yang lewat hingga Naura sudah berjalan terlalu lama. Sampai akhirnya sebuah mobil berhenti didekatnya, saat Naura menengok rupanya itu mobil Gilbert.


Itu berarti sejak tadi Gilbert tidak sungguh-sungguh meninggalkannya di jalanan, ada perasaan senang ternyata Gilbert menjemputnya kembali tapi ada juga perasaan gengsi jika sudah dibuat jalan kaki sepanjang ini baru kembali ke mobil.


Buru-buru Gilbert turun dari mobil kemudian menghampiri Naura, sementara Naura berpura-pura jual mahal dan enggan menatap kearah Gilbert.


"Bagaimana non, capek ya jalan kaki jauh?"


"Engga tuh,"


"Sayang udah ya marahnya, kau bisa masuk angin kehujanan begini,"


"Tinggalkan aku sendiri Dad, aku bisa kok pulang sendiri,"

__ADS_1


"Yakin?"


Naura langsung melirik kearah Gilbert karena takut benar ditinggalkan. Gilbert malah tersenyum kemudian secara mengejutkan menggendong tubuh Naura untuk dibawa kedalam mobilnya.


"Dad, apa yang kau lakukan? Turunkan aku!"


"Kau nakal tidak mau menurut terpaksa Dady menggendong mu,"


"Dad, aku tidak mau,"


Naura dibawa kedalam mobil kembali dan masih dengan wajah yang ditekuk cemberut.


Tak lupa Gilbert memasangkan seat belt setelah Naura bisa duduk tenang.


"Coba saja, aku tidak takut,"


"Nanti Dady coba, Dady ikat kemudian Dady hi sap sampai kau tak tahan lalu meminta untuk ke toilet," bisik Gilbert yang diiringi oleh senyum liciknya.


Membuat bulu kuduk Naura merinding seketika mendengar bisikan dari Gilbert.

__ADS_1


Setibanya di kediaman Dady Domanick, kali ini Gilbert tidak mampir dulu dan hanya mengantarkan Naura sampai halaman rumah saja, banyak sekali urusan yang harus Gilbert selsaikan buru-buru membuat Gilbert tidak pernah menghabiskan banyak waktu dengan Naura.


Mobil berhenti dan Naura melirik kearah Gilbert, dilihatnya Gilbert seperti biasa tidak melepas seat beltnya itu berarti dia tidak akan ikut turun.


"Apa Dady tidak akan mampir lagi kalo ini?"


"Lain kali saja,"


"Dady tidak mau menemui orangtuaku?"


"Dady Nick ada di markas jadi Dady akan menemuinya di markas saja,"


"Lalu, momy Lindsey? Apa Dady tidak mau membicarakan sesuatu dengan momy?"


"Lain kali saja Nola, Minggu ini Dady sangat sibuk banyak sekali yang harus Dady urus,"


Tanpa mendengarkan perkataan Gilbert sampai selesai dulu, Naura sudah turun dari mobil dan pergi begitu saja.


"Nola! Nola! Kau sering marah-marah begini membuat Dady gemas ingin segera menerkam mu diatas ranjang." Gumam Gilbert seraya menatap bagian belakang tubuh Naura yang berjalan untuk masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


Dady Bert semakin diambekin semakin dia geregetan pengen iket Nola diranjang, coba kalau maak othor yang ngambek mulu sama Misua bisa-bisa Misua bukan geregetan pengen iket diatas ranjang, tapi pengen iket dipohon beringin. 😀



__ADS_2